Sukses

Suka Menghabiskan Sisa Makanan Pasien? Ini Risikonya!

Anggota keluarga sering menghabiskan sisa makanan pasien karena pasien sering tidak doyan makanan rumah sakit. Apa risiko kebiasaan ini?

Klikdokter.com, Jakarta Makanan rumah sakit sering kali dianggap hambar oleh sebagian pasien. Maka ketika mereka tidak mau menyentuh asupan buatan rumah sakit, anggota keluarga yang menunggui langsung menghabiskan sisa makanan pasien.

Meski terkesan sepele dan umum, kebiasaan ini ternyata ada risikonya. Maka jika Anda punya kebiasaan melahap sisa makanan kerabat Anda yang dirawat di rumah sakit, hentikan sekarang juga, ya.

Risiko tertular penyakit

Menyantap sisa makanan pasien sering dilakukan oleh anggota keluarga yang menunggui kerabatnya di rumah sakit. Namun kebiasaan ini bukan tak mungkin membuat siapa pun yang memakan makanan tersebut malah jatuh sakit. Apalagi jika daya tahan tubuh sedang lemah. 

Ingat, rumah sakit bisa menjadi salah satu tempat berkumpulnya orang-orang yang membawa kuman penyakit. Dengan demikian, risiko tertular penyakit pun juga ikut meningkat.

Dituturkan oleh dr. Alvin Nursalim, SpPD, dari KlikDokter, akan jauh lebih baik jika sisa makanan pasien tidak sampai dimakan orang lain, apalagi jika makanan tersebut dimakan dari wadah yang sama.

“Itu karena penyakit seperti infeksi virus banyak yang bisa ditularkan lewat air liur, saat pasien bersin, atau dari batuknya. Ketika makan, semua itu bisa menempel di alat makan pasien,” kata dr. Alvin menjelaskan.

Lantas, bagaimana jika penyakit pasien tidak menular?

“Sama saja. Intinya jangan. Jika memang si pasien tidak suka dengan makanannya atau sedang tidak nafsu makan, lebih baik dari awal dipisahkan saja makanan tersebut di piring lain. Jadi jika yang menunggu pasien memakannya, itu bukanlah makanan sisa yang berisiko,” jawab dr. Alvin.

1 dari 2 halaman

Memengaruhi penilaian terhadap kondisi pasien

Makanan untuk pasien di rumah sakit tak bisa disamakan dengan menu makanan di rumah. Menu makanan di rumah sakit adalah bentuk dari pelayanan gizi yang telah disesuaikan dengan keadaan pasien berdasarkan kondisi klinis, status gizi, dan status metabolisme tubuhnya. Mulai dari jumlah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, hingga asupan cairan. Begitu pula dengan semua pantangan yang tak boleh dikonsumsi pasien. Semuanya direncanakan sedemikian rupa demi kesembuhan pasien.

Tak sekadar menyiapkan, tim terapi gizi rumah sakit pun akan memantau apakah kebutuhan nutrisi pasien sudah terpenuhi atau belum. Bila selama pasien dirawat di rumah sakit malas makan dan Anda menghabiskan sisa makanannya, bukan tak mungkin tim terapi gizi menyimpulkan bahwa kebutuhan nutrisi pasien sudah terpenuhi dan nafsu makannya sudah meningkat.

Dari situ, ini bisa berujung pada pasien yang tidak mendapatkan perawatan yang semestinya. Atau bisa saja ini akan menjadi pertimbangan dokter untuk memulangkan pasien karena kondisinya dianggap sudah membaik, tanpa mengetahui bahwa makanan pasien habis oleh orang-orang yang menjenguk atau menemaninya. Nah, ini bisa membahayakan pasien itu sendiri. Jadi menghabiskan sisa makanan pasien juga bisa berpengaruh terhadap penilaian tim medis terhadap kondisi fisik pasien.

Bijaknya, apabila pasien tidak menghabiskan makanan karena tidak nafsu makan atau karena alasan apa pun, laporkan saja ke perawat atau dokter yang menanganinya. Nantinya, ini akan dijadikan evaluasi dalam laporan perkembangan kesehatan pasien.

Jadi, karena alasan itulah Anda seharusnya tidak menghabiskan sisa makanan pasien yang tengah dirawat inap di rumah sakit, entah karena kelaparan atau merasa mubazir. Ingat, menu makanan yang disajikan khusus untuk pasien sudah disesuaikan dengan kondisi klinis, status gizi, dan status metabolisme tubuhnya. Pemenuhan nutrisinya pun akan berdampak pada proses pemulihan pasien.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar