Sukses

Brexting, Menyusui Sambil Main Gawai, Apa Efeknya?

Menyusui sambil main gawai atau brexting sering dilakukan oleh sebagian ibu. Namun sebenarnya ada efek negatif yang menyertainya.

Klikdokter.com, Jakarta Menyusui sambil main gawai atau brexting yang dilakukan sebagian ibu menyusui sebenarnya bukanlah multitasking yang bisa dibanggakan. Tanpa disadari ada sederet efek negatif yang ternyata menyertai kebiasaan ini.

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, brexting merupakan gabungan dari istilah breastfeeding dan texting. Sesuai namanya, brexting adalah aktivitas yang dilakukan oleh ibu saat menyusui sambil asyik bermain dengan ponselnya.

Lumrah tapi berdampak buruk

Fenomena brexting bukanlah hal yang asing. Anda bisa dengan mudah menjumpainya – ibu-ibu yang menyusui atau menggendong bayi sambil bermain gawai – di pusat perbelanjaan atau bahkan di rumah sendiri. Atau mungkin Anda sendiri juga melakukannya.

Meski kerap dianggap lumrah karena wanita pada dasarnya adalah makhluk yang multitasking, tetapi brexting memiliki konsekuensi yang cukup serius. Tanpa disadari kebiasaan ini bisa memengaruhi hubungan ibu dan anak.

Perlu diketahui saat bayi menyusu, si Kecil akan sering memandang ibunya. Seharusnya, kondisi tersebut bisa Anda manfaatkan untuk memberikan stimulasi-stimulasi yang penting bagi tumbuh kembangnya.

Beberapa jenis stimulasi yang bisa Anda lakukan sambil menyusui si Kecil misalnya mengajaknya berbicara, bernyanyi, mengelus, atau mengusap-usap. Saat Anda melakukan itu, bayi yang sedang menyusu akan mendapatkan rasa aman dan nyaman. 

Si Kecil juga bisa belajar untuk memberikan respons kenyang, lapar, haus, dan lain-lain yang perlu ditanggapi oleh ibu. Dengan saling menatap, ibu menjadi tahu bagaimana “ciri khusus” buah hatinya dalam menyampaikan sesuatu, meski dia belum bisa berbicara. 

Beda halnya bila yang ibu lakukan hanya menatap layar gawai, Anda tentu akan melewatkan segala momen interaksi menarik dengan buah hati. Selain itu, ibu pun jadi tak tahu apakah perlekatan mulut bayi ke payudara sudah tepat, apakah posisi bayi sudah nyaman, apakah bayi benar-benar menyusu atau tidak, dan lain-lain. 

Minggu-minggu dan bulan-bulan pertama kehidupan bayi adalah masa yang sangat penting baginya untuk membangun hubungan yang erat dengan ibunya. Sehingga ibu perlu fokus dalam memberikan perhatian kepada si Kecil. Namun meski minggu dan bulan-bulan pertama kehidupan sudah berlalu, bukan berarti Anda bisa melakukan brexting setelahnya, lo. 

“Pasalnya, menurut para pakar. Brexting dapat menimbulkan gangguan cemas pada bayi di masa depan karena kurangnya rasa aman yang ia dapatkan dari ibunya,” jelas dr. Sepriani.

Bagaimana jika ada yang mesti dilakukan dengan ponsel?

Informasi mengenai dampak buruk dari brexting ini bukannya sama sekali melarang Anda untuk membuka ponsel. Apalagi bila Anda adalah seorang ibu pekerja, tentu ada banyak urusan pekerjaan yang sering dikomunikasikan lewat ponsel.

Dalam beberapa kondisi, ponsel sebenarnya bisa menyelamatkan ibu dari rasa bosan dan kelelahan. Bahkan untuk ibu bekerja juga bisa memakai ponsel untuk menyelesaikan pekerjaannya. Jadi untuk mengakali kondisi tersebut dr. Sepri menyarankan Anda untuk memegang ponsel saat si bayi sedang terlelap saja.

Pada umumnya ada dua kondisi bayi menyusu, yakni dia menyusu sambil tersadar atau dia menyusu sambil tertidur. Saat bayi yang menyusu mulai mengantuk lalu tertidur, di situlah Anda boleh membuka ponsel Anda. Tetapi ketika dia sudah terbangun, maka letakkan lagi ponsel tersebut dan berikan lagi perhatian kepadanya.

Menyusui sambil main gawai alias brexting bisa memberikan dampak buruk terhadap ikatan antara ibu dan anak. Oleh karena itu, memilih waktu yang tepat untuk memakai gawai sangat berperan penting. Anjuran untuk para ibu menyusui jika ingin memakai gawai, lakukan hanya ketika anak terlelap. Saat anak terjaga dan menyusu, berikan ia perhatian penuh agar tercipta ikatan yang kuat antara Anda dan si Kecil.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar