Sukses

Penanganan Situasi Darurat bagi Jemaah Saat Ibadah Haji

Lebih dari 162.000 orang jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci. Berikut informasi soal penanganan situasi darurat saat ibadah haji.

Klikdokter.com, Jakarta Jumlah jemaah haji yang tiba di Tanah Suci terus bertambah. Saat ini, aktivitas jemaah haji seluruh dunia sudah mulai terpusat di Masjidil Haram Mekah. Jumlah jemaah yang semakin banyak mengakibatkan risiko untuk mengalami gangguan kesehatan saat ibadah haji juga meningkat.

Proses Tawaf dan Sai sendiri sangat mengandalkan ketahanan fisik. Jika sebelumnya jemaah haji sudah memiliki riwayat medis tertentu, ditambah dengan usia telah lanjut, aktivitas ini berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan yang bersifat situasi darurat.

Gangguan kesehatan yang bisa menimpa jemaah haji

Dilansir dari rilis resmi tim medis P3JH Kementerian Agama RI, menurut dr. Hafidh Hanifudin, salah satu personel Tim Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (P3JH) yang bertugas di Masjidil Haram, ada beberapa kondisi darurat yang kerap ditemui.

Kondisi itu antara lain menurunnya tekanan darah para jemaah akibat kekurangan asupan makanan dan minuman sebelum beraktivitas. Selain itu ada pula jemaah yang terjatuh saat menaiki eskalator hingga menyebabkan luka serius, dan serangan jantung. Disamping itu ada pula jemaah yang mengalami sesak napas serta nyeri ulu hati hingga menyebabkan mual dan muntah.

Tim P3JH mengatakan, dalam menolong jemaah yang mengalami kondisi darurat medis yang butuh penanganan kompleks, mereka telah berkoordinasi dengan Tim Gerak Cepat (Tim TGC) Kementerian Kesehatan. Tim TGC akan ditempatkan di Terminal Syib Amir dan Tim Medis Emergency Arab Saudi yang tersebar di beberapa titik Masjidil Haram.

Kendala yang dihadapi tim medis Indonesia

Meski sudah dipersiapkan sematang mungkin, tentu saja ada kendala yang ditemui. Dikatakan oleh dr. Mahesa Paranadipa selaku Wakil Koordinator Tim P3JH Arab Saudi 2019, bahasa kerap menjadi kendala dalam berkoordinasi dengan tim medis Arab Saudi. Apalagi, tuan rumah sudah memiliki otoritas sendiri terkait penanganan jemaah yang mengalami kondisi darurat.

“Karena itu, kami juga tetap menghormati otoritas tuan rumah yang tentunya juga didukung oleh tim medis dan sarana prasarana kesehatan yang telah disiapkan untuk melayani jemaah haji dari seluruh dunia,” dia menambahkan.

Hingga kini, proses penanganan yang berlangsung adalah jemaah haji asal Indonesia yang mengalami kondisi darurat dievakuasi ke fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh Tim TGC. Kemudian, mereka akan dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Apabila kondisinya memerlukan pertolongan lebih lanjut dari rumah sakit, tim KKHI akan mengoordinasikannya kepada tim medis Arab Saudi.

Sebagai informasi tambahan, dilansir dari Liputan6.com, sudah ada 41 jemaah haji Indonesia yang meninggal di Tanah Suci. Mereka yang harus mendapat perawatan dari KKHI ada 87 orang, sedangkan mereka yang harus dirawat inap di RSAS Mekah ada 108 orang.

1 dari 2 halaman

Mencegah dan mengatasi tekanan darah

Seperti yang sempat disinggung di atas, salah satu gangguan kesehatan yang banyak diderita oleh jemaah haji Indonesia adalah tekanan darah rendah. Uniknya, menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, hal itu agak berbeda dari kondisi tahun lalu.

Menurut dokter yang berpengalaman menjadi salah satu anggota tim medis di Tanah Suci pada 2017 dan 2018 itu, justru tekanan darah tinggilah yang dulu banyak diderita jemaah.

Tekanan darah rendah atau hipotensi terjadi apabila tekanan darah Anda berada di bawah 90/60 mmHg. Gejala yang dapat muncul saat tekanan darah rendah, antara lain pandangan kabur, sulit berkonsentrasi, mual, lemas, kaki dan tangan dingin, rasa haus berlebih, pusing, hingga hilangnya kesadaran (pingsan).

Dikatakan oleh dr. Dyah Novita, ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya tekanan darah rendah. Mulai dari kurangnya asupan makanan dan minuman, dehidrasi, hingga pengonsumsian obat-obatan tertentu. Bahkan, orang yang memiliki penyakit jantung dan kelainan hormonal juga rentan mengalami masalah ini.

“Untuk itu, cobalah atasi tekanan darah rendah dengan cara memperbanyak asupan cairan, terutama air putih hingga tekanan darah kembali normal, konsumsi makanan yang agak banyak garam dan tinggi karbohidrat,” dia menjelaskan.

Penanganan situasi darurat saat ibadah haji memang banyak diperlukan oleh jemaah yang membutuhkan. Dengan penanganan yang tepat dan cepat, jemaah akan segera ditangani oleh Tim Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (P3JH). Kecekatan dan kecepatan pelayanan tentu dapat mencegah kondisi kesehatan yang lebih serius yang rentan dialami jemaah saat berada di Tanah Suci.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar