Sukses

5 Penyakit yang Ditandai Luka pada Bibir

Luka pada bibir dapat menjadi tanda suatu penyakit. Berikut ini adalah beberapa di antaranya.

Klikdokter.com, Jakarta Mengalami luka pada bibir bisa menurunkan tingkat kepercayaan diri seseorang. Selain itu, nyeri pada area luka tersebut tentu menimbulkan rasa tidak nyaman yang sangat mengganggu. Hal yang perlu Anda waspadai adalah luka pada bibir adalah jenis luka ini bisa jadi pertanda adanya penyakit tertentu.

Luka pada bibir yang perlu diwaspadai

Berikut ini merupakan beberapa penyakit yang sering muncul, ditandai dengan adanya luka di sekitar bibir, yaitu :

  1. Angular cheilitis

Kondisi ini merupakan peradangan yang terjadi di salah satu atau kedua sudut bibir. Umumnya, kondisi ini sering dialami oleh penderita HIV, tetapi tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pula pada anak-anak dan orang dewasa.

Pada orang dewasa, angular cheilitis sendiri biasanya terjadi karena pemakaian gigi palsu dan behel, sedangkan pada anak-anak biasanya disebabkan penggunaan pacifiers atau empeng. Tidak jarang pula, kondisi ini menjadi tanda seseorang mengalami defisiensi nutrisi vitamin B dan zat besi.  

Selain muncul rasa nyeri pada sudut bibir, umumnya penderita akan merasakan bibir yang terasa kering dan adanya rasa terbakar sesekali. Karena ada luka yang terbuka pada kondisi ini, tak jarang infeksi bakteri dan jamur ikut menyertai kondisi ini.

Pengobatan untuk kondisi ini disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Apabila bersifat ringan, pemberian pelumas seperti petroleum jelly dapat dioleskan di sudut bibir. Tetapi jika pada kondisi berat, pemberian antibiotik dan steroid dapat dipertimbangkan.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

  1. Dermatitis perioral

Dermatitis perioral awalnya hanya berbentuk kemerahan saja di sekitar mulut. Tetapi jika dibiarkan, dapat membentuk papul dan jerawat yang bisa menjadi luka. Keadaan ini umumnya terbatas pada daerah sekitar mulut dan dapat menyebar ke bagian wajah lainnya seperti hidung dan mata.

Dermatitis perioral ini umumnya banyak terjadi pada wanita dan anak–anak. Penyebab secara pasti penyakit ini tidak diketahui.

Tetapi, adanya penggunaan produk kecantikan seperti krim yang mengandung parafin dan isopropyl myristate dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami dermatitis ini. 

  1. Impetigo

Sering disebut juga dengan korengan, merupakan infeksi bakteri pada kulit yang sering dialami oleh anak–anak usia 2-5 tahun. Terdapat 2 jenis impetigo, krustosa dan bulosa.

Pada impetigo krustosa, biasanya akan tampak luka di daerah sekitar bibir disertai dengan krusta yang berwarna seperti madu kering. Sedangkan pada impetigo bulosa, akan memberikan gambaran lentingan besar yang berisi cairan berwarna kuning dan mudah pecah sewaktu-waktu.

Karena adanya campur tangan bakteri dalam penyakit ini, tak jarang terdapat gejala penyerta lainnya seperti demam, gatal dan pembesaran kelenjar getah bening di sekitar leher.

Penyakit ini pada dasarnya dapat disembuhkan dengan mudah, yaitu dengan pemberian antibiotik dan luka yang muncul dapat hilang tanpa bekas. 

2 dari 3 halaman

Selanjutnya (2)

  1. Herpes simpleks oral

Meski bukan suatu penyakit yang asing lagi, herpes simpleks merupakan salah satu penyakit menular seksual yang banyak terjadi di masyarakat. Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV).

Seperti yang sudah diketahui, HSV terdapat 2 tipe yaitu HSV tipe 1 yang menyebabkan herpes oral dan HSV tipe 2 yang menyebabkan herpes genital. Perlu diketahui bahwa penyakit herpes dapat saja kambuh sewaktu-waktu karena virus dapat menetap di ganglion saraf.

Sehingga, tidak menutup kemungkinan, apabila daya tahan tubuh sedang lemah, stres, atau pada pasien imunokompromais (HIV/AIDS, penggunaan obat-obatan steroid dalam jangka panjang), penyakit ini dapat mudah muncul.

Pada herpes simpleks oral, infeksi virus dapat ditularkan melalui kontak air liur dari penderita maupun adanya kegiatan oral seks. Tanda dan gejala awalnya adalah munculnya rasa sakit atau gatal di sekitar bibir, yang diikuti dengan munculnya lentingan yang berisi cairan bening.

Lentingan ini dalam 72 jam dapat berubah menjadi luka dalam atau ulkus dan akhirnya mengering dengan sendirinya. 

  1. Granuloma piogenik

Merupakan salah satu tumor yang terbentuk dari pembuluh darah dan banyak terjadi pada bayi, anak–anak bahkan dewasa, terutama pada ibu hamil. 

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya penyakit ini, tetapi diduga karena adanya trauma minor seperti iritasi kronis di bibir maupun adanya infeksi virus.

Granuloma piogenik tidak hanya terbatas pada bibir saja, melainkan dapat pula muncul di bagian tubuh lainnya seperti di daun telinga. 

Kondisi ini ditandai dengan adanya benjolan yang berwarna merah terang dan tumbuh secara cepat dalam 1-3 minggu, mudah berdarah jika di sentuh, serta memiliki lesi satelit (bintik-bintik merah) di sekitarnya.

Pengobatan untuk penyakit ini dapat dilakukan dengan teknik bedah beku, laser, maupun bedah eksisi (pengangkatan). 

Luka pada bibir belum tentu disebabkan oleh adanya trauma. Infeksi bakteri, virus, tumor maupun defisiensi nutrisi juga dapat menjadi penyebab munculnya keluhan tersebut. Jika Anda mengalami gangguan serupa dan berulang, jangan pernah malu dan ragu untuk berkonsultasi ke dokter terdekat untuk mencari tahu penyebabnya. 

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar