Sukses

Beda Diet Vegan dan Vegetarian yang Perlu Anda Tahu

Kenali beda diet vegan dan vegetarian yang selama ini sering Anda salah artikan. Berikut perbedaan kedua diet tersebut.

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian orang masih tidak memahami beda diet vegan dan vegetarian. Acap kali diet vegan dikira sebagai kependekan dari vegetarian. Padahal, diet vegetarian dan vegan adalah berbeda, meski tetap memiliki beberapa persamaan. 

Supaya tidak tertukar-tukar, yuk cari tahu perbedaan diet vegetarian dan diet vegan lewat artikel ini. 

Jenis-jenis diet vegetarian

Diet vegetarian adalah ketika seseorang tidak mengonsumsi daging merah, unggas, ikan, makanan laut, serta makanan yang berasal dari produk hewan seperti susu dan telur. Namun sebenarnya, ada beberapa tipe diet vegetarian yang berbeda, tergantung dari jenis makanannya. 

Tidak semua orang yang menerapkan diet vegetarian harus secara kaku hanya mengonsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian saja. Seperti lakto-ovo vegetarian misanya, boleh mengonsumsi susu dan produknya (mentega, keju, krim, yoghurt) dan telur selain makanan di atas. 

Sementara itu, lakto vegetarian hanya boleh menambah konsumsi susu dan produknya, serta ovo vegetarian mengonsumsi telur. Ada pula jenis diet vegetarian yang bernama peskatarian. Meskipun menghindari daging dan unggas, penganut diet ini masih boleh mengonsumsi ikan. 

Bagi Anda yang tertarik ingin mencoba diet vegetarian tetapi masih belum yakin apakah akan kuat iman atau tidak, dapat mencoba tipe diet vegetarian yang paling fleksibel, yaitu fleksitarian. Penganut diet ini dapat fleksibel membagi waktu antara diet vegetarian, namun sesekali masih mengonsumsi daging, unggas, ikan, telur, dan susu. 

Bagaimana dengan diet vegan?

Diet vegan sebenarnya bisa disebut juga sebagai diet vegetarian yang lebih kaku. Pelaku diet ini benar-benar tidak boleh mengonsumsi daging merah, unggas, ikan, makanan laut, susu, dan telur. 

Pada dasarnya, diet vegan ini lahir dari prinsip kaum vegan yang tidak menginginkan kekerasan dan eksploitasi terhadap hewan. Jadi, bukan hanya menghindari makanan-makanan di atas, kaum vegan juga tidak mengonsumsi produk makanan yang berasal dari hewan, seperti gelatin, madu, albumin, dan kasein. 

Selain itu, umumnya kaum vegan juga menentang tindak kekerasan terhadap hewan seperti menolak menguji coba kosmetik kepada hewan, juga menolak membeli atau menggunakan pakaian yang terbuat dari kulit hewan asli, wol, dan sutera. 

Penganut diet ini juga tidak menggunakan produk kecantikan (seperti sabun, krim, atau losion) yang mengandung lilin lebah dan lemak hewan. Selain alasan kesehatan, kaum vegan melakukan diet ini karena berharap dapat menjadikan lingkungan lebih baik. Misalnya, mengurangi emisi karbon yang ditimbulkan akibat mengonsumsi bahan makanan hewani.

1 dari 2 halaman

Manfaat sehat diet vegetarian dan vegan

Tak heran banyak orang memilih melakukan diet vegetarian dan vegan, karena manfaat sehat menjalankan diet tersebut telah terbukti. Berbagai studi menemukan bahwa menjalankan diet vegetarian dan vegan dapat menurunkan berat badan dengan efektif pada mereka yang overweight dan obesitas. Selain itu, kedua diet itu dapat menurunkan risiko diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung. 

Penelitian besar pada 2017 juga menemukan bahwa diet vegetarian dan vegan dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Penelitian yang baru-baru ini dilakukan menemukan, diet vegetarian dan vegan dapat menurunkan peradangan, stres oksidatif, radikal bebas, serta menurunkan risiko penyakit ginjal kronis.

Melakukan diet vegetarian dan vegan tentunya didasari oleh prinsip yang mulia, baik untuk kesehatan maupun kebaikan lingkungan. Namun demikian, ada beberapa hal terkait nutrisi dan kesehatan yang perlu diperhatikan pelaku diet vegetarian dan vegan. 

Kaum vegetarian dan vegan berisiko kekurangan beberapa zat gizi tertentu, yang umumnya banyak atau hanya bisa didapatkan dari bahan makanan hewani. Yaitu, protein, zat besi, kalsium, zinc, vitamin D, vitamin B3, B6, B12, dan asam lemak omega-3.

Untuk mengatasinya, pelaku diet vegetarian dan vegan dapat berkonsultasi dengan dokter gizi untuk mendapatkan saran mengenai pola makan dan mengantisipasi kekurangan nutrisi. Dokter gizi dapat menyarankan Anda untuk mengonsumsi makanan yang difortifikasi dengan zat gizi yang dibutuhkan, atau mengonsumsi suplemen bila perlu.

Jadi, kini Anda sudah mengenal beda diet vegan dan vegetarian. Tidak hanya menghindari sumber pangan hewani seperti kaum vegetarian, penganut diet vegan tidak memakai produk yang berasal dari hewan. Meski begitu, karena keduanya sama-sama mengutamakan sumber makanan nabati, penganut diet vegetarian dan vegan cenderung lebih mudah memiliki berat badan ideal.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar