Sukses

Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif bagi Kesehatan Ibu dan Anak

Ada alasan mengapa para ahli tak bosan-bosannya mengingatkan pentingnya ASI eksklusif bagi kesehatan ibu dan anak.

Klikdokter.com, Jakarta Air susu ibu (ASI) adalah karunia baik untuk ibu maupun bayi, yang manfaatnya juga bisa dirasakan oleh keduanya. Hingga detik ini, tak bosannya para ahli menggaungkan dan mengingatkan pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi kesehatan ibu dan anak.

ASI sudah diproduksi pada tubuh ibu hamil sejak usia kehamilan 14 minggu. ASI bahkan sudah bisa keluar saat trimester akhir kehamilan. Namun umumnya, ASI akan distimulasi keluar saat bayi sudah lahir dan adanya rangsangan mekanik dari mulut sang bayi yang mengisap puting. Oleh sebab itu, biasanya ASI baru muncul 2-3 hari pascapersalinan.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan program ASI eksklusif yaitu selama 6 bulan. ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja sebagai sumber makanan bayi tanpa minuman atau makanan lainnya. Namun pada beberapa kasus, makanan pendamping ASI (MPASI) dini bisa diberikan sejak usia 5 bulan jika direkomendasikan oleh dokter spesialis anak. ASI dapat diberikan sampai anak berusia 2 tahun atau lebih.

Yang perlu dipahami dalam pemberian ASI adalah produksi ASI yang tidak selalu sama setiap harinya; yaitu antara 450-1.200 ml per hari. Apabila dalam 1 hari dirasakan produksinya berkurang, belum tentu akan begitu seterusnya. Bahkan, dalam 1-2 hari kemudian jumlahnya akan melebihi rata-rata sehingga secara kumulatif akan mencukupi kebutuhan bayi.

Manfaat ASI eksklusif yang dapat dirasakan ibu dan anak

Ada banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi bayi untuk tumbuh dan berkembang, begitu pula bermanfaat bagi sang ibu.

Pada ibu:

  • KB alami

Bagi ibu menyusui, memberikan ASI eksklusif adalah salah satu cara untuk mencegah kehamilan yang alami, yang disebut sebagai metode amenorea laktasi. 

Metode ini bisa bekerja dengan baik bila memenuhi beberapa persyaratan seperti: menyusui secara eksklusif minimal 6 bulan, menyusui bayi langsung (tanpa bantuan botol), pemberian ASI minimal 8 kali sehari, dan belum mengalami menstruasi.

  • Mencegah perdarahan

Ketika menyusui bayi, hormon oksitosin pada tubuh terstimulasi. Peran hormon ini penting untuk membuat rahim berkontraksi, membantunya untuk kembali ke ukuran normal, sehingga perdarahan berkurang.

Perlu diingat, saat menyusui kadang ibu akan merasakan nyeri di perut bawah ketika rahim sedang berkontraksi. 

  • Membantu menurunkan berat badan

Jika ingin menurunkan kembali berat badan seperti saat sebelum hamil, menyusuilah. Menyusui dapat mengurangi berat badan karena dalam sehari, sekitar 500-700 kalori terbakar. Jumlah tersebut setara dengan lari atau joging selama 1 jam. 

Kalori yang terbakar juga merupakan cadangan lemak, sehingga—dengan catatan Anda tidak makan secara berlebihan—Anda dapat menurunkan berat badan hanya dengan menyusui.

  • Mengurangi risiko kanker

Menyusui dapat menurunkan risiko kanker, terutama payudara dan ovarium. Di Indonesia, kedua kanker ini cukup sering terjadi dengan angka kematian yang cukup tinggi.

  • Menumbuhkan ikatan emosional

Pemberian ASI eksklusif juga dimanfaatkan untuk menumbuhan hubungan emosional antara ibu dan bayi. Tidak sedikit ibu yang belum merasakan ikatan batin dengan sang anak ketika anak baru lahir. Proses menyusui bisa membantu menciptakan ikatan batin ini.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Pada bayi:

  • Risiko infeksi dan alergi pada bayi lebih rendah

Tingkat kejadian alergi susu sapi pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif lebih rendah ketimbang bayi yang diberikan susu formula. Meski begitu, ASI eksklusif bukan jaminan anak tak akan memiliki alergi, karena kemungkinannya tetap ada.

ASI yang dikeluarkan pada 7 hari pertama setelah bayi lahir disebut sebagai kolostrum. Kolostrum sangat baik diberikan kepada bayi yang baru lahir karena banyak mengandung antibodi, sel darah putih, dan vitamin A yang diperlukan bayi untuk melindunginya dari infeksi dan alergi.

  • Bayi tumbuh dan berkembang dengan baik

Ada pula beberapa penelitian yang juga sudah membuktikan bahwa tumbuh kembang bayi yang diberikan ASI eksklusif lebih baik. Hasilnya terlihat dari skor kecerdasan intelektual (IQ) yang lebih tinggi pada anak yang diberikan ASI eksklusif dibandingkan dengan yang tidak.

  • Lebih mudah dicerna

Rantai protein susu formula lebih panjang dibandingkan dengan ASI, sehingga ASI lebih mudah dicerna. Sehingga, bayi—khususnya bayi prematur—bisa lebih mundah mencerna ASI.

Dari sudut pandang psikologis, kegiatan menyusui akan membantu ibu dan bayi membentuk tali kasih. Kontak akan terjalin setelah persalinan pada saat ibu menyusui bayinya untuk pertama kali. Keadaan ini akan menumbuhkan ikatan psikologis antara ibu dan bayinya (bonding).

Dalam rangka Pekan ASI Sedunia yang diperingati tiap tanggal 1-7 Agustus tiap tahunnya, Anda perlu memahami pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi kesehatan ibu dan anak. Edukasi mengenai pemberian ASI sebagai nutrisi pilihan pertama dan utama bagi si Kecil dan pentingnya kesehatan ibu perlu lebih ditingkatkan.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar