Sukses

4 Tips Menyimpan ASI Perah Saat Listrik Mati

Agar stok ASI perah tidak basi saat listrik mati, ini tips menyimpan ASI perah yang bisa Anda lakukan.

Klikdokter.com, Jakarta Fenomena listrik mati selama berjam-jam pada hari Minggu (4/8) kemarin di sebagian wilayah pulau Jawa bikin banyak orang khawatir. Para ibu yang biasa menyimpan ASI perah dalam lemari es atau freezer jadi panik karena takut stok ASI perah jadi basi.

Hal ini bisa dimaklumi karena ketika listrik padam, lemari es pun otomatis mati. Inilah sumber ketakutan para ibu menyusui bahwa stok ASI perah mereka bakal rusak dan tak lagi bisa dikonsumsi oleh si Kecil. Perjuangan para ibu menyusui dalam memompa ASI pun terancam sia-sia.

Tips menyimpan ASI perah saat listrik padam

Padamnya aliran listrik – apalagi jika berlangsung selama berjam-jam – tentu saja akan memengaruhi kualitas ASI perah. Meski demikian, Anda tidak perlu terlalu panik. Ada beberapa cara yang bisa Anda laukan agar stok ASI perah tersebut masih bisa diselamatkan. Berikut tips yang bisa Anda lakukan:

1. Jangan buka tutup freezer terlalu sering

Entah karena khawatir, Anda jadi lebih sering mengintip ke dalam freezer untuk mengecek kondisi ASI perah. Namun, menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, hal tersebut justru bisa membuat suhu freezer makin tak stabil dan cepat menghangat. Ujung-ujungnya, ASI perah jadi mudah basi.

“Penasaran dengan kondisi ASI wajar-wajar saja, tetapi Anda tidak boleh terlalu sering membuka dan menutup pintu freezer. Pada dasarnya, freezer masih bisa mempertahankan suhu dingin apa pun di dalamnya tanpa listrik selama beberapa jam. Jika Anda sebelumnya sudah mengelilingi stok ASI perah dengan banyak ice pack, ASI perah bisa bertahan selama sekitar 5-6 jam,” kata dr. Karin menjelaskan.

2. Freezer harus terisi penuh

Jagalah suhu di dalam freezer dengan mengisi celah yang kosong. Misalnya dengan bongkahan atau kantong-kantong es batu, blue ice, atau ice gel. Isi freezer akan lebih tahan beku dengan kondisi botol atau kantong ASIP di dalamnya yang padat dan rapat.

3. Simpan di dalam kotak pendingin (cooler box) berukuran besar

Sebagian ibu menyusui hanya memiliki cooler box berukuran kecil untuk membawa stok ASI perah. Padahal menurut dr. Karin, kemampuan cooler box kecil dalam mempertahankan kualitas ASI hanya 4-6 jam.

“Beda halnya bila Anda menyimpannya di dalam cooler box yang besar. Ketahanan ASI bisa terjaga selama sekitar 8-10 jam,” ungkapnya.

Kalau di rumah hanya ada cooler box berukuran kecil, Anda bisa mencoba meletakkan beberapa ice pack di dalamnya dan simpan ASIP secukupnya. Bila ada stok kantong es batu, Anda juga menambahkannya ke dalam kotak tersebut. Semakin banyak benda yang mengelilingi stok ASIP, maka semakin kecil risikonya untuk cepat basi.

4. Bawa stok ASI ke tempat-tempat yang masih memiliki aliran listrik

Jika listrik yang padam sudah berlangsung selama berjam-jam, pindahkan ASI perah ke dalam cooler box (dengan melakukan cara seperti pada poin 3), kemudian bungkus dengan handuk atau selimut, lalu bawa ke tempat yang masih dialiri listrik. Misalnya rumah teman atau kerabat yang punya freezer (dan generator), mal, hotel, rumah sakit, dan lain-lain.

Jika ASI perah telanjur mencair, jangan lantas membuang semuanya. Pasalnya, ASI perah beku yang sudah mencair sempurna bisa tahan 24 jam. Prioritaskan untuk meminumkan bayi ASI perah yang sudah mencair terlebih dulu. Selagi tidak menyusui langsung, Anda bisa kembali memompa ASI. ASI perah yang sudah cair sempurna tidak boleh dibekukan kembali karena akan merusak kandungan nutrisinya.

Itulah beberapa tips menyimpan ASI perah saat listrik mati, yang bisa Anda lakukan. Jika mendapati ASI perah tampak menggumpal, terlihat seperti adanya pemisahan cairan, serta perubahan aroma dan rasa (menjadi asam), dengan berat hati ASI perah tersebut harus dibuang.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar