Sukses

5 Perawatan Kecantikan yang Perlu Dihindari Saat Hamil

Tidak semua perawatan kecantikan aman untuk dilakukan saat hamil. Beberapa di antaranya perlu Anda waspadai.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap wanita tentu ingin selalu tampil cantik, termasuk juga para ibu hamil. Berbagai perawatan kecantikan mulai dari manikur, pedikur, mengecat rambut, creambath hingga tindakan medis seperti laser atau prosedur bedah plastik kerap kali dilakukan wanita.

Hindari ini saat hamil

Beragam perawatan kecantikan tersebut dilakukan demi tampilan yang sempurna. Namun sayangnya, tidak semua perawatan kecantikan aman untuk dilakukan oleh ibu hamil. Sebaiknya hindari beberapa perawatan kecantikan ini saat Anda sedang hamil:

  1. Sauna

Sauna pada umumnya dilakukan di dalam ruangan tertutup dengan suhu sekitar 70-100 derajat celsius. Bermandi uap di dalam ruang sauna akan meningkatkan suhu kulit, sehingga Anda akan banyak berkeringat. Dampaknya, denyut jantung akan meningkat sebagai reaksi untuk menyeimbangkan suhu tubuh.

Ibu hamil sebaiknya menghindari aktivitas sauna karena dapat berisiko mengalami overheating. Suhu yang terlalu panas dapat membuat calon janin tidak dapat bertahan di rahim, terutama bila dilakukan pada trimester pertama.

Aktivitas sauna memang bisa membuat ibu hamil merasa relaks. Namun sebaiknya, pertimbangkan risiko yang dapat terjadi dan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan sauna.

  1. Produk pelurus rambut

Sebagian produk pelurus rambut mengandung formaldehida yang sebaiknya tidak digunakan oleh ibu hamil. Kandungan ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui inhalasi (dihirup), ditelan atau diserap melalui kulit.

Paparan formaldehida yang tinggi pada janin dapat menyebabkan kematian spontan, kelahiran prematur atau bayi lahir cacat. Selain pada produk pelurus rambut, formaldehida juga dapat ditemukan pada cat kuku, produk pembersih dan desinfektan.

Sebaiknya, jika Anda ingin menggunakan produk perawatan tertentu, baca kembali label produknya, apakah mengandung bahan berbahaya seperti formaldehida.

  1. Body wrapping

Selain perawatan kecantikan untuk wajah, banyak wanita juga peduli dalam merawat tubuh. Salah satu perawatan tubuh yang dianggap ampuh dalam menghilangkan lemak adalah body wrapping.

Pada prosesnya, handuk hangat atau plastik akan membungkus area tertentu pada tubuh yang ingin dihilangkan lemaknya, misalnya pada perut atau paha. Pada proses body wrapping juga dilakukan pemanasan, sehingga tubuh akan berkeringat dan diharapkan lemak akan berkurang.

Perawatan ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil karena suhu yang tinggi dapat berbahaya dan mengancam janin. Selain itu, proses body wrapping juga belum terbukti efektif secara medis dapat menurunkan berat badan. 

  1. Retinoid

Retinoid dapat berbentuk krim atau obat minum. Produk yang mengandung retinoid umumnya digunakan untuk mengatasi kerutan, jerawat atau stretch mark. Pada jerawat yang berat, biasanya dapat diberikan pula retinoid oral (yang diminum).

Namun jika Anda sedang hamil, sebaiknya hindari penggunaan retinoid, terutama dalam bentuk obat minum (isotretinoin) karena dapat menyebabkan kecacatan pada janin. Penggunaan krim yang mengandung retinoid (biasanya terdapat pada krim malam) juga sebaiknya dihindari penggunaannya selama hamil.

  1. Produk yang mengandung hidrokuinon

Hidrokuinon merupakan kandungan yang sering kali digunakan untuk mengatasi flek hitam dan bekas jerawat atau luka kehitaman. Selama hamil sebaiknya hindari penggunaan produk yang mengandung zat ini.

Asosiasi obat dan makanan di Amerika Serikat juga menggolongkan hidrokuinon sebagai kategori C pada kehamilan, yaitu penggunaannya terbukti menimbulkan efek samping pada hewan uji coba. Sehingga, penggunaannya pada ibu hamil tidak dianjurkan.

Untuk mencegah flek hitam saat hamil, Anda bisa menggunakan tabir surya dengan kandungan zinc oxide atau titanium oxide yang lebih aman bagi ibu hamil. 

Melakukan perawatan kecantikan saat hamil sebetulnya boleh-boleh saja. Namun, tidak semua perawatan kecantikan aman bagi ibu hamil, misalnya beberapa jenis di atas. Jadi, sebelum Anda melakukan perawatan kecantikan atau menggunakan produk tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis kulit.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar