Sukses

Bisakah Penderita Epilepsi Sembuh?

Penyakit epilepsi dapat dikontrol lewat pengobatan rutin dan konsisten agar tidak sering kambuh. Tapi, bisakah penderita epilepsi sembuh total?

Klikdokter.com, Jakarta Saat melihat seorang penderita epilepsi mengalami kejang, Anda mungkin bertanya-tanya, bisakah penderita epilepsi sembuh? Berikut fakta medis yang perlu Anda ketahui.

Epilepsi atau yang disebut ayan adalah gangguan pada sistem saraf pusat atau aktivitas sel saraf otak. Gangguan otak ini dapat menimbulkan perilaku yang tidak terkendali, contohnya gejala kejang dan kehilangan kesadaran.

Epilepsi sendiri terbagi menjadi dua, yaitu epilepsi idiopatik dan epilepsi simptopatik. Pada epilepsi idiopatik, penyebabnya belum diketahui dengan pasti dan biasanya karena faktor keturunan atau genetik.

Sedangkan, epilepsi simptomatik penyebabnya bisa langsung diketahui, contohnya trauma otak, tumor otak atau gangguan stroke.

Kenali gejala epilepsi

Gejala epilepsi dapat berlangsung secara spontan dan singkat. Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala epilepsi yang sebaiknya Anda ketahui:

  • Tatapan mata kosong 
  • Serangan datang mendadak, kapan saja dan di mana saja.
  • Kekakuan otot 
  • Anggota gerak tangan dan kaki mengalami gangguan kejang 
  • Pingsan secara tiba-tiba. 

Jika Anda atau salah satu anggota keluarga ada yang mengalami beberapa gejala di atas, segera konsultasikan lebih lanjut ke dokter Anda. Dokter akan mendapatkan diagnosis dan akan dilakukan pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) untuk melihat bagian otak yang terkena, untuk diberikan penanganan yang sesuai.

Bisakah epilepsi disembuhkan?

Epilepsi tidak dapat disembuhkan, namun dapat dihindari munculnya gejala kembali. Kuncinya adalah dikontrol dengan pengobatan rutin dan konsisten.

Pada awal pengobatan, dokter akan memberikan satu jenis obat epilepsi dengan dosis minimal. Apabila kejang masih muncul, maka dosisnya akan bertahap dinaikkan sampai dosis optimal.

Dosis dikatakan sudah tepat jika kejang tidak muncul kembali, dan akan terus dipertahankan sampai dua tahun bebas kejang. Pengobatan yang rutin dan konsisten dapat mencegah serangan epilepsi muncul kembali.

Namun demikian, apabila dosis maksimal tidak dapat mengendalikan kejang, segera konsultasi kembali dengan dokter Anda. Pemberian obat antiepilepsi kedua biasanya akan dipertimbangkan.

Tetapi, apabila pengobatan tersebut pun tidak membantu mengatasi epilepsi yang terjadi, terdapat beberapa pilihan pengobatan lainnya, seperti: 

  1. Terapi diet yang disesuaikan dengan kondisi pasien, contohnya diet ketogenik atau diet Atkins. 
  2. Alat medis untuk mengendalikan kejang. 
  3. Operasi otak .

Dengan ketiga pengobatan epilepsi di atas, harapannya tidak terjadi kekambuhan kembali yang menyiksa penderitanya.

1 dari 2 halaman

Tips mengobati anak epilepsi

Peranan orang tua sangat berpengaruh kepada tingkat kekambuhan serangan epilepsi pada anak. Orang tua perlu memperhatikan aturan dan hal dalam penggunaan obat yang tepat agar lebih optimal pengobatannya. Berikut ini adalah di antaranya: 

  • Rutin dan konsisten setiap hari dalam memberikan obat. 
  • Perhatikan jadwal minum obat. Apabila jadwal pemberian obat sebanyak tiga kali sehari, maka jarak minum dilakukan setiap 8 jam. 
  • Jika Anda lupa memberikan obat, segera berikan obat saat itu juga. 
  • Pastikan jumlah obat mencukupi. Jika sudah mau habis, segera kontrol kembali ke dokter, jangan sampai kehabisan. 
  • Beritahukan pihak sekolah jika jadwal konsumsi obat anak ada di tengah jadwal sekolahnya. Sehingga, anak pun tidak terlambat minum obat.

Selain berperan dalam pengaturan konsumsi obat, orang tua juga perlu mengenali pemicu kejang pada anak. Beberapa pemicu kejang yang dapat dialami antara lain kurang tidur, stres fisik, gangguan emosi, demam, cahaya yang berkedip, cahaya dari gawai, atau cahaya dari telepon.

Epilepsi pada anak memang terdengar seperti sesuatu yang mengerikan dan mungkin akan menjadi hal yang membuat orang tua atau anak menjadi minder. Tapi, penanganan yang tepat seperti memberikan obat-obatan, konsultasi ke dokter secara rutin, serta mengawasi aktivitas anak, dapat mengurangi risiko serangan epilepsi berulang.

Pertanyaan apakah penderita epilepsi bisa sembuh telah dijawab di atas. Epilepsi memang tidak bisa disembuhkan, namun dengan pengobatan rutin dan konsisten munculnya gejala atau kekambuhan bisa dikontrol bahkan dihindari.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar