Sukses

Pertolongan Pertama Saat Lansia Kritis seperti Ibunda SBY

Pertolongan pertama saat lansia kritis seperti yang dialami ibunda SBY memang krusial. Tapi, tak usah panik, lakukan arahan berikut.

Klikdokter.com, Jakarta Kondisi kristis yang saat ini dialami oleh ibunda SBY mengundang simpati masyarakat. Oleh karenanya, pengetahuan mengenai pertolongan pertama saat lansia kritis memang sangat diperlukan. Pasalnya, selama ini, tak sedikit orang yang justru panik berlebih atau bahkan tak melakukan apa pun alias pasrah saja, meski sebenarnya lansia itu masih sempat ditolong.

Bercermin dari kondisi ibu SBY sakit, apa yang bisa Anda lakukan untuk memberikan pertolongan pertama saat lansia mengalami kondisi kritis? Simak penjelasan berikut ini.

Penyebab terjadinya kondisi kritis pada lansia

Kondisi lansia kritis terkadang menjadi hal paradoks. Di satu sisi, sebagian keluarga ada yang merelakannya saja, namun ada sebagian lainnya tetap mengusahakan kesembuhan meski harus dibantu berbagai alat untuk menunjang hidupnya. 

Perlu diingat, harapan untuk hidup adalah hak semua orang, tak terkecuali lansia. Selama masih ada waktu dan tenaga, Anda mesti memberikan pertolongan pertama untuk lansia kritis. 

Menurut dr. Muhammad Iqbal Ramadhan dari KlikDokter, kondisi kritis yang dialami lansia umumnya disebabkan oleh penyakit kronis yang sudah mengalami komplikasi. Misalnya saja, penyakit jantung, diabetes, stroke, dan lain sebagainya. Meski kerap disebut “sakit tua”, tapi pada kenyataannya, itu bisa saja sudah mereka alami sejak muda. 

Akibat usia tua, daya tahan tubuh menurun, dan kondisi fisik melemah, penyakit kronis yang sudah berkomplikasi itu pun rentan merusak organ-organ vital mereka. Akibatnya  organ tersebut jadi tak bekerja sebagaimana mestinya dan justru merugikan tubuh. Akibatnya kondisi lansia pun menjadi kritis.

Tiga jenis kondisi kritis pada lansia dan pertolongan pertama di rumah

Dikatakan dr. Iqbal lagi, ada tiga kondisi kritis yang sering ditemui pada lansia. “Kondisi lansia kritis yang pertama biasanya berupa sesak napas, yang kedua adalah nyeri pada dada, perut, dan bagian tubuh lainnya yang tak tertahankan. Sedangkan yang ketiga adalah kehilangan kesadaran,” jelasnya. 

Selain ketiga kondisi tersebut, Anda juga mesti tahu penyakit apa yang mendasari kondisi kritis tersebut.

Sementara itu, untuk memberikan pertolongan pertama saat lansia kritis, buang rasa panik Anda. Sebab, langkah ini akan sulit dilakukan jika Anda sudah kalang kabut terlebih dahulu. 

Adapun langkah pertolongan pertama saat lansia kritis yang disarankan oleh dr. Iqbal, antara lain adalah:

  • Apabila lansia mengeluhkan nyeri di dada atau bagian tubuh lainya yang sudah tak tertahankan. Langsung bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. 
  • Apabila lansia mengeluhkan nyeri dada, tetapi masih bisa ditahan, coba ambil alat pulse oximeter, alat yang mesti ada jika memiliki lansia yang sakit di rumah. Lalu, lakukan pengukuran untuk menentukan apakah kondisinya berbahaya atau tidak. 
  • Menurut dr. Iqbal, detak jantung yang normal adalah 100-120 per menit. Jika di atas itu atau di bawah 60, maka itu bukan kondisi yang baik. Anda mesti segera membawanya ke rumah sakit. Apalagi bila nyeri dadanya tak kunjung membaik. 
  • Apabila lansia mengeluhkan sesak napas yang parah, Anda juga mesti segera membawanya ke rumah sakit. Pastikan lansia mendapatkan oksigen yang cukup sampai tiba di rumah sakit. Jangan sampai dikerubungi terlalu banyak orang. 
  • Apabila lansia mengeluhkan sesak napas, tetapi belum terlalu hebat, ukur juga kadar oksigennya untuk memutuskan apakah kondisi tersebut berbahaya atau tidak. Kadar oksigen yang normal adalah 97-100. 

“Jika angkanya sudah 93 ke bawah, maka itu kondisi yang tak baik,” tutur dr. Iqbal. 

  • Anda juga bisa mencari tahu penyebab terhentinya jalan napas lansia. Apakah karena tersedak, atau karena hal lain? 

Perlu diketahui juga bahwa lansia mudah tersedak. Jika tersedak, Anda bisa membuka jalan napasnya dengan menepuk punggung agak keras hingga melakukan chin lift

  • Apabila lansia terjatuh, tetapi masih dalam keadaan sadar, perhatikan kondisi terakhirnya. Tulang yang patah tak boleh diurut atau dibenarkan sendiri. Pindahkan posisi lansia seaman mungkin (yang tak berisiko menyenggol patah tulangnya), sebelum membawanya ke rumah sakit.
  • Apabila lansia jatuh dan memar, bantu dia untuk berpindah ke tempat yang lebih aman dan segera berikan gel heparin. Sedangkan jika dia terluka, bersihkan luka dengan air mengalir terlebih dahulu.
  • Sedangkan bila kondisi lansia kritis yang ditemui adalah kehilangan kesadaran, maka tak ada pilihan lain selain segera membawanya ke rumah sakit. 

Pertolongan pertama saat lansia kritis di atas khusus bagi Anda yang memiliki lansia sakit di rumah. Jika lansia mengalami kritis di rumah sakit seperti yang dialami ibunda SBY, maka pertolongan pertama yang dilakukan adalah segera memanggil petugas medis yang berjaga. Jika kondisinya memang gawat, pasti pasien akan dipindahkan ke ruang ICU.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar