Sukses

Makan Banyak Sayuran Bisa Menurunkan Risiko Penyakit Jantung?

Sayuran sejak lama diakui bagus untuk kesehatan. Tapi, benarkah makan banyak sayuran menurunkan risiko penyakit jantung?

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyakit yang mematikan di dunia. Gaya hidup dan pola makan masyarakat saat ini antara lain menjadi faktor risikonya. Namun, menurut satu studi terbaru, makan banyak sayuran ternyata dapat menurunkan risiko penyakit jantung, lo!

Semakin banyak bukti menunjukkan bahwa pola makan nabati dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung. Sebagai contoh, sebuah penelitian menemukan bahwa makan lebih banyak makanan nabati – dalam hal ini sayuran – bisa mengurangi risiko gagal jantung hingga 40%. Adapun studi lainnya menemukan bahwa diet vegetarian mengurangi risiko kematian penyakit jantung dengan persentase yang sama.

Turunnya risiko kematian akibat penyakit jantung

Nah, baru-baru ini, sebuah studi terbaru dalam Journal of American Heart Association memperkuat temuan-temuan tersebut. Para peneliti menemukan bahwa makan lebih banyak sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan lebih sedikit produk hewani, berkorelasi dengan menurunnya risiko kematian akibat serangan jantung atau masalah kardiovaskular serius lainnya.

Casey M. Rebholz, Ph.D., asisten profesor epidemiologi di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, AS, bersama rekan peneliti lain memeriksa data dari 12.168 orang paruh baya yang telah terdaftar dalam studi Atherosclerosis Risk in Communities (AIRC) atau Risiko Aterosklerosis dalam Masyarakat. Proyek ARIC secara klinis memantau kesehatan para peserta dari tahun 1987 sampai 2016.

Para peneliti coba melihat bagaimana diet nabati memengaruhi kesehatan jantung peserta. Para peneliti menerapkan tiga model untuk menghitung rasio bahaya serta menilai hubungan antara skor pola makan nabati dan kejadian penyakit kardiovaskular, kematian penyakit kardiovaskular, dan semua penyebab kematian.

Terhindar dari masalah kardiovaskular

Hasilnya, terlihat bahwa peserta yang memiliki asupan makanan nabati tinggi, 16% lebih rendah untuk memiliki kondisi masalah kardiovaskular, seperti serangan jantung, stroke, atau gagal jantung. Dalam hal ini, orang yang rajin mengonsumsi makanan nabati juga memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 32% lebih rendah.

"Meskipun Anda tidak harus benar-benar terbebas dari asupan hewani sepenuhnya, penelitian ini menunjukkan bahwa makan proporsi makanan nabati yang lebih besar dapat membantu mengurangi risiko terkena serangan jantung, stroke atau jenis penyakit kardiovaskular lainnya," kata Rebholz.

Terkait hal ini, dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter juga menyebutkan bahwa rajin makan sayuran memang memengaruhi kesehatan jantung. Akan tetapi, menurutnya, hanya makan banyak sayuran tidaklah cukup.

"Barengi makan banyak sayuran dengan menurunkan konsumsi makanan berlemak, makan gorengan, makanan yang manis-manis, serta merokok untuk menurunkan risiko sakit jantung. Kebiasaan-kebiasaan ini bisa membantu menurunkan kolesterol," ungkap dr. Karin.

Selain menjaga asupan makanan, gaya hidup sehari-hari juga harus diperhatikan untuk menghindari sakit jantung. Misalnya, tidak merokok, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga dan aktif bergerak, membatasi minum alkohol, serta menghindari stres.

Penelitian ini memang masih perlu penyempurnaan lagi. Akan tetapi, Anda setidaknya diingatkan untuk makan banyak sayuran bila ingin menurunkan risiko sakit jantung. Selain itu, kurangi konsumsi asupan yang berasal dari hewan seperti daging, lemak, dan jeroan. Anda juga disarankan untuk mengontrol kesehatan jantung dengan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar