Sukses

4 Alergi pada Kulit Bayi yang Perlu Anda Tahu

Munculnya bintik merah pada kulit bayi bisa menjadi tanda si Kecil terkena alergi. Ketahui jenis-jenis alergi pada kulit bayi selengkapnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Daya tahan tubuh bayi yang masih lemah dan kulitnya yang masih sangat sensitif membuat bayi rentan terkena alergi. Pemicu alergi pada kulit bayi pun beragam. Fungsi proteksi kulit pada bayi yang belum berkembang sempurna, juga rentan mengakibatkan kulit bayi mudah mengalami iritasi.

Tidak hanya karena kulit yang masih sensitif, alergi pada kulit bayi juga bisa disebabkan karena dua faktor. Pertama, kulit bersentuhan langsung dengan zat yang menyebabkan alergi atau alergen. Kedua, sistem kekebalan tubuh masih belum bisa bereaksi dengan sempurna ketika alergi menyerang.

Jika dibiarkan terlalu lama, alergi pada kulit bayi bisa berdampak pada penyakit kulit yang lebih serius dan berbahaya. Untuk itu, Anda perlu mengetahui jenis alergi pada kulit bayi sekaligus cara mengatasinya.

Jenis alergi pada kulit bayi

Pengobatan alergi pada kulit bayi sendiri harus disesuaikan dengan jenis alergi yang dialami oleh bayi. Menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes, dari KlikDokter, ada beberapa tipe alergi pada kulit bayi yang perlu ibu tahu.

1. Eksem

Eksem pada bayi ditandai dengan munculnya ruam di wajah maupun di kepala. Selain itu, ruam juga diikuti dengan kulit kering, bersisik, dan disertai gatal. Penyebab eksem sendiri beragam. Bisa karena alergi pada lingkungan, deterjen baju bayi, bedak, maupun produk kesehatan kulit bayi lainnya yang Anda gunakan.

2. Kulit kering

Kulit kering juga bisa menjadi masalah pada kulit bayi. Penyebabnya adalah perubahan suhu lingkungan yang cukup signifikan. Misalnya, bayi masuk ke ruangan dengan suhu dingin jika sebelumnya berada di luar ruangan yang panas. Selain itu, bayi yang dimandikan atau berendam dengan air panas, kelembapan kulitnya bisa berkurang.

3. Alergi air liur

Seperti namanya, alergi kulit yang satu ini disebabkan oleh air liur yang menetes pada mulut dan dagu bayi.

“Ketika terjadi kontak dengan air liur bayi, maka akan muncul ruam merah dengan sedikit bintik merah di area yang terkena air liur. Alergi karena air liur sebenarnya bukan kondisi yang membahayakan. Tapi jika dibiarkan, bayi akan jadi rewel dan menangis karena merasa tidak nyaman,” jelas dr. Sara.

Anda sebaiknya peka akan alergi yang satu ini. Segera lap air liur yang menetes agar tidak menimbulkan alergi.

4. Biang keringat

Tidak hanya alergi air liur, bintik merah juga bisa disebabkan karena bayi mengalami biang keringat. Biang keringat biasanya terjadi pada area kulit bayi yang ditutupi oleh baju atau lipatan kulit seperti, leher, paha, punggung, dan lengan.

Tips mengatasi alergi pada kulit bayi

Mengatasi alergi pada kulit bayi tidak bisa dengan cara sembarangan. Langkah-langkah di bawah ini bisa menjadi panduan Anda mengatasi alergi pada kulit bayi:

  • Pilih produk-produk yang cocok untuk bayi Anda. Perhatikan label “hypoallergenic” atau produk khusus untuk kulit sensitif, sehingga kandungan bahan-bahannya tidak akan mengiritasi kulit bayi. Misalnya pada bedak, losion, sabun, deterjen, pewangi pakaian dan lain sebagainya.
  • Hindari penggunaan air yang terlalu panas saat memandikan bayi. Ini guna mencegah kulit bayi menjadi kering.
  • Bersihkan secara rutin tempat di mana bayi tidur dan bermain.
  • Hindari penggunaan produk dengan wewangian untuk mencegah alergi muncul.
  • Ganti pakaian bayi jika ia sudah mulai berkeringat atau basah.
  • Ganti popoknya sesering mungkin. Jangan biarkan popok dipakai bayi terlalu lama. Kondisi pantat bayi yang lembap tertutup popok dapat menyebabkan iritasi kulit. Ini menjadikan kulit bayi rentan terserang infeksi jamur atau bakteri.
  • Pastikan bayi mendapatkan cukup asupan cairan.
  • Hindari makanan yang memicu alergi pada bayi.
  • Hindari terik matahari agar bayi tidak sering berkeringat.

Waspadalah dengan jenis-jenis alergi pada kulit bayi. Jika Anda sudah melakukan langkah-langkah di atas tetapi kondisi kulit bayi tak juga membaik, segera periksakan ia ke dokter spesialis anak agar bisa ditangani dengan tepat. Akan lebih baik lagi jika saat pertama kali gejala alergi muncul, Anda langsung membawa si Kecil ke dokter.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar