Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Bahaya Anak Menelan Pasta Gigi, Keracunan hingga Risiko Kanker Tulang

Bahaya Anak Menelan Pasta Gigi, Keracunan hingga Risiko Kanker Tulang

Pernah lihat anak menelan pasta gigi saat menyikat gigi? Kalau satu atau dua kali mungkin masih aman. Tapi kalau terlalu sering, ternyata berbahaya!

Pasta gigi anak kini hadir dengan berbagai macam rasa agar si kecil tertarik untuk menyikat gigi. Namun, sering kali pasta gigi tersebut tertelan, baik sengaja ataupun tidak. Terlebih lagi, anak di bawah usia 6 tahun belum punya refleks berkumur dan membuang ludah yang baik.

Nah, apakah kebiasaan anak menelan pasta gigi ini akan membahayakan kesehatan mereka? Simak ulasannya berikut.

1 dari 3 halaman

Bahaya Menelan Pasta Gigi

Pasta gigi anak yang dijual di pasaran ada yang punya kandungan fluoride yang rendah dan tinggi. Fluoride sendiri berfungsi untuk melindungi permukaan gigi agar tidak mudah berlubang.

Akan tetapi, jika fluoride terlalu banyak tertelan maka bisa menyebabkan gangguan pada gigi dan masalah organ lainnya, yakni:

  1. Dental Fluorosis 

Salah satu bahaya anak menelan pasta gigi adalah dental fluorosis. Fluorosis adalah kerusakan pada lapisan enamel gigi tetap, yang ditandai dengan timbulnya bercak dan corak garis-garis putih.

Efek yang lebih berat, dental fluorosis bisa menyebabkan gigi seperti terkena bercak noda cokelat kehitaman dan terdapat lubang-lubang dalam yang rapuh.

Hal ini bisa disebabkan si Kecil terlalu banyak menelan zat fluoride dalam pasta gigi, khususnya pada tahap pembentukan gigi di usia 0-8 tahun.

Kondisi tersebut akan membuat anak menjadi tidak percaya diri terhadap gigi tetapnya, terutama saat memasuki usia remaja.

Artikel lainnya: 7 Tips Jitu Merayu Anak Agar Mau Sikat Gigi

  1. Ruam pada Kulit

Penggunaan pasta gigi mengandung fluoride juga dapat mengakibatkan dermatitis perioral, yakni ruam seperti rosela kulit di mulut dan sekitarnya. Selain itu, jenis ruam ini juga bisa menyebabkan sariawan.

Meski kasus semacam ini lebih banyak terjadi pada wanita usia 20-50 tahun, bukan berarti anak-anak tidak bisa mengalaminya. Jika hal itu terjadi, segera hentikan pemakaian pasta gigi dan ganti dengan pasta gigi non-fluoride.

  1. Keracunan secara Akut

FDA atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat mengeluarkan peringatan atas bahaya keracunan akibat anak menelan pasta gigi. Disebutkan, anak yang menelan pasta gigi dengan banyak kandungan fluoride berisiko keracunan atau bahkan berujung kematian.

Berdasarkan penelitian, satu tube pasta gigi anak dengan rasa bubblegum mengandung 143 mg fluoride. Kandungan ini dapat mematikan bagi anak kecil dengan berat badan kurang dari 30 kg.

Anak yang keracunan fluoride dengan dosis 0,1–0,3 mg per kg berat badan berisiko mengalami gangguan kesehatan. Beberapa gejala yang mungkin timbul adalah nyeri lambung, mual, muntah, sakit kepala, pusing, dan munculnya gejala seperti sakit flu.

  1. Terganggunya Metabolisme Gula Darah

Terlalu banyak menelan pasta gigi berfluoride bisa memengaruhi kadar gula darah dan hormon insulin anak. Hal ini sudah terjadi pada lebih dari 5-10 persen anak-anak yang memakai pasta gigi berfluoride, terutama yang sudah memakai fluoridasi di air minumnya.

Artinya, anak yang terlalu banyak menelan fluoride dari pasta gigi lebih berisiko mengalami penyakit diabetes.

Hal ini sangat penting diperhatikan utamanya bagi anak yang punya faktor risiko dan riwayat  diabetes. Untuk anak-anak tersebut, sebaiknya diberikan pasta gigi dengan kadar fluoride rendah atau tidak sama sekali.

Artikel lainnya: Menelan Pasta Gigi, Apa Bahayanya?

  1. Risiko Kanker Tulang, IQ Menurun, hingga ADHD

Keamanan dalam penggunaan pasta gigi berfluoride masih dalam perdebatan. Beberapa penelitian menunjukkan tidak ada hubungan sebab-akibat dari air minum yang mengandung fluoride dengan risiko kanker tulang.

Oleh karena itu, American Dental Association tetap menganjurkan pemakaiannya untuk anak-anak dan dewasa. Dengan catatan, penggunaannya harus tepat.

Anjuran untuk anak di bawah 3 tahun adalah sebesar biji beras, sedangkan anak di atas 3-6 tahun sebesar biji kacang polong.

2 dari 3 halaman

Melatih Anak agar Tak Menelan Pasta Gigi

Untuk mencegah anak menelan pasta gigi, orangtua perlu mengajarkan cara menggunakannya yang benar. Tahap ini penting dalam membangun kebiasaan yang baik dalam menjaga kebersihan gigi si kecil.

  1. Disarankan agar Anda yang memberikan pasta gigi pada sikat gigi anak. Kalau pasta gigi tertelan, Anda bisa memperkirakan jumlah yang masuk. Jauhkan pasta gigi dari jangkauan anak.

Artikel lainnya: 10 Cara Memilih Pasta Gigi yang Tepat untuk Anda

  1. Jika anak sudah mulai bisa berkumur, pastikan mereka benar-benar meludahkannya. Lalu, si kecil harus berkumur lagi dengan air putih untuk benar-benar membilas sisa pasta gigi. 

Walaupun jumlah yang digunakan sebenarnya aman jika tertelan, Anda perlu mengajarkan kalau pasta gigi memang tidak untuk dimakan.

  1. Sikatlah gigi bersama si kecil. Hal ini akan memancing anak untuk meniru gerak-gerik Anda.

Misalnya, menggosok gigi bersama selama 2 menit, memperlihatkan cara memegang sikat gigi yang benar, cara menyikat lidah, dan meludah setelahnya.

  1. Perhatikan rasa pasta gigi anak. Mengganti pasta gigi rasa buah-buahan dengan rasa mint yang lebih kuat mungkin bisa membuat anak enggan menelannya.

Meski demikian, hal ini juga bisa membuat si kecil tidak ingin sikat gigi sama sekali. Rasa mint biasanya lebih disukai anak-anak yang lebih besar.

  1. Mendampingi anak sikat gigi memang gampang-gampang susah. Anda dituntut lebih sabar. Namun, ingatlah bahwa kebiasaan anak menelan pasta gigi ini hanyalah satu fase yang memang perlu dilewati.

Jangan bosan untuk selalu mengingatkan bahwa pasta gigi bukanlah makanan dan tidak boleh ditelan.

Kejadian anak menelan pasta gigi saat menggosok gigi terkadang memang sulit dihindari, utamanya pada balita. Namun, Anda bisa melakukan usaha-usaha di atas untuk melatih mereka.

Jika anak tak sengaja menelan fluoride, National Capital Poison Center di Amerika Serikat menyarankan untuk memberikan susu, yoghurt, atau makanan lain yang mengandung kalsium. Mineral kalsium dapat mengikat fluoride di dalam perut sehingga mengurangi rasa sakit di perut.

Untuk membaca artikel kesehatan gigi dan mulut lainnya, Anda bisa unduh aplikasi Klikdokter. Jika ingin berkonsultasi langsung dengan dokter, Anda bisa gunakan fitur Live Chat 24 jam.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar