Sukses

Tanda dan Gejala Heat Stroke yang Tidak Boleh Anda Abaikan

Panas berlebihan dapat menyebabkan heat stroke yang berbahaya bagi kesehatan. Yuk cari tahu tanda dan gejala heat stroke.

Klikdokter.com, Jakarta Panas berlebihan – atau dikenal sebagai heat stroke – adalah suatu kondisi kesehatan yang ditandai dengan suhu badan mencapai 40 derajat Celsius. Tingginya suhu tubuh ini tidak boleh diabaikan karena dapat menimbulkan kondisi kesehatan yang serius. Namun, dengan mengetahui gejala heat stroke, Anda akan bisa melakukan penanganan dini.

Heat stroke akibat cuaca sangat panas

Secara umum, heat stroke disebut sebagai efek cuaca lingkungan yang amat panas. Kondisi cuaca ini dikenal sebagai heat wave karena membawa gelombang suhu yang sangat tinggi pada suatu area. 

Dengan adanya peningkatan polusi yang terus terjadi, suhu global mengalami peningkatan secara bertahap. Akibatnya, heat wave menjadi menjadi lebih sering terjadi. 

Paparan terhadap cuaca panas tersebut dapat meningkatkan suhu tubuh manusia. Tentu hal ini buruk bagi kesehatan, bahkan dapat mengancam nyawa. Untuk itu, sangat penting memperhatikan gejala-gejala heat stroke ketika berada di lingkungan panas dan sangat panas, terkhusus bagi kelompok yang rentan. 

Anak-anak, terutama yang menderita gangguan kesehatan mental, termasuk kelompok yang rentan alami heat stroke. Mereka biasanya tidak selalu mampu menyampaikan rasa panas yang dialami. Kelompok selanjutnya adalah individu lanjut usia yang mempunyai penyakit kronis. 

Tanda dan gejala heat stroke

Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah cuaca sekitar. Paparan terhadap suhu lingkungan yang terlalu tinggi adalah penyebab utama terjadinya heat stroke

Ketika cuaca sekitar telah mencapai suhu lebih dari 32 derajat, perhatikan adanya gejala heat stroke karena sistem pendingin di tubuh sendiri sudah tidak cukup untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. 

Biasanya, ketika cuaca panas, tubuh akan memproduksi keringat lebih. Dan, menguapnya keringat tersebut dari permukaan tubuh memberikan dampak yang mendinginkan terhadap tubuh.

Nah, sistem ini terganggu ketika kelembapan udara sekitar sangat tinggi, atau lebih dari 75 persen. Pada kondisi tersebut, keringat pada tubuh manusia tidak dapat menguap.

Selain itu, jika keringat dibersihkan dengan handuk atau hanya diserap baju dan tidak menguap, maka efek pendingin yang diinginkan tidak terjadi. Ketika sistem pendingin gagal, suhu tubuh terus meningkat dan heat stroke dapat terjadi.

Lantas, apa saja keluhan awal heat stroke? Gejala pertama yang biasanya timbul adalah keringat berlebihan, rasa mual, dahaga, sakit kepala atau kepala terasa ringan (sering disebut kliyengan), pernapasan menjadi lebih cepat, dan detak jantung menjadi lebih cepat. 

Ketika tanda-tanda ini terlihat, cepat berikan penanganan awal, yaitu berpindah ke tempat yang lebih dingin atau gunakan kipas atau AC. Selain itu, beri minum air yang banyak. Jangan berikan kopi, teh, dan minuman lain yang mengandung kafein. Jika berada di rumah atau tempat tinggal, mandi dapat membantu menurunkan suhu tubuh.

Gejala awal yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan kondisi yang lebih berat, hingga dapat mengancam nyawa. Heat stroke pada fase lanjut dapat menimbulkan kondisi yang lebih serius karena suhu tubuh dapat meningkat hingga mencapai 40 derajat Celsius.

Pada keadaan tersebut, dapat terjadi kebingungan, kesulitan berbicara atau bicara tidak dapat dipahami, produksi keringat berlebih, kulit yang kering dan panas, pingsan, hingga terjadi kejang. Gejala-gejala ini menandakan adanya kondisi yang berat. 

Bila ini terjadi, penderita harus cepat dibawa ke unit gawat darurat untuk penanganan segera. Jika tidak atau terlambat ditangani, heat stroke fase lanjut dapat mencancam jiwa.

Heat stroke fase awal pada dasarnya dapat dapat ditangani di rumah. Namun, pada tahap lanjut, penanganan harus dilaksanakan di rumah sakit. Namun sebelum itu, kenali dulu gejala heat stroke agar dapat ditangani segera ketika kondisi itu menyerang Anda dan orang di sekitar.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar