Sukses

Masalah Kesehatan yang Sering Dialami Pelaku Diet Vegan

Diet vegan punya banyak manfaat untuk kesehatan. Namun, masalah kesehatan bisa dialami pelaku diet vegan bila tidak dilakukan dengan benar.

Klikdokter.com, Jakarta Berbagai studi menemukan bahwa menjalani diet vegan dapat menurunkan berat badan secara efektif pada mereka yang kelebihan berat badan. Selain itu, karena sama sekali tak mengonsumsi daging hewan dan produk turunannya, risiko diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung pada pelaku diet vegan juga turun. Meski begitu, masalah kesehatan dapat timbul jika diet vegan tidak dilakukan dengan benar.

Manfaat sehat diet vegan

Kaum vegan berkomitmen untuk tidak menyakiti dan mengeksploitasi hewan sama sekali. Karena itu, mereka sama sekali tidak mengonsumsi daging, unggas, ikan, makanan laut, dan produk hewan seperti telur dan susu. 

Pelaku diet vegan juga umumnya menolak menggunakan barang-barang yang terbuat dari hewan, seperti baju berbahan kulit binatang asli. Mereka juga menolak praktik penggunaan hewan sebagai kelinci percobaan untuk berbagai produk kosmetik. Dengan cara ini, kaum vegan berusaha untuk berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian alam.

Sebenarnya, banyak penelitian telah membuktikan manfaat diet vegan untuk kesehatan. Sebuah studi besar yang melibatkan lebih dari 38.000 orang membuktikan bahwa mereka yang melakukan diet vegan memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak melakukan diet vegan. 

Penelitian lainnya menemukan bahwa orang yang menerapkan diet vegan memiliki kadar gula darah yang lebih stabil, sehingga bisa menurunkan risiko terkena diabetes mellitus tipe 2. Para pelaku diet vegan juga diketahui memiliki kadar kolesterol jahat (LDL) 30% lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak menjalani diet vegan. 

Kolesterol jahat diketahui sebagai salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan penyakit jantung, sehingga pelaku vegan ditemukan juga memiliki risiko terkena penyakit jantung yang lebih rendah pula. Diet vegan juga terbukti dapat menurunkan risiko terkena beberapa jenis kanker.

1 dari 2 halaman

Masalah kesehatan pelaku diet vegan

Di sisi lain, diet vegan yang tidak tepat dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan. Karena sama sekali tidak mengonsumsi daging dan produk turunannya, pelaku diet vegan rentan mengalami kekurangan nutrisi yang hanya bisa didapat dari daging, ikan, dan produknya. Misalnya, protein, kalsium, zat besi, vitamin B12, dan juga asam lemak omega-3.

Jadi, apa saja potensi masalah kesehatan akibat penerapan diet vegan? Berikut beberapa di antaranya:

  • Anemia

Karena pola makan yang diterapkan, pemula diet vegan pada umumnya akan mengalami gangguan kesehatan akibat kekurangan zat besi, yaitu anemia. Zat besi sangat penting untuk pembentukan hemoglobin dalam darah bertugas membawa oksigen dari paru-paru ke organ tubuh lainnya. Penderita anemia akan mengalami pusing, kelelahan, dan lesu.

  • Lemas

Tumbuh-tumbuhan secara alami memiliki kalori lebih rendah daripada makanan hewani. Artinya, untuk mengisi energi, Anda harus mengonsumsi pakan nabati dalam volume yang lebih besar untuk mendapatkan semua kalori yang dibutuhkan. Bila tidak, Anda akan mengalami tingkat energi yang rendah dan merasa lemas.

  • Osteoporosis

Osteoporosis terjadi ketika tubuh tidak membentuk cukup tulang baru dari waktu ke waktu. Mendapatkan cukup kalsium dalam makanan sangat penting untuk perkembangan tulang baru pada orang dewasa. Sayangnya, sumber kalsium, seperti susu dan yoghurt, sangat dihindari pelaku diet vegan. 

  • Rambut rontok

Akibat kekurangan nutrisi protein, para pelaku diet vegan dapat mengalami kerontokan rambut. Protein adalah salah satu nutrisi terpenting untuk rambut sehat. Keratin, zat yang memberikan kekuatan dan struktur rambut, adalah zat yang dibuat tubuh dari protein yang Anda makan. 

Untuk menyiasatinya, pelaku diet vegan memang dapat mengonsumsi suplemen. Namun, alangkah baiknya apabila kebutuhan nutrien tersebut dapat dipenuhi terlebih dahulu dengan mengonsumsi bahan makanan alami. 

Sebagai contoh, kalsium dapat diperoleh kaum vegan dari susu kacang kedelai yang difortifikasi, tahu, tempe, brokoli, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan kacang almond. Zat besi dapat diperoleh dari tahu, kale, bayam, kacang-kacangan, dan selai kacang. 

Sementara itu, protein dapat diperoleh dari bahan nabati seperti polong-polongan, kacang-kacangan, dan oatmeal. Sementara itu, vitamin B12 dapat diperoleh dari susu kacang kedelai dan sereal yang difortifikasi.

Bagi pelaku diet vegan pola makan ini memang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, bila tidak dilakukan dengan benar sesuai panduan dokter, masalah kesehatan karena diet vegan bisa muncul. Karena itu, jangan sembarangan menerapkan diet vegan. Konsultasikan dulu rencana diet Anda kepada ahli gizi atau dokter spesialis gizi. 

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar