Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Posisi Hubungan Intim Bisa Pengaruhi Jenis Kelamin Anak?

Hubungan seks dapat dilakukan dalam beragam posisi. Lantas, benarkah posisi hubungan intim bisa pengaruhi jenis kelamin anak?

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar pasangan yang baru menikah ingin segera punya momongan. Bahkan, tak sedikit pasangan suami istri yang rela mengubah-ubah posisi hubungan intim guna mengincar jenis kelamin anak yang dilahirkan kelak. Apakah Anda salah satunya?

Tidak dimungkiri, rumor tentang posisi hubungan seks memengaruhi jenis kelamin anak memang sudah ada sejak dahulu kala. Sayangnya, rumor tersebut hanyalah mitos belaka alias tidak benar adanya.

Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter, jenis kelamin anak yang dilahirkan kelak tidak dipengaruhi oleh posisi saat melakukan hubungan seks. Sebab, jenis kelamin anak yang lahir nantinya hanya dipengaruhi oleh pertemuan kromoson dari sel sperma pria dengan gen sel telur wanita. 

"Posisi hubungan seks tidak bisa dijadikan penentu jenis kelamin anak. Pasalnya, yang menjadi faktor penentu jenis kelamin anak hanya gen yang dimiliki si ayah," jelas dr. Alvin.

Lebih lanjut, dr. Alvin mengatakan bahwa kehamilan bisa terjadi jika sel telur pada wanita dibuahi oleh sel sperma dari pria. Sel telur wanita berisi kromosom X, sedangkan sel sperma pria berisi gen X dan Y.

"Apabila sperma yang melebur dengan sel telur adalah gen X, maka pertemuan X dengan X akan menghasilkan anak berjenis kelamin perempuan. Jika sel telur X bertemu dengan gen Y dari sperma pria, maka anaknya laki-laki. Jadi dapat diartikan bahwa faktor penentu jenis kelamin anak adalah genetika," jelas dr. Alvin.

Mitos-mitos lain soal hubungan seks

Masih banyak mitos keliru soal hubungan seks. Agar Anda tidak terjebak, berikut fakta di balik mitos-mitos tersebut:

  • Posisi seks berdiri bisa mencegah kehamilan

Posisi seks berdiri dianggap dapat mencegah sperma naik ke dalam rahim, sehingga kehamilan tidak akan terjadi. Padahal, menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, hal tersebut benar-benar keliru.

"Sperma dapat ‘berenang’ naik ke dalam rahim apapun posisi seks yang dilakukan. Jadi, kemungkinan hamil masih ada, apalagi bila Anda melakukan hubungan seksual saat masa subur," katanya.

  • Ukuran penis menentukan kepuasan seks

Sebagian besar pria menginginkan ukuran penis yang besar agar dapat memuaskan pasangan saat berhubungan seks. Tapi, tahukah Anda bahwa wanita lebih menyukai penis yang “tahan lama” dibandingkan yang ukurannya besar?

  • Posisi seks tertentu mempercepat kehamilan

Posisi seks misionaris, doggy style dan woman-on-top dianggap dapat membantu mempercepat terjadinya kehamilan. Apakah hal tersebut benar? Tentu saja tidak!

“Hingga saat ini belum ada penelitian yang dapat benar-benar memastikan bahwa posisi saat berhubungan seks dapat mempercepat kehamilan,” tutur dr. Melyarna Putri dari KlikDokter.

  • Bilas vagina setelah berhubungan seks dapat cegah kehamilan

Sebagian orang menganggap bahwa membilas atau mencuci vagina dengan air sesaat setelah berhubungan seks dapat mencegah terjadinya kehamilan. Hal ini sangat keliru, karena sperma bisa berenang sangat cepat menuju ovum tanpa dapat dicegah.

Posisi hubungan intim tidak memiliki pengaruh sedikit pun terhadap jenis kelamin anak yang dilahirkan kelak. Nah, setelah mengetahui fakta di balik mitos ini, diharapkan Anda bisa lebih bijak dalam menyikapi setiap informasi yang didapatkan. Jika Anda ragu atau tidak tahu pasti tentang informasi tersebut, lebih baik kroscek dengan membaca jurnal, bertanya pada dokter atau orang yang ahli di bidangnya. 

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar