Sukses

Kuku Cantengan pada Bayi, Atasi dengan Cara Ini

Tahu, kan, rasa nyeri dan tak nyamannya cantengan? Tak hanya pada orang dewasa, kuku cantengan juga bisa dialami bayi. Atasi dengan cara ini.

Klikdokter.com, Jakarta Tentu Anda tahu nyeri dan rasa tak nyaman saat kuku – biasanya pada jari kaki – cantengan. Bukan cuma orang dewasa, cantengan juga bisa dialami bayi, yang membuatnya sering kali rewel dan menangis. Untuk mengatasinya, ada beberapa cara yang bisa Anda terapkan di rumah.

Cantengan, atau istilah medisnya paronisia, akibat pertumbuhan kuku yang tidak normal. Jika kuku harusnya tumbuh keluar, tetapi karena beberapa hal, kuku justru tumbuh ke dalam sehingga menusuk kulit di sekitar kuku.

Bayi yang kukunya mengalami cantengan biasanya jari di sekitar kukunya akan tampak melepuh, kemerahan, bengkak, dan terasa nyeri. Bahkan, pada beberapa kasus kuku bayi bisa infeksi sampai bernanah.

Salah satu penyebab cantengan pada bayi atau balita yang paling umum adalah kesalahan dalam menggunting kukunya—memotongnya terlalu dalam atau terlalu dekat dengan kulit.

Selain itu, menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid, dari KlikDokter, penyebab cantengan pada bayi lainnya adalah penggunaan kaus kaki dan – atau – sepatu yang terlalu ketat. Kondisi tersebut menyebabkan kuku susah untuk tumbuh, yang akhirnya tertahan di dalam kulit.

Cara mengatasi kuku cantengan pada bayi

Kuku cantengan pada bayi jelas bisa membuatnya jadi rewel karena kesakitan. Untuk mengurangi rasa sakit sekaligus mengatasinya, Anda bisa melakukan cara-cara di bawah ini.

  1. Bersihkan dengan sabun

Dokter Resthie menganjurkan agar orang tua rajin membersihkan kuku bayi dengan air sabun. Langkah ini penting untuk mencegah kuman tumbuh pada kuku bayi yang sedang cantengan.

“Anda bisa membersihkan kuku bayi dengan sabun antiseptik khusus bayi sebanyak 2-3 kali sehari. Caranya, ambil kapas atau korek kuping (cotton buds), celupkan ke air sabun, lalu bersihkan kuku dan kulit di sekitarnya,” jelas dr. Resthie. Setelah itu, bersihkan sisa sabun dengan air. “Ini berguna untuk mencegah jamur atau kuman berkembang di kuku anak,” lanjutnya.

  1. Hindari pemakaian kaus kaki yang ketat

Jika suhu ruangan di dalam rumah tidak dingin, Anda tak perlu memakaikan bayi kaus kaki maupun sepatu. Penggunaan kaus kaki maupun sepatu yang terlalu ketat malah dapat memperburuk kuku bayi yang cantengan. Kulit di area kuku bayi jadi lebih sulit “bernapas”, dan pada akhirnya bisa menimbulkan nanah dan bau tidak sedap karena area kuku jadi lembap. 

Biarkan bayi bertelanjang kaki saat sedang berada di rumah. Selain mengurangi rasa sakit saat cantengan, bertelanjang kaki juga bisa membantu meningkatkan stimulasi tumbuh kembang bayi dengan membiarkan bayi bergerak bebas.

  1. Jangan potong kuku bayi

“Hindari memotong kuku bayi jika kukunya belum panjang. Memotong kuku bayi yang masih pendek, bisa jadi pemicu cantengan. Kulit bayi dan kukunya, kan, masih belum bisa berkembang dengan baik, jadi lebih baik dibiarkan tumbuh dulu. Nanti kalau sudah agak panjang, baru dipotong,” ujar dr. Resthie.

Ia juga memperingatkan untuk tidak memotong kuku bayi terlalu dalam. Jika Anda belum bisa melakukannya, lebih baik minta bantuan orang yang lebih berpengalaman.

  1. Bawa ke dokter

Jika sudah empat hari tetapi kuku cantengan pada bayi tak kunjung membaik, ada baiknya Anda membawanya ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Selain itu, kuku yang memerah, bengkak, dan mengeluarkan nanah harus segera ditangani untuk mencegah infeksi pada kuku bayi.

Untuk mencegah kuku cantengan pada bayi kembali terulang, dr. Resthie menyarankan Anda untuk memotong kuku bayi dengan pola yang lurus agar kuku tidak tumbuh menyamping. Selain itu, hindari memotong kukunya terlalu pendek. Bila cantengan pada kuku bayi terjadi tidak hanya pada satu kuku, melainkan dua atau lebih, jangan tunda lagi menemui dokter. Selain menyiksa bayi, ingat, cantengan juga bisa menimbulkan infeksi.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar