Sukses

Manfaat Terapi Musik untuk Kesehatan

Manfaat terapi musik untuk kesehatan bisa jadi belum banyak diketahui orang. Anda tertarik untuk mencobanya?

Klikdokter.com, Jakarta Selama ini musik lebih banyak berfungsi sebagai hiburan. Penggunaan musik untuk terapi masih jarang terdengar. Padahal manfaat terapi musik untuk kesehatan tidak bisa diremehkan begitu saja.

Terapi musik saat ini mendai bidang yang sedang berkembang. Dilansir dari Harvard Health Publishing, seseorang yang menjadi terapis musik bersertifikat biasanya adalah musisi ulung yang punya pengetahuan mendalam tentang bagaimana musik dapat membangkitkan respons emosional seseorang, baik untuk bersantai, merangsang, atau membantu proses penyembuhan.

Terapis musik biasanya menggabungkan pengetahuan musik dengan variasi gaya musik untuk menemukan jenis yang bisa membantu seseorang lewat rehabilitasi atau meditasi. Terapis juga bisa mencarikan musik yang tepat dari preferensi musik seseorang, apa pun itu.

Manfaat terapi musik untuk kesehatan

Terapi musik diketahui bisa berdampak baik untuk meredakan atau mengatasi bermacam gangguan kesehatan baik psikis maupun fisik. Beberapa kondisi di bawah ini ternyata bisa diterapi dengan musik.

  1. Depresi

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan “British Journal of Psychiatrist”, dilaporkan bahwa terapi musik dapat bermanfaat untuk menurunkan gejala pasien dengan depresi. 

Penelitian tersebut dilakukan di Finlandia pada 79 partisipan berusia 18-50 tahun dengan depresi. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang menerima terapi standar depresi (termasuk psikoterapi, obat antidepresan, dan konseling psikiater) dan kelompok yang menerima terapi standar depresi serta 20 sesi terapi musik.

Hasilnya, setelah 3 bulan kelompok yang menerima terapi standar depresi plus sesi terapi musik mengalami perbaikan gejala yang signifikan, dibandingkan dengan kelompok yang hanya menerima terapi depresi standar.

  1. Stres

Mendengarkan musik dapat menurunkan tingkat stres seseorang. Ada sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2008, meneliti 236 wanita hamil yang sedang stres dan diberikan terapi musik. 

Hasilnya, kelompok partisipan wanita hamil yang menerima terapi musik (sebanyak 116 orang) mengalami penurunan tingkat stres, kecemasan, dan depresi. Terapi musik yang diberikan berupa mendengarkan musik yang menenangkan selama 30 menit, sebanyak 2 kali sehari, selama 2 minggu.

Tak hanya itu, ada pula penelitian lain yang menemukan hal serupa. Temuannya, terapi musik bisa bermanfaat untuk pasien yang mengalami stres berat dan kecemasan akibat penyakit jantung koroner.

  1. Autisme

Terapi musik dapat meningkatkan kemampuan pasien autisme dalam berkomunikasi, kemampuan sosial, perilaku, cara berpikir, kemampuan motorik, dan kemampuan mengenali diri. 

Pada beberapa penelitian, dilaporkan bahwa terapi musik pada pasien autisme mampu membantu memperbaiki cara berbicara, gestur, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, koordinasi, dan menurunkan tingkat kecemasan. Selain itu, terapi musik berbasis keluarga juga dapat membentuk ikatan kuat antara orang tua dan anak.

  1. Stroke

Stroke adalah kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi akibat berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Penanganannya harus sesegera mungkin untuk mencegah berlanjutnya kerusakan di otak dan kemungkinan untuk pulih.

Meski terapi musik tidak sepenuhnya bisa menyembuhkan stroke, tetapi setidaknya menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Harvard di Amerika Serikat, terapi musik dikatakan dapat membantu mempercepat penyembuhan stroke.

Pada penelitian tersebut, pasien diminta untuk mendengarkan musik tertentu selama 1 jam setiap harinya. Hasilnya, setelah 3 bulan kemampuan ingatan verbal pasien yang mendengarkan musik meningkat hingga 60 persen. Sementara itu, pasien yang tidak mendengarkan musik sama sekali hanya meningkat 29 persen saja.

  1. Meredakan nyeri

Mendengarkan musik bukan hanya dapat menurunkan kecemasan dan stres, tetapi juga bisa mengurangi nyeri.

Menurut penelitian yang dilakukan pada pasien yang baru saja menjalani tindakan operasi, mereka yang mendengarkan musik sebelum, sesudah, atau saat menjalani tindakan operasi mengalami penurunan tingkat skala nyeri.

  1. Demensia

Terapi musik bisa meningkatkan kualitas hidup orang-orang yang mengalami demensia. Karena ketertarikan dengan musik masih tetap ada selama perjalanan penyakit, terapi musik dapat membantu membangkitkan ingatan, mengurangi agitasi, membantu dalam berkomunikasi, dan meningkatkan koordinasi fisik.

Meski terapi musik di Indonesia kurang eksis, tetapi sudah ada beberapa klinik di beberapa kota-kota besar untuk membantu Anda sesuai kebutuhan. Jadi kini Anda pun bisa menikmati manfaat terapi musik jika Anda ingin mencobanya. Jika memang ada kondisi mental yang berat, misalnya depresi berkepanjangan, sebaiknya berkonsultasilah dengan psikolog atau psikiater, dan terapi musik bisa dijadikan terapi pendamping.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar