Sukses

Polusi Udara dan Kebisingan Lalu Lintas Picu Risiko Kardiometabolik

Jangan remehkan polusi udara dan kebisingan lalu lintas, karena ternyata bisa memicu risiko kardiometabolik. Simak penjelasannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Saat ini, penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu di dunia. Pemicunya beragam, seperti gaya hidup yang buruk dan tekanan darah tinggi. Bahkan polusi udara dan kebisingan lalu lintas di kota-kota besar ternyata juga bisa meningkatkan risiko kardiometabolik (penyakit terkait jantung dan metabolik). Padahal, beberapa kota besar di Indonesia – seperti Jakarta – memiliki kadar polusi udara yang tinggi.

Menurut data yang diterbitkan AirVisual, kualitas udara di Jakarta kerap masuk ke dalam jajaran sepuluh besar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Asap knalpot kendaraan dari padatnya lalu lintas dan asap pabrik merupakan beberapa penyebab buruknya kualitas udara Jakarta.

Bahaya polusi udara bagi penyakit kardiometabolik

Tingginya tingkat polusi udara juga biasanya diikuti dengan tingginya tingkat kebisingan transportasi. Kondisi ini disebabkan oleh kendaraan yang merupakan salah satu penyumbang polusi udara paling banyak, khususnya di kota-kota besar.

Selain polusi udara, ternyata kebisingan lalu lintas yang terdiri dari sejumlah alat transportasi seperti mobil, kereta api, dan pesawat terbang juga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular serta diabetes. Hal ini ditunjukkan oleh penelitian yang dilakukan oleh The Swiss Tropical and Public Health Institute.

Penelitian ini mempelajari efek gabungan dari polusi udara dan kebisingan transportasi serta kaitannya dengan kematian akibat serangan jantung di Swiss antara tahun 2000 hingga 2008. Studi tersebut menunjukkan bahwa risiko serangan jantung meningkat 5,2 persen untuk setiap peningkatan 10 μg /m3 dari konsentrasi partikel polutan.

Penelitian ini juga menemukan bahwa orang yang terpapar polusi udara dan kebisingan memiliki risiko serangan jantung tertinggi. Oleh karena itu, efek polusi udara dan kebisingan bersifat saling menguatkan.

Beberapa penelitian sebelumnya juga sudah menyimpulkan dampak buruk dari polusi udara dan kebisingan. Di sisi lain, kebisingan udara berhubungan dengan tingginya kadar trigliserida, kolesterol HDL, dan glukosa puasa yang tinggi.

Hidup sehat bebas polusi

Polusi udara merupakan ancaman bagi kesehatan manusia. Namun kabar baiknya, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki kualitas udara di lingkungan sekitar Anda. 

Beberapa contoh perilaku sederhana yang dapat membantu memperbaiki kualitas udara sehingga Anda bisa terhindar dari penyakit akibat polusi udara antara lain:

  • Jangan merokok dan hindari paparan asap rokok.
  • Hindari menggunakan kendaraan pribadi. Lebih baik Anda memakai kendaraan umum menuju tempat aktivitas Anda.
  • Berjalan atau bersepeda ke kantor dapat menjadi alternatif yang menyehatkan untuk fisik Anda, sekaligus menurunkan kadar polusi udara.
  • Gunakan masker selama beraktivitas di luar. Masker (surgical mask) yang umum digunakan sebenarnya tidak efektif untuk menyaring partikel polutan yang kecil. Penggunaan masker N95 dapat dipertimbangkan untuk meminimalkan paparan polusi pada diri Anda.

Terbukti bahwa masalah tingginya polusi udara dan bisingnya lalu lintas tidak bisa diremehkan begitu saja. Ada banyak efek negatif dari keduanya yang memengaruhi kesehatan masyarakat kota besar.

Polusi udara dan kebisingan lalu lintas dapat meningkatkan risiko kardiometabolik. Jika kondisi ini semakin berlarut-larut, tentu akan menurunkan kualitas hidup masyarakat kota metropolitan seperti Jakarta. Untuk itu, masyarakat harus berperan aktif memperbaiki kualitas udara di sekitar tempat tinggal. Beberapa langkah sederhana yang dipaparkan di atas juga bisa Anda lakukan  untuk membuat udara menjadi lebih bersih.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar