Sukses

Penderita Hipertensi Tidak Boleh Makan Daging Kambing?

Daging kambing sering jadi kambing hitam munculnya hipertensi. Tapi masa iya penderita hipertensi tidak boleh makan daging sama sekali?

Klikdokter.com, Jakarta Besok Hari Raya Idul Adha tiba. Selain menu daging sapi, hidangan daging kambing akan banyak muncul di meja-meja makan. Tapi mereka yang punya tekanan darah tinggi sudah pasang “pagar” dulu. Katanya, penderita hipertensi tidak boleh makan daging kambing, karena dikhawatirkan bisa memicu naiknya tekanan darah.

Kekhawatiran itu banyak berkembang di tengah masyarakat. Mungkin Anda yang juga memiliki gejala hipertensi sering berpikir bahwa daging kambing memang tidak boleh mereka konsumsi. Lalu bagaimana fakta sebenarnya?

Boleh makan daging kambing, asalkan…

Menurut penjelasan dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, daging kambing sendiri tidak langsung menyebabkan hipertensi. Yang bisa memicu melonjaknya tekanan darah adalah cara pengolahannya.

Menambahkan banyak garam dan menggoreng daging dengan minyak bisa memicu naiknya tekanan darah.

“Apalagi kalau menggunakan minyak jenuh, bisa menyebabkan pembuluh darah jadi kaku dan itu penyebab darah tinggi," ujar dr. Andika Widytama.

Dokter Andika juga menyarankan agar para penikmat daging kambing menghindari bagian daging dengan lemak jenuh yang banyak. Bagian lemak jenuh pada daging kambing juga bisa memicu hipertensi.

Selain pengolahan daging kambing tersebut, ada beberapa faktor yang berkontribusi dalam menaikkan tekanan darah setelah mengonsumsinya. Antara lain, tingginya kadar kolesterol darah seseorang dan adanya riwayat penyakit lain.

Jadi sebenarnya, para penderita hipertensi boleh mengonsumsi daging kambing. Dengan catatan harus memperhatikan bagian daging yang dipilih, cara memasaknya serta harus membatasi porsi yang dimakan.

Tips mengolah daging kambing untuk penderita hipertensi

Dari uraian tersebut, Anda kini tahu bahwa cara pengolahan makanan akan sangat berdampak pada kesehatan. Daging kambing inilah contohnya. Salah satu studi yang dipublikasikan oleh Pubmed Central pada 2014 menunjukkan bahwa daging kambing dan tekanan darah tidak memiliki hubungan apa-apa.

Akan tetapi, meski tidak berkorelasi langsung pada tekanan darah, bukan berarti Anda bisa bebas mengonsumsi daging kambing sesuka hati. Anda tetap perlu membatasinya, sebab daging kambing mengandung sejumlah kolesterol di dalamnya.

Seperti diutarakan dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid dari KlikDokter, agar manfaat daging kambing benar-benar bisa Anda rasakan, dr. Resthie menyarankan agar daging kambing harus diolah dengan cara yang benar.

Caranya seperti apa? “Hindari memasak daging dengan suhu tinggi, misalnya di atas 250 derajat Celsius. Suhu yang terlampau tinggi dapat merusak kandungan gizi yang ada di dalamnya,” tutur dr. Resthie lagi.

Selain itu, cara memasak daging kambing yang paling baik adalah dengan merebus atau mengukusnya. Namun, agar kandungan kolesterol di dalam kambing tidak bertambah, jangan gunakan santan saat proses pengolahannya. Untuk menghilangkan aroma khas kambing, Anda dapat meremas daging kambing dengan potongan mentimun sebelum dimasak.

Terakhir, agar zat besi yang ada dalam daging kambing dapat terserap dengan optimal, hindari mengonsumsinya bersamaan dengan teh, susu, dan juga obat mag. Akan lebih baik, bila Anda mengonsumsi olahan daging kambing dengan sesuatu yang mengandung vitamin C tinggi. Misalnya saja air perasan jeruk murni atau jus mangga tanpa gula.

Kini Anda bisa tersenyum santai ketika mendengar larangan bahwa penderita hipertensi tidak boleh makan daging. Nyatanya, masih boleh, tuh. Tentu saja pilihan daging harus tepat, cara memasak juga perlu diperhatikan dan porsi yang dimakan pun tidak berlebihan.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar