Sukses

Tips Meredakan Nyeri Otot Usai Olahraga

Sebenarnya nyeri otot usai olahraga biasa terjadi. Namun, Anda bisa mengatasinya dengan tips meredakan nyeri otot berikut.

Klikdokter.com, Jakarta Munculnya keluhan nyeri otot usai olahraga sebenarnya hal yang umum terjadi. Pada dasarnya kondisi ini juga tidak menandakan adanya penyakit tertentu.  Namun, tak jarang timbulnya rasa nyeri ini justru bisa membuat orang malas untuk olahraga. Padahal Anda bisa meredakan nyeri otot dengan tips yang tepat.

Dalam dunia medis, keluhan nyeri otot ini dikenal juga dengan istilah delayed onset muscle soreness (DOMS). Walaupun dinamakan DOMS, keluhan ini tidak hanya terbatas pada nyeri otot, namun bisa juga berupa kurangnya kekuatan otot atau keterbatasan gerak persendian (range of motion).

Bisa dialami siapa saja

Nyeri otot usai berolahraga ini dapat ditemui kapan pun, terutama saat memulai program olahraga baru, mengganti rutinitas olahraga, atau saat meningkatkan jangka waktu maupun intensitas dari olahraga rutin Anda. Pada umumnya, keluhan DOMS dirasakan dalam satu atau dua hari pasca olahraga.

Munculnya keluhan ini dipercaya disebabkan oleh robekan berukuran super kecil (mikro) pada serabut otot, yang terjadi saat berolahraga. Hal tersebut dapat menyebabkan peradangan dan peningkatan aliran darah pada area otot tersebut.

Lebih lanjut, reseptor nyeri pada sel otot akan terstimulasi, sehingga menjadi sensitif terhadap pergerakan. Tidak perlu khawatir, robekan otot ini bersifat sementara saja, dan dalam proses penyembuhannya dapat melatih otot menjadi lebih kuat, sehingga dapat menerima beban yang lebih berat.

Redakan nyeri otot dengan langkah mudah ini

Walaupun merupakan keluhan yang sering kali terjadi, nyeri otot usai berolahraga sangat mungkin menyebabkan Anda merasa kurang nyaman. Jika keluhan ini muncul, ada beberapa tips yang bisa diterapkan.

1. Memijat area yang terasa nyeri

Berdasarkan penelitian, pijat dapat mengurangi keluhan nyeri, terutama apabila dilakukan dalam 48 jam pasca berolahraga. Jika Anda tidak mungkin pergi ke tempat pijat, Anda dapat melakukannya sendiri di area yang terasa nyeri.

Penggunaan alat bantu pijat, seperti foam roller atau bola tenis, dapat Anda coba juga. Beberapa penelitian berskala kecil menyarankan penggunaan pressure garment (semacam kain elastis yang memberikan tekanan saat digunakan).

2. Perbanyak sumber protein

Usahakan konsumsi berbagai sumber makanan yang mengandung protein, misalnya seperti susu dan kacang-kacangan. Cara ini dinilai dapat membantu mempercepat proses penyembuhan.

3. Lakukan dengan teknik yang tepat

Saat melakukan olahraga, perhatikan agar melakukannya dengan cara atau teknik yang tepat. Jika sudah terbiasa latihan dengan teknik yang benar, baru pertimbangkan untuk meningkatkan latihan ke tahap berikutnya.

Jadi, jika muncul nyeri pasca olahraga, jangan takut untuk melakukan olahraga keesokan harinya. Anda dapat menyiasatinya dengan melatih otot yang berbeda. Misalnya, jika yang nyeri adalah otot-otot lengan, Anda dapat melatih otot kaki dahulu.

Solusi lainnya, Anda dapat berolahraga ringan dahulu jika masih terasa nyeri, misalnya yoga atau latihan peregangan otot.

Periode sebelum dan setelah berolahraga juga sebaiknya jangan disepelekan. Sebelum olahraga, biasakan untuk melakukan pemanasan. Apabila Anda akan melakukan latihan yang lebih berat, perpanjang waktu pemanasan.

Saat selesai berolahraga, lakukan juga pendinginan. Contohnya, Anda dapat berjalan santai selama 10 menit, kemudian melakukan peregangan (stretching).

DOMS sendiri sebenarnya merupakan suatu tanda otot sedang beradaptasi pada aktivitas olahraga yang baru. Jika otot sudah beradaptasi, kali berikutnya Anda berolahraga biasanya rasa nyeri yang timbul akan lebih ringan atau sedikit. Selain itu proses penyembuhannya pun menjadi lebih cepat.

Jadi, jangan biarkan nyeri otot usai olahraga mengganggu rutinitas Anda untuk menjaga kesehatan. Anda bisa meredakan nyeri otot tersebut dengan kiat yang disarankan di atas. Meski demikian jika nyeri tersebut tidak kunjung hilang setelah beberapa hari, Anda mungkin perlu periksa ke dokter untuk melihat apakah ada kondisi yang memerlukan penanganan lebih serius.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar