Sukses

Memerah ASI dengan Tangan atau Pompa ASI, Mana yang Lebih Baik?

Bagaimana cara terbaik untuk memerah ASI? Dengan tangan atau menggunakan pompa ASI? Berikut ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta ASI merupakan asupan nutrisi yang harus dipenuhi bagi si Kecil. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ibu terkadang harus memerah ASI. Namun pertanyaan yang sering diajukan adalah memerah ASI itu akan lebih baik dengan tangan atau pompa ASI. Menyambut Pekan ASI Sedunia, pengetahuan tentang bagaimana memerah ASI secara tepat juga perlu dikuasai oleh para ibu. 

Sesuai anjuran agar kesehatan si Kecil optimal, air susu ibu (ASI) dianjurkan untuk dikonsumsi secara eksklusif selama enam bulan pertama. Kemudian dilanjutkan hingga si Kecil setidaknya berusia dua tahun. Namun ada kalanya ibu tak dapat menyusui si Kecil secara langsung, misalnya saat ibu harus bekerja.

Bekerja tak menjadi halangan bagi ibu untuk memberikan ASI untuk si Kecil. Ibu dapat memerah ASI dan menyimpannya sehingga si Kecil dapat mengonsumsi ASI perah saat ibu tidak sedang bersamanya. ASI perah yang disimpan dan dihangatkan dengan cara yang tepat memiliki kandungan nutrisi yang hampir sama dengan ASI yang diberikan secara langsung.

Untuk memerah ASI, sebagian ibu bisa menggunakan pompa ASI, baik itu berupa pompa ASI manual atau elektrik. Selain itu juga bisa menggunakan single pump atau double pump. Sebagian ibu lainnya lebih suka memerah ASI dengan tangan. Berikut ini kelebihan dan kekurangan dari masing-masing cara memerah ASI.

1 dari 3 halaman

Memerah ASI pakai alat pompa ASI

Salah satu kelebihan memerah ASI menggunakan pompa ASI adalah membutuhkan waktu yang tidak lama. Jika ibu menggunakan pompa ASI elektrik double breastpump yang langsung memerah ASI dari kedua payudara secara bersamaan, umumnya dibutuhkan waktu sekitar 10 menit dalam satu momen memerah ASI. Jika ibu menggunakan single pump, setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit.

Kelebihan lainnya adalah tangan ibu tak perlu memegangi botol ASI atau memijat payudara secara terus menerus karena kedua tugas tersebut sudah dilakukan oleh pompa ASI. Ibu yang memerah ASI dengan pompa suka memanfaatkan tangannya untuk menelepon si Kecil atau memandangi foto si Kecil dari gawainya saat momen memerah ASI dilakukan.

Selain itu, jika ibu menggunakan pompa elektrik, ibu tak perlu mempelajari teknik memerah tertentu karena teknik dan kecepatan perahnya diatur langsung oleh mesin pompanya. 

Meski terbilang mudah, perlu juga dipertimbangkan bahwa memompa ASI mengharuskan ibu membawa alat pompa tersebut ke mana pun ibu pergi. Terutama jika ibu menggunakan pompa elektrik, sebagian pompa berukuran cukup besar dan agak berat. Lebih lanjut, pompa ASI elektrik juga tidak berfungsi jika listrik mati atau baterai habis.

Walaupun waktu untuk memerah ASI dengan pompa lebih cepat dibandingkan memerah ASI dengan tangan, dibutuhkan pula waktu untuk melepas dan membersihkan setiap komponen pompa ASI dengan baik. Dan jika ada komponen pompa yang tak terpasang dengan baik atau mengalami kerusakan, pompa ASI bisa tak berfungsi sama sekali.

Bagi sebagian ibu, pompa ASI juga bersifat cocok-cocokan. Beberapa ibu harus gonta ganti berbagai jenis pompa sampai menemukan pompa yang dianggap paling optimal untuk memerah ASI dari payudaranya. Pompa ASI juga terkadang menyakitkan untuk digunakan saat kulit payudara mengalami lecet.

2 dari 3 halaman

Memerah ASI dengan tangan

Meski terkesan ketinggalan zaman, memerah ASI dengan tangan memiliki beberapa kelebihan. Pertama, pada umumnya cara ini bisa menghasilkan ASI perah lebih banyak dibandingkan memompa ASI. Hal ini karena ibu bisa mengatur sendiri tekanan perahannya, dan ibu juga merasakan dengan tangannya di mana saja bagian payudara yang masih memiliki ASI untuk dikeluarkan. Dengan demikian, ASI bisa dikeluarkan dengan maksimal hingga payudara benar-benar kosong.

Selain itu, memerah ASI dengan tangan tak membutuhkan alat apa pun selain tangan ibu sendiri. Oleh karena itu, cara ini lebih praktis dan ringkas. Hanya butuh air bersih dan sabun untuk mencuci tangan ibu, serta botol untuk menyimpan ASI perahnya.

Namun demikian, ibu harus mengerti teknik memerah ASI yang tepat agar ASI bisa keluar dengan optimal. Teknik pemijatan payudara dan pemerahan ASI dengan tangan ini gampang-gampang susah. Ada ibu yang bisa melakukannya dengan mudah, ada juga ibu yang harus dibantu terlebih dahulu oleh konselor laktasi pada masa awal mulai memerah ASI. Namun jika ibu sudah terbiasa melakukannya, memerah ASI dengan tangan sebenarnya mudah untuk dilakukan.

Dari segi waktu, memerah ASI dengan tangan umumnya membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dibandingkan dengan memompa ASI. Sebagian besar ibu membutuhkan waktu setidaknya 20 menit untuk memerah ASI dengan tangan.

Sebagian ibu juga mengeluhkan bahwa memerah ASI dengan tangan cenderung lebih melelahkan. Hal ini karena satu tangan harus memerah payudara dan tangan lainnya memegangi botol susu dengan baik.

Mana yang lebih baik?

Jika dilakukan dengan cara yang benar, baik pompa ASI maupun memerah ASI dengan tangan sama baiknya. Ibu menyusui dianjurkan untuk mencoba kedua teknik tersebut. Ibu bisa menentukan sendiri cara mana yang dianggap paling cocok dan nyaman.

Akan lebih baik kalau ibu bisa menguasai cara memerah ASI dengan pompa ASI dan dengan tangan. Dengan demikian, jika ibu sedang tak membawa pompa ASI atau saat kulit payudara sedang lecet, memerah ASI dengan optimal masih bisa dilakukan dengan tangan. Sebaliknya, jika ibu sedang merasa kelelahan atau pegal pada tangan, memerah ASI juga tetap bisa dilakukan dengan nyaman menggunakan pompa ASI.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar