Sukses

Benarkah Vasektomi Bisa Turunkan Libido Pria?

Sebagai salah satu metode kontrasepsi pria, vasektomi dinilai efektif. Sayangnya vasektomi dicurigai bisa turunkan libido pria. Benarkah?

Klikdokter.com, Jakarta Berbagai jenis kontrasepsi yang tersedia mulai dari suntik KB, implan, IUD maupun pil KB lebih banyak ditujukan bagi wanita. Sedangkan jenis kontrasepsi untuk pria  jauh lebih sedikit. Hanya kondom dan kontrasepsi permanen lewat tindakan pembedahan kecil, vasektomi. Namun metode ini dinilai bisa turunkan libido pria.

Itu sebabnya banyak pria memilih untuk tidak menjalani vasektomi. Tapi, benarkah hal ini bisa terjadi?

Seputar vasektomi pada pria

Tindakan vasektomi merupakan prosedur pembedahan untuk kontrasepsi permanen pria. Selama prosedur, vas deferens (saluran reproduksi pria) akan dipotong dan diikat untuk mencegah sperma keluar ke dalam semen saat ejakulasi.

Seorang pria yang telah melakukan vasektomi tetap akan mengeluarkan cairan semen dengan volume yang tidak jauh berbeda seperti sebelum dilakukan tindakan. 

Kandungan sperma pada cairan semen hanyalah sekitar 2-5 persen saja, sehingga Anda tidak perlu khawatir dengan berkurangnya cairan ejakulasi usai melakukan vasektomi. 

Usai tindakan vasektomi, Anda memang akan merasa sedikit nyeri dan penis akan lebih sensitif terhadap tekanan atau sentuhan. Namun, rasa nyeri ini akan menghilang dengan sendirinya.

Beberapa pria memang sering kali mengeluhkan nyeri ringan pada testis saat ereksi. Penyembuhan usai vasektomi biasanya akan berlangsung sekitar 1 minggu dan Anda dianjurkan untuk menghindari hubungan seks terlebih dahulu. 

Vasektomi dan libido pria

Selain nyeri, kebanyakan pria menolak untuk melakukan vasektomi dengan alasan dapat menurunkan libido. Padahal menurut American Urological Association Foundation, tindakan vasektomi sama sekali tidak akan berpengaruh pada libido atau gairah seksual pria.

Tindakan strerilisasi ini tidak akan mengganggu pembuluh darah atau saraf yang dibutuhkan untuk ereksi atau ejakulasi. Jadi, tindakan vasektomi tidak akan membuat Anda menjadi impoten, menurunkan kemampuan dalam mempertahankan ereksi atau menurunkan tingkat orgasme.

Tak perlu dikhawatirkan, konsistensi dan warna cairan semen atau cairan ejakulasi juga tidak akan berubah. Hal ini karena 95 persen cairan semen diproduksi pada kelenjar prostat dan vesikula seminalis yang tidak terpengaruh oleh tindakan vasektomi. 

Menurut penelitian yang dipublikasikan di Central European Journal of Urology pada tahun 2017 yang dilakukan pada 95 pria yang telah melakukan tindakan vasektomi, tingkat kepuasan seksual usai melakukan vasektomi justru meningkat hingga 37.9 persen.

Bahkan, 12.4 persen pria yang telah melakukan tindakan vasektomi melaporkan frekuensi hubungan seksual dengan pasangannya menjadi lebih sering. Hal ini diduga karena usai melakukan tindakan vasektomi, baik pria maupun pasangannya tak lagi dibayangi kecemasan akan kemungkinan hamil. 

Kemungkinan kehamilan usai vasektomi

Prosedur vasektomi hampir 100 persen efektif dalam mencegah kehamilan. Dalam kasus yang sangat jarang, vas deferens (saluran reproduksi pria) bisa saja menyatu kembali. Pada kasus tersebut, kehamilan bisa terjadi. Sebab, usai tindakan vasektomi, sperma masih dapat keluar dalam jumlah yang sangat sedikit.

Untuk itu, penting melakukan tindak lanjut dan pemeriksaan rutin. Anda juga dapat menggunakan kontrasepsi lain seperti kondom untuk sementara waktu usai melakukan tindakan vasektomi.

Jadi, jika Anda memiliki keinginan untuk memiliki anak di kemudian hari, maka dapat dilakukan tindakan untuk menyatukan kembali vas deferens, meski tindakan ini tidak selalu berhasil. Selain itu, sperma juga bisa diambil langsung dari testis dan dilakukan melalui metode bayi tabung. 

Tindakan vasektomi merupakan prosedur yang aman untuk dilakukan. Komplikasi vasektomi pun jarang terjadi, namun dapat timbul pembengkakan, memar, peradangan dan infeksi. Tapi satu yang perlu diingat, vasektomi pun tidak akan berpengaruh pada libido pria, kadar hormon testosteron, kemampuan ereksi, orgasme, serta kepuasan hubungan seksual dengan pasangan. 

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar