Sukses

Berat Badan Bayi Normal, si Kecil Sudah Pasti Sehat?

Berat badan bayi normal adalah salah satu indikator baik. Namun, apakah itu merupakan jaminan bayi pasti sehat?

Klikdokter.com, Jakarta Banyak orang tua beranggapan jika berat badan bayi normal, ia sudah pasti sehat. Memang berat badan normal adalah indikator yang baik. Namun, apakah itu merupakan jaminan si Kecil pasti sehat?

Orang tua perlu memantau berat badan anak secara berkala. Jangan sampai terlalu kurus atau bahkan terlalu gemuk. Jika berat badan bayi normal, Anda bisa bernapas lega. 

Berat badan normal hanya satu indikator

Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD, dari KlikDokter, berat badan bayi normal bukan satu-satunya indikator yang menentukan kesehatannya.

"Berat badan belum tentu mengindikasikan si Kecil pasti sehat. Tapi, berat dan tinggi badan adalah beberapa parameter kesehatan anak. Namun apakah pasti sehat, jawabannya bisa tidak,” kata dr. Alvin.

"Untuk menentukan anak sehat atau tidak, perlu pemeriksaan menyeluruh atau detail, pemeriksaan fisiknya ada atau tidak. Definisi sehat itu kan sebenarnya sehat mental dan fisik," lanjutnya.

Saat membawa bayi ke dokter, biasanya dokter akan mengecek berat badan, panjangnya, serta lingkar kepala. Ketiganya merupakan indikator awal untuk mengetahui sehat atau tidaknya si Kecil. Namun, nyatanya itu semua bukanlah jaminan. 

Jangan hanya fokus pada berat badannya saja, tetapi orang tua juga perlu melihat perkembangan lainnya seperti kemampuannya dalam berbicara, berjalan, hingga inteligensinya. Intinya, diperlukan kepekaan orang tua dan pemeriksaan secara menyeluruh.

"Orang tua juga perlu perhatikan perkembangannya. Kalau bicara soal berat badan bayi, itu pertumbuhan. Tapi ada namanya perkembangan, mulai dari inteligensi, IQ, dan perkembangan anak umum seperti berjalan juga perlu diperhatikan," ungkap dr. Alvin.

"Harus diperhatikan juga perkembangan anak, sudah sesuai dengan anjuran dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) atau tidak. Kapan ia mulai berjalan atau bicara juga perlu diperhatikan. Bisa saja meski berat badannya normal, tetapi sebetulnya ia terlambat untuk berjalan. Atau bisa juga meski berat badannya ideal, ia punya masalah pernapasan,” terang dr. Alvin.

Oleh karena itu, menentukan sehat atau tidaknya si Kecil membutuhkan pemeriksaan secara menyeluruh.

1 dari 2 halaman

Berat badan ideal bayi

Meski bukan satu-satunya indikator sehat, tetapi Anda tetap perlu mengetahui berat badan ideal bayi berdasarkan kurva pertumbuhan dari WHO. Secara sederhana, berikut panduan berat badan bayi satu tahun pertama kehidupannya:

  • 0-3 bulan

Pada pekan pertama setelah kelahiran, bayi biasanya akan mengalami penurunan berat badan hingga 10 persen dari berat lahirnya. Hal ini tergolong wajar.

"Di akhir minggu pertama, berat badan bayi akan kembali meningkat dan mencapai berat lahirnya kembali. Hingga usia 3 bulan, berat badan bayi akan bertambah sekitar 150-190 gram per minggunya," ujar dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter.

  • 4-6 bulan

Pada fase ini, kenaikan berat badan bayi berada di kisaran 90-127 gram per minggu. Bayi mulai menunjukkan tanda kesiapan mengonsumsi makanan padat. Badan WHO merekomendasikan bayi mulai mengonsumsi makanan padat pendamping ASI (MPASI) mulai usia 6 bulan.

  • 7-9 bulan

Jangan kira karena anak sudah mulai makan maka berat badan bayi akan melonjak. Nyatanya, masa pengenalan MPASI bisa menyebabkan bayi mengalami penurunan berat badan. 

"Hal ini wajar, karena bayi masih dalam masa adaptasi. Setelah bayi terbiasa dengan makanan padat, berat badannya akan naik sebanyak 2-6 kg tiap bulannya," kata dr. Sepri.

  • 10-12 bulan

Pada masa ini, berat badan bayi tidak lagi terlalu banyak bertambah, hanya sekitar 1,5-3,6 kg per bulan. Hal ini karena perkembangan motoriknya yang semakin pesat membuat si Kecil makin aktif bergerak, sehingga kalori yang keluar juga lebih banyak. Anda tak perlu khawatir, karena asupan makanan yang baik akan menjaga beratnya tetap idea.

Meski berat badan bayi normal, tapi bukan berarti si Kecil pasti sehat. Anda perlu memperhatikan indikator lainnya secara menyeluruh. Di sisi lain, berat badan memang tak boleh luput dari perhatian. Anda bisa menjadikan panduan berat badan bayi  yang dipaparkan di atas sebagai acuan.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar