Sukses

Ibu Hamil Terserang Heat Stroke Saat Ibadah Haji? Ini Risikonya!

Kondisi di Tanah Suci membuat jemaah haji rentan terkena heat stroke. Lalu, seperti apa risikonya bila terjadi pada ibu hamil?

Klikdokter.com, Jakarta Sama seperti seluruh jemaah haji lainnya, ibu hamil yang melakukan ibadah haji pun dituntut untuk memiliki kondisi yang sehat. Sebab, jika kondisi fisik tak maksimal, maka ibu hamil akan sangat rentan terkena berbagai gangguan kesehatan, misalnya heat stroke.

Cuaca di Tanah Suci yang mencapai 42-50 derajat Celcius membuat heat stroke jadi salah satu ancaman yang paling sering menyerang jemaah haji. Tak terkecuali pada ibu hamil. Jika ini terjadi, apa ya risikonya pada ibu hamil?

Apa itu heat stroke?

Heat stroke sendiri merupakan serangan panas berlebih di dalam tubuh yang disertai dengan hilangnya kemampuan tubuh untuk menurunkan suhu. Saking panasnya, suhu tubuh akibat heat stroke bisa mencapai 40 derajat Celsius atau lebih, di atas batas kewajaran suhu tubuh.

Selain demam akibat naiknya suhu tubuh tersebut, gejala lainnya adalah denyut nadi cepat, sulit bernapas, tekanan darah meningkat atau menurun, dan gangguan kesadaran yang berujung koma. Jika tak cepat ditangani, heat stroke bisa berakibat fatal dan menimbulkan serangkaian komplikasi mematikan.Menurut dr. Sara Elise Wijono dari KlikDokter, heat stroke biasanya disebabkan oleh terpaparnya tubuh oleh suhu panas dalam jangka waktu yang cukup lama. Selain itu, heat stroke juga bisa muncul karena aktivitas fisik berlebih atau olahraga saat cuaca panas.

1 dari 3 halaman

Risiko heat stroke pada ibu hamil

Menurut dr. Sara, ibu hamil yang melakukan ibadah haji, sebaiknya jangan terkena suhu lebih dari 35 derajat Celsius. Jika suhu di Tanah Suci memang melebihi 35 derajat Celcius, maka ibu hamil harus cermat dalam menghindari panas yang berlebih di tempat tersebut.

Ditambahkannya, ada dua risiko yang paling mungkin terjadi jika ibu hamil mengalami heat stroke saat melaksanakan ibadah haji. Pertama adalah dehidrasi.

“Kalau tubuhnya terus terkena panas, maka akan ada keringat yang terus bercucuran. Sementara, keringat itu asalnya dari cairan dalam tubuh, jadi kalau terus bercucuran, maka ibu hamil bisa dengan mudah terkena dehidrasi, ” jelas dr. Sara.

Sebenarnya, dehidrasi yang sifatnya ringan tak berbahaya selama ibu hamil dapat segera mengganti cairan yang hilang. Namun, jika dehidrasi sudah berubah menjadi derajat yang lebih berat, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi serius.

Menurut dr. Sara, dehidrasi yang sifatnya serius tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu, tapi juga akan berdampak pada kondisi janin dalam kandungan. Dehidrasi bisa membuat cairan dalam janin berkurang, sehingga akan memengaruhi tumbuh kembang janin, dan dapat berakhir pada persalinan prematur.

Untuk itu, ibu hamil yang sedang melakukan ibadah haji, disarankan untuk meminum air putih sebanyak mungkin. Anda bisa meminta bantuan suami atau kerabat untuk menenteng botol minuman lebih saat melakukan ibadah haji.

Lalu yang kedua, risiko lainnya yang juga mungkin terjadi pada ibu hamil yang terkena heat stroke adalah perubahan struktur tumbuh kembang janin.

“Pada ibu hamil yang badannya kepanasan, terutama jika baru masuk trimester pertama, maka akan ada perubahan struktur pada jantung dan sistem saraf janin. Jadi, hal ini bisa memengaruhi perkembangan organ penting si janin,” tambah dr. Sara.

Oleh karena itu, ibu hamil perlu menjaga suhu tubuhnya tetap stabil. Dengan cara apa? Minum air putih yang cukup, menghindari tempat-tempat yang terpapar sinar matahari, menggunakan topi atau payung sebagai pelindung, serta mengonsumsi sayur dan buah yang mengandung banyak cairan seperti semangka, stroberi, melon, bayam dan sayuran hijau lainnya.

2 dari 3 halaman

Tips nutrisi bagi jemaah haji yang hamil

Agar terhindar dari risiko yang dapat mengganggu kehamilan, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memastikan sehatnya kehamilan adalah dengan mencukupi kebutuhan nutrisi. Menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi dari KlikDokter, berikut beberapa tipsnya:

1. Pastikan asupan air

Ibu hamil membutuhkan cairan yang lebih banyak dibanding orang dewasa normal, yaitu 2,5 liter per hari. Hal ini pun harus disesuaikan dengan beberapa kondisi seperti cuaca dan intensitas aktivitas.

Saat berada di Tanah Suci, bisa jadi asupan cairan yang dibutuhkan akan lebih dari itu agar tidak mengalami dehidrasi.

2. Pastikan asupan makanan bergizi lengkap seimbang

Tak cuma cairan, kebutuhan nutrisi ibu hamil, baik makro maupun mikro, juga lebih dari orang dewasa normal. Ibu hamil memerlukan 2.200-2.500 kalori, 75-100 gram protein, 400-600 mcg asam folat, 1.000 mg kalsium, 27 mg zat besi, dan 85 mg vitamin C.

Jika khawatir kesulitan memenuhi kebutuhan tersebut atau mungkin kurang cocok dengan makanan yang disajikan, ibu hamil bisa mengonsumsi vitamin dan - atau - susu khusus kehamilan.

3. Konsultasi dengan dokter spesialis kandungan

Kondisi kehamilan setiap ibu hamil bisa berbeda-beda. Sebelum memutuskan untuk melakukan perjalanan panjang seperti ibadah haji, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Hal ini sangat diperlukan guna mengetahui kondisi kehamilan Anda.

4. Mendapatkan vaksin yang diperlukan

Sebelum melakukan ibadah haji ke Tanah Suci, ada beberapa vaksin yang sebaiknya dilakukan, seperti meningitis dan influenza. Lakukan konsultasi dengan dokter sebelum mendapatkan vaksin tersebut.

5. Jangan lupa membawa obat

Saat di Tanah Suci, jemaah haji yang sedang hamil tetap perlu membawa obat-obatan yang sering digunakan dan untuk berjaga-jaga jika ada kondisi gawat darurat. Obat-obatan yang bisa dibawa antara lain adalah obat demam, sakit kepala, diare, mual dan muntah, serta obat alergi.

Ibadah haji merupakan perjalanan panjang yang berisiko tinggi untuk ibu hamil. Seperti yang disebutkan di atas, salah satu risiko yang mungkin menyerang adalah heat stroke. Untuk itu, selalu pastikan kecukupan air selama melakukan ibadah haji dan hati-hati saat harus beraktivitas di tempat panas yang dapat memicu meningkatnya suhu tubuh.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar