Sukses

Bayi Sindrom Williams Rentan Stunting?

Bayi dengan sindrom Williams rentan alami stunting. Lantas, adakah cara untuk mencegahnya?

Klikdokter.com, Jakarta Terlahir dengan sindrom Williams – seperti halnya anak komedian Dede Sunandar – menjadikan seorang bayi berisiko terhadap berbagai masalah kesehatan. Salah satunya adalah stunting. Ya, stunting menjadi ancaman bila dalam masa tumbuh kembang anak, sindrom Williams tidak terkontrol baik. Mengapa bayi dengan sindrom Williams rentan stunting? Bagaimana cara mencegahnya?

Kelainan jantung dan pembuluh darah

Salah satu alasan utama mengapa bayi dengan sindrom Williams atau Williams Syndrome rentan terkena stunting adalah karena adanya kelainan pada jantung dan pembuluh darah. Jantung, sebagai mesin pompa utama tubuh, memegang kunci dalam mengedarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh bagian tubuh.

Begitu pula pembuluh darah yang bertugas sebagai selang penyalur berbagai zat penting ini. Bila keduanya bermasalah, distribusi oksigen dan nutrisi yang menjadi modal utama tumbuh kembang anak tentu dipertaruhkan.

Pada sindrom Williams, kedua organ penting ini umumnya mengalami kelainan. Kelainan tersebut berupa adanya sumbatan pada pembuluh darah besar yang keluar dari jantung, yaitu aorta dan arteri pulmoner.

Akibatnya, aliran darah yang keluar jantung menjadi terganggu. Padahal, dalam darah terkandung oksigen serta nutrisi yang dibutuhkan sel untuk tumbuh dan berkembang.

Untuk menjawab tantangan ini, jantung akan meningkatkan sistem pompanya dan bekerja lebih ekstra. Namun tentu, kerja jantung pun ada batasnya. Dalam jangka panjang, bila tidak tertangani, dinding jantung bisa membengkak dan pada akhirnya menurunkan performa kerjanya.

Keseluruhan masalah inilah yang dapat menyebabkan seorang bayi kerap mengalami kesulitan penambahan berat dan tinggi badan. Kondisi ini dalam dunia medis disebut stunting.

Dasar penyebabnya adalah kurangnya nutrisi karena adanya gangguan peredaran darah dan meningkatnya metabolisme karena jantung bekerja ekstra. Pada akhirnya, sistem pompa jantung menurun akibat terlalu lelah bekerja. 

Selain kelainan pada jantung, hal lain yang menjadi alasan bayi dengan sindrom Williams rentan stunting adalah adanya gangguan pada proses makannya.

Gangguan refleks menelan

Selain kelainan jantung serta pembuluh darah, bayi dengan sindrom Williams umumnya memiliki gangguan menyusu dan makan. Di awal usianya, bayi-bayi ini cenderung sulit menyusu karena refleks mengisapnya terbatas dan kemampuan menelannya terganggu. 

Hal ini dilatarbelakangi oleh kekuatan otot di sekitar rongga mulut hingga kerongkongan yang lebih lemah dibandingkan anak lainnya. Walau umumnya gangguan ini akan membaik seiring dengan bertambah usia anak, hal ini tentu menjadi ancaman tersendiri. Salah satu akibatnya adalah meningkatnya risiko malnutrisi akibat proses menyusu dan makan yang tidak optimal. 

Apakah stunting menjadi harga mati bayi dengan sindrom Williams? Ternyata tidak!

Pengobatan dan terapi menjadi kunci

Salah satu yang menjadi “senjata” untuk melawan risiko stunting pada bayi dengan sindrom Williams adalah dengan kontrol rutin, pengobatan tepat, dan terapi sesuai dengan kebutuhan anak. 

Misalnya untuk kelainan jantung, pada bayi wajib dilakukan evaluasi rutin setidaknya 3 bulan sekali atau sesuai dengan instruksi dokter yang menangani. Tidak semua bayi dengan kelainan jantung ini butuh operasi. 

Pada kelainan yang sifatnya ringan, penanganan yang diperlukan bisa jadi hanya observasi atau sebatas obat minum saja. Akan tetapi, bila kelainan yang dialami cukup berat dan sangat mengganggu tumbuh kembang anak, operasi bisa jadi opsi. 

Begitu pula dengan gangguan menyusu dan makan yang menjadi tantangan bagi bayi dengan sindrom Williams. Penggunaan sonde atau selang makan bisa menjadi alternatif, terutama di masa awal kehidupannya. 

Seiring dengan bertambahnya usia anak, umumnya masalah pola makannya akan membaik. Agar proses makannya lebih optimal, terapi makan dan konsultasi dengan gizi terkadang diperlukan. 

Bayi dengan sindrom Williams memang rentan stunting. Namun, ini tidak menjadi harga mati. Asalkan diterapi secara dini, dilakukan kontrol berkala, dan diberikan pengobatan dengan tepat, bayi dengan sindrom Williams dapat tumbuh optimal.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar