Sukses

Kenali Fakta di Balik Gangguan Kejiwaan Megalomania

Kenal dengan orang yang selalu merasa dirinya “lebih” dibandingkan orang lain? Bisa jadi ia menderita gangguan kejiwaan megalomania.

Klikdokter.com, Jakarta Dalam dunia kesehatan, gangguan kejiwaan megalomania digolongkan dalam gangguan kepribadian narsistik. Sedangkan menurut kamus Cambridge, megalomania adalah seseorang yang memiliki keinginan kuat namun tidak lazim terhadap kontrol dan kekuasaan, atau berpikir bahwa mereka lebih penting atau berkuasa dibandingkan kenyataannya.

Menurut DSM-5 (Diagnostic and Statistic Manual of Mental Disorders), panduan diagnosis gangguan mental yang dibuat oleh American Psychiatric Association, gangguan kepribadian narsistik adalah seseorang yang selalu  membutuhkan rasa ingin dikagumi orang lain, namun kurang memiliki rasa empati.

Gejala megalomania

Umumnya, gejala gangguan jiwa ini akan muncul saat penderita berusia dewasa muda, dan dapat ditemukan dalam beberapa situasi, misalnya situasi pekerjaan atau keluarga.

Orang dengan gangguan kepribadian narsistik ini biasanya akan memilki gejala sebagai berikut:

  • Merasa dirinya penting.
  • Adanya khayalan mengenai sukses yang tidak terbatas, kekuasaan, kecemerlangan, kecantikan, atau cinta yang ideal.
  • Kepercayaan bahwa dirinya merupakan individu yang spesial atau istimewa, serta hanya dapat dipahami atau hanya dapat bergaul dengan orang atau institusi lain yang spesial atau berstatus tinggi.
  • Kebutuhan akan kekaguman dari orang lain yang berlebihan.
  • Merasa memiliki hak lebih.
  • Berperilaku suka memanfaatkan atau mengeksploitasi orang lain.
  • Kurangnya rasa empati.
  • Sering cemburu terhadap orang lain, atau merasa bahwa orang lain memiliki kecemburuan terhadap dirinya.
  • Berperilaku sombong dan angkuh.

Lebih lanjut, mereka dengan gangguan megalomania mungkin menunjukkan gejala-gejala berikut:

  • Angkuh dan merasa dirinya sangat penting.
  • Merasa dapat menyelesaikan masalah apapun yang ada. Sering kali juga berperilaku manipulatif sebagai cara  untuk meraih kekuasaan.
  • Merasa serba bisa. Terkadang orang dengan megalomania akan berusaha “menguji” orang lain dengan tujuan membandingkan dirinya sendiri dan orang tersebut, namun selalu merasa lebih baik dari orang lain.
  • Tidak dapat mengakui kesalahan ataupun belajar dari kesalahan.
  • Bersifat narsistik dan mementingkan citra diri.
  • Kepedulian berlebihan terhadap reaksi orang lain akan perkataan atau perbuatannya. Jika reaksi orang lain negatif, maka orang dengan megalomania akan menganggap bahwa ada masalah pada orang tersebut
  • Kesombongan, yang didukung dengan ego yang kuat. Hal ini muncul akibat merasa lebih superior dibandingkan orang lain.
1 dari 2 halaman

Dampak megalomania

Penyebab pasti munculnya gangguan kejiwaan megalomania ini belum diketahui. Tapi kemungkinan besar rumit dan dapat berkaitan dengan berbagai faktor.

Contohnya, gangguan kepribadian narsistik dihubungkan dengan faktor lingkungan, seperti hubungan orang tua dan anak yang tidak serasi. Bahkan kritik berlebihan terhadap anak juga bisa menyuburkan bibit gangguan jiwa ini.

Ekspektasi berlebihan dari orang tua, memanjakan anak secara berlebihan, dan pelecehan juga dapat menyebabkan gangguan ini. Selain faktor lingkungan, faktor genetik pun kemungkinan juga berpengaruh.

Orang dengan megalomania dapat memiliki berbagai masalah kesehatan jiwa lainnya, misalnya saja kesulitan berelasi, masalah di pekerjaan atau sekolah, depresi dan kecemasan, penyalahgunaan alkohol atau zat terlarang, keinginan bunuh diri, dan lain sebagainya. Sering kali masalah kesehatan inilah yang mendorong mereka untuk berobat.

Sayangnya, tidak ada obat khusus yang dapat menyembuhkan kelainan megalomania ini. Namun, bukan berarti tidak dapat ditangani. Jika mereka yang mengalami gangguan kejiwaan megalomania berkonsultasi dengan dokter yang tepat, atau ahli kejiwaan, maka dapat diberi psikoterapi.

Terapi tersebut juga tidak terbatas pada penderita saja, namun akan lebih baik apabila melibatkan orang terdekatnya pula.

Gangguan kejiwaan megalomania terkadang dianggap sepele. Tapi hati-hati, dampaknya bisa berbahaya bagi kesehatan mental pengidapnya. Oleh sebab itu, kenali gejala megalomania sejak dini, dan segeralah berkonsultasi dengan dokter bila Anda merasa mengalaminya atau melihat orang terdekat mengidap gangguan kejiwaan ini.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar