Sukses

Anak Mengeluh Sakit Gigi? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Saat anak mengeluh sakit gigi, orang tua biasanya khawatir. Padahal ada beberapa penyebab sakit gigi pada anak yang bisa Anda kenali.

Klikdokter.com, Jakarta Bukan hanya orang dewasa, anak juga bisa mengeluh sakit gigi.  Keluhan sakit gigi pada anak biasanya diakibatkan oleh beragam penyebab dan tidak selalu karena gigi berlubang. Lalu apa saja ya penyebab sakit gigi pada anak?

Penyebab sakit gigi pada anak

Ketika anak mengeluh sakit gigi, biasanya semua aktivitasnya langsung terganggu. Anak jadi malas makan, tidak mau menyikat gigi, bahkan malas pergi ke sekolah.

Faktanya, sakit gigi yang dialami anak tidak melulu karena ada gigi yang berlubang. Banyak faktor lain yang bisa memicu sakit gigi pada anak. Berikut beberapa masalah gigi yang serig dikeluhkan anak:

  1. Gigi tumbuh

Sebagian besar anak biasanya akan mengalami fase pergantian gigi dimulai saat usia 6 bulan dan akan selesai saat usia 30 bulan.

Pada fase ini anak tidak saja mengalami sakit gigi, tapi juga bisa mengalami gejala lainnya, seperti gusi meradang di tempat gigi yang akan tumbuh, tidur terganggu, banyak mengeluarkan air ludah, rasa ingin menggigit-gigit, badan lemas seperti kurang fit, hingga gangguan pencernaan.

Tak hanya itu, kehilangan selera makan, perubahan dalam jumlah konsumsi air putih atau susu, sering menggaruk-garuk telinga pada sisi yang sama dengan gigi tumbuh juga bisa memicu gigi terasa sakit.

Untuk mengatasinya, Anda dapat memberikan antinyeri yang mengandung paracetamol atau ibuprofen, serta memberikan buah atau teether yang didinginkan untuk meredakan sakitnya.

  1. Gigi patah

Di usia 2-3 tahun di mana anak sedang belajar jalan dan berlari biasanya rawan untuk mengalami jatuh, tersandung, terbentur yang mengakibatkan risiko untuk gigi patah.

Kondisi gigi anak yang patah tidak selalu berakibat fatal, tapi kadang bisa menyebabkan komplikasi ke masalah gigi lainnya, terutama pada anak yang belum bisa menjaga kebersihan gigi dan juga yang belum bisa berbicara dengan jelas.

Oleh karena itu, jika anak mengalami gigi patah, maka sebaiknya segera diperiksakan ke dokter gigi, agar bisa diketahui apakah cedera tersebut berakibat fatal atau tidak. 

Gigi yang patah sedikit bisa saja tidak diperlukan perbaikan sama sekali. Namun, jika patahnya lebih besar, maka bisa diperlukan tindakan penambalan gigi, bahkan pembuatan mahkota gigi tiruan. 

Jika pada gigi yang terkena trauma sampai menyebabkan perubahan warna menjadi abu-abu atau menghitam, kemungkinan sudah terjadi kerusakan pada pembuluh darah gigi. Namun biasanya hanya sementara, seperti terjadi memar saat gigi terkena benturan.

Namun pada kasus di mana warna gigi tidak kembali seperti semula, diperlukan pemeriksaan dokter gigi untuk melihat apakah ada gejala lainnya. Karena bisa jadi gigi mengalami infeksi atau kematian saraf, sehingga perlu dilakukan tindakan gigi. 

Pada usia kanak-kanak masih agak sulit untuk dilakukan tindakan gigi. Jadi, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter gigi spesialis gigi anak yang memiliki peralatan serta fasilitas lengkap untuk mendukung perawatan giginya. 

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Tambalan gigi anak lepas

Tambalan gigi anak lepas bisa menyebabkan sakit gigi karena lubang gigi yang tadinya tertutup kini terbuka. Biasanya gigi anak menjadi sensitif terhadap minuman panas atau dingin atau saat terkena hembusan udara dingin.

Jika anak Anda merasa kesakitan, maka bisa mengonsumsi obat pereda nyeri yang mengandung ibuprofen atau paracetamol yang mudah didapat di apotek. Selain itu, Anda bisa membantu meredakan sakit gignya dengan menggunakan minyak cengkeh yang diteteskan pada kapas kecil dan ditempelkan ke lubang giginya. 

Cara lainnya, Anda juga bisa membantu menutup lubang gigi dengan gulungan kapas kecil agar sakitnya berkurang. Tetapi, anjurkan si Kecil untuk menyikat gigi dengan pelan dan hati-hati di gigi tersebut dan sekitarnya. 

Jangan gunakan obat kumur karena dapat membuat gigi bertambah sakit. Dan terakhir, hindari makan buah-buahan yang memiliki biji kecil. Makanan yang terlalu manis, sulit dikunyah, terlalu renyah atau keras dan terlalu asam, karena dapat menambah kerusakan gigi tersebut.

  1. Makanan tersangkut di sela-sela gigi

Jika anak mengeluh sakit gigi mungkin saja ada makanan yang tersangkut di antara gigi-giginya. Hal ini dapat menyebabkan luka pada gusi yang bisa berlanjut menjadi infeksi gusi. Biasanya akan timbul gejala seperti sakit berdenyut yang spontan, bengkak pada gusi bahkan muncul demam. 

Makanan sejenis popcorn dan keripik biasanya sering menyebabkan terjadinya hal ini. Penyebab lainnya adalah serpihan kayu dari tusuk gigi atau efek dari menggigit kuku. 

Jika hal ini terjadi, segera bersihkan dengan benang gigi atau dental floss dengan gerakan pelan ke atas dan bawah, sampai ke bawah gusi agar sisa makanan tersebut terangkat.

Bisa juga gunakan tusuk gigi plastik dengan perlahan dan jangan berusaha mencongkelnya dengan terlalu keras, karena malah bisa mendorongnya untuk masuk ke celah yang lebih dalam lagi. Anda bisa juga menggunakan alat lain seperti interdental brush untuk mengatasinya.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua atau pengasuh untuk memahami dan memiliki pengetahuan jika anak mengeluh sakit gigi. Dengan memahami apa yang terjadi pada gigi si Kecil, Anda bisa melakukan langkah yang tepat, termasuk membawa si Kecil ke dokter gigi.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar