Sukses

Adakah Pengaruh Asupan Makanan Ibu pada Kandungan Nutrisi ASI?

Ternyata, asupan makanan ibu tak selalu memengaruhi kandungan nutrisi ASI. Simak fakta medisnya berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Sebagai ibu menyusui, mungkin sering bertanya-tanya, “Apakah asupan makanan saya berpengaruh pada kandungan nutrisi ASI untuk bayi?” Menurut temuan beberapa studi dalam beberapa tahun terakhirnya, jawabannya bisa ya, bisa juga tidak.

Selama 6 bulan pertama, ASI adalah sumber nutrisi terbaik untuk bayi. Kandungannya lengkap dan komposisi nutrisinya berubah-ubah seiring dengan berjalannya waktu. Perubahan ini bertujuan agar komposisi ASI senantiasa memenuhi kebutuhan nutrisi sesuai dengan bertambahnya usia bayi.

Asupan makanan ibu dan kandungan nutrisi ASI

Sebagai nutrisi terlengkap untuk bayi, ASI mengandung semua komponen makronutrien (lemak, protein, dan karbohidrat), mikronutrien (vitamin dan mineral), dan sejumlah zat bioaktif (antibodi, sel punca, hormon, dan faktor pertumbuhan). 

Menariknya, apa yang dimakan oleh ibu menyusui ternyata hanya berefek pada kadar jumlah nutrisi di dalam ASI. Kenapa begitu?

Komponen nutrisi air susu ibu diatur oleh sel-sel penghasil ASI di dalam payudara. Sumbernya bisa berasal dari asupan makanan ibu maupun dari cadangan nutrisi yang tersimpan di dalam tulang dan jaringan tubuh ibu.

Dengan kata lain, sebagian kadar nutrisi ASI dipengaruhi oleh kecukupan asupan ibu, sedangkan sebagian lagi tidak karena akan diambil dari cadangan tubuh ibu. Tujuannya adalah agar komposisi ASI tetap seimbang dan mampu memenuhi kebutuhan bayi meski asupan makanan ibu kurang.

Pastikan kecukupan nutrisi 

Dari berbagai studi ditemukan bahwa kadar asam lemak serta beberapa jenis vitamin di dalam ASI—vitamin A, D, E, K, B1, B6, B12, dan C—dipengaruhi secara langsung oleh pola makan ibu. Sebaliknya, kandungan mineral dalam ASI, kecuali yodium, umumnya tidak dipengaruhi oleh apa yang dikonsumsi ibu.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka nutrisi di dalam ASI dapat dikategorikan menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah yang kadarnya bergantung pada asupan makanan ibu, sedangkan kelompok kedua adalah yang tidak.

Merujuk pada dua pembagian tersebut, kecukupan nutrisi pada kelompok pertama amat penting bagi ibu dan bayi, sementara kecukupan nutrisi pada kelompok kedua utamanya penting bagi kesehatan ibu.

1 dari 2 halaman

Nutrisi pada ASI 

Nutrisi yang dibutuhkan untuk kelompok pertama adalah asam lemak sehat (omega-3, 6, 9), vitamin A, B1, B2, B6, B12, C, D, kolin, dan yodium. Karena dipengaruhi oleh pola makan ibu, maka kadarnya akan berkurang di dalam ASI bila kebutuhan nutrisi harian ibu tidak terpenuhi.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut, ibu menyusui direkomendasikan untuk mengonsumsi:

  • Karbohidrat dari serealia utuh, atau roti.
  • Protein dari daging merah, daging unggas, ikan dan makanan laut lainnya, keju, telur, jamur, kacang-kacangan, dan polong-polongan.
  • Lemak sehat seperti alpukat, ikan berlemak (salmon, tuna, kembung, bandeng, dan sarden) dan minyak ikan.
  • Vitamin dan mineral dari sayuran berdaun hijau. 
  • Yodium bisa didapat dari rumput laut yang dikeringkan, ikan cod, susu, dan garam dapur.

Nutrisi penting yang termasuk kelompok kedua yakni asam folat, kalsium, zat besi, tembaga, dan seng. Kadarnya di dalam ASI memang tidak dipengaruhi oleh asupan ibu. Namun bila asupannya kurang, tubuh akan mengambilnya dari tulang dan jaringan untuk ditransfer ke dalam ASI, sehingga kebutuhan bayi akan selalu tercukupi.

Perlu diingat bahwa cadangan nutrisi tubuh ini bisa menipis, bahkan habis. Pada akhirnya, asupan ibu harus cukup agar tubuh  bisa menggantikan kembali cadangan yang telah diambil.

Sumber dari nutrisi yang termasuk kelompok ini utamanya berasal dari sumber protein seperti susu, yoghurt, keju, lentil, daging merah, daging unggas, dan makanan laut, begitu juga sumber vitamin dan mineral seperti sayuran berdaun hijau dan buah kering.

Jangan lupa minum!

Selain memperhatikan komposisi gizi dari makanan, ibu menyusui juga harus banyak minum. Ini kerap dilupakan. Padahal, kekurangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi dan memengaruhi pasokan ASI.

Tidak ada batasan khusus berapa jumlah cairan yang harus dikonsumsi setiap harinya. Anjurannya, minumlah setiap Anda selesai menyusui dan setiap kali merasa haus.

Kenali tanda-tanda tubuh kekurangan cairan, yaitu saat merasa lelah, produksi ASI menurun, serta dari warna dan aroma urine. Bila urine berwarna kuning pekat dan aromanya menyengat, sangat mungkin Anda perlu banyak minum. Untuk menyiasati agar tidak lupa minum, taruh botol air di tempat-tempat Anda kerap menyusui dan mudah dijangkau.

Meski asupan makanan tak melulu memengaruhi kandungan nutrisi ASI, tetapi ini bukan alasan untuk hanya mencukupi kebutuhan beberapa nutrisi. Memperingati Pekan ASI Sedunia, sudah seharusnya ibu menyusui lebih memperhatikan jenis makanan bernutrisi yang dikonsumsi agar bayi mendapatkan nutrisi yang ia perlukan. Dalam hal ini, suami juga perlu berperan dalam memastikan kecukupan nutrizi bagi istri yang sedang menyusui. Jika tak yakin bisa memenuhi nutrisi dari makanan, ibu menyusui bisa mengonsumsi suplemen vitamin sampai waktunya bayi disapih. Namun konsultasikan dulu mengenai hal ini dengan dokter Anda.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar