Sukses

Sering Minum Susu Penambah Berat Badan, Amankah bagi Ginjal?

Susu penambah berat badan sering dikonsumsi oleh orang yang merasa terlalu kurus. Tapi, amankah bagi ginjal?

Klikdokter.com, Jakarta Selain berat badan berlebih, ada juga orang yang bermasalah dengan berat badan yang kurang. Bagi mereka yang masuk dalam golongan kedua, susu penambah berat badan biasanya jadi solusi demi badan lebih berisi. Akan tetapi, apakah susu jenis ini aman bagi ginjal jika sering dikonsumsi?

Ya, ternyata badan terlalu kurus juga tidak sehat. Itu bisa menyebabkan masalah kesehatan, mulai dari osteoporosis, kekebalan tubuh yang rendah, anemia, sampai pertumbuhan yang terganggu.

Biasanya, orang yang terlalu kurus akan minum susu penambah berat badan sebagai jalan pintas untuk membuat berat badan mereka naik secara cepat. Banyak merek dagang susu penambah berat badan yang saat ini ada. Semuanya menawarkan kandungan yang tujuannya untuk membuat badan konsumennya lebih berisi.

Memang, bagi beberapa orang, susu penambah berat badan sangat ampuh. Meski harganya mahal, susu jenis ini masih laku di pasaran. Rasanya pun enak dan sangat beragam, sehingga semakin banyak yang menyukainya.

Amankah bagi ginjal?

Meski rasanya enak dan ampuh menaikkan berat badan, tapi banyak juga yang percaya bahwa sebenarnya susu penambah berat badan tidak terlalu aman bagi tubuh. Salah satunya percaya bahwa bisa membahayakan ginjal.

Sebagian orang percaya bahwa kandungan dari susu tersebut, biasanya lemak, protein, karbohidrat, gula, dan natrium bisa memperberat kerja ginjal. Oleh sebab itu, akhirnya susu penambah berat badan dianggap tidak aman bagi ginjal.

Namun, menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, umumnya susu penambah berat badan tidak terlalu bermasalah bagi ginjal. Produsen biasanya hanya menambahkan komposisi kalori lebih banyak dalam susu tersebut.

"Umumnya, kandungan dalam susu penambah berat badan sebenarnya aman-aman saja. Kecuali kalau tiba-tiba ada produsen menambahkan steroid di dalamnya, itu baru sama sekali tidak aman," ujar dr. Theresia.

"Susu penambah berat badan itu biasanya diminum oleh orang yang bermasalah dengan berat badan mereka, terutama yang terlalu kurus. Atau, diminum juga oleh orang yang mengalami gangguan makan. Biasanya, susu penambah berat badan tinggi kalori karena memang tujuannya membuat badan lebih berisi. Pada akhirnya, itu sebenarnya tidak terlalu berbahaya," lanjutnya.

1 dari 2 halaman

Jangan sembarangan pilih susu penambah berat badan

Meski begitu, dr. Theresia menyarankan Anda yang ingin mengonsumsi susu penambah berat badan agar jangan sembarangan meminumnya. Anda harus mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter.

Artinya, Anda tidak disarankan untuk membuat diagnosis sendiri dengan menyatakan bahwa Anda terlalu kurus. Semuanya harus dikonsultasikan dengan ahlinya, sehingga nantinya susu penambah berat badan jadi tidak merugikan sama sekali.

Selain itu, kalau memang ingin membeli susu penambah berat badan yang dijual bebas di pasaran, perhatikan kandungannya. Paling aman, lihat labelnya, cek apakah susu itu sudah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau belum. Jika belum, sebaiknya jangan dibeli.

"Susu penambah berat badan memang tidak boleh diminum sembarangan, harus sesuai anjuran dokter. Sementara, kalau minum susu yang dijual bebas di pasaran, biasanya kandungannya hanya tinggi kalori saja dan itu tidak masalah untuk ginjal. Susu yang dijual bebas juga makin aman jika sudah lewat BPOM," pungkas dr. Theresia.

Cara lebih aman lainnya

Kalau Anda masih ragu dengan susu penambah berat badan, sebenarnya masih ada cara lain yang lebih aman untuk membuat badan lebih berisi. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Makan secara teratur 3 kali sehari dengan gizi seimbang, serta dengan porsi lebih banyak dari biasanya. Tambahkan juga 2 kali makanan kecil (biskuit yang mengandung keju dan susu, minuman yoghurt, atau jus buah).

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, yang dimaksud gizi seimbang adalah hidangan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serta mineral dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan tubuh untuk dapat hidup sehat secara optimal. Perkiraan jumlah yang disarankan per hari adalah 50 persen karbohidrat, 20 persen protein, dan 30 persen lemak.

  • Tingkatkan asupan protein dan karbohidrat. Makan lebih banyak protein dan karbohidrat seperti roti, nasi, umbi-umbian, ikan, daging, tempe, tahu.

Akan tetapi, sebisa mungkin hindari konsumsi makanan atau minuman yang tinggi kandungan gula seperti minuman bersoda dan makanan ringan tinggi gula. Makanan dan minuman tersebut memang dapat dengan cepat meningkatkan berat badan, tapi juga dapat menimbulkan efek tidak baik bagi tubuh di waktu yang akan datang.

  • Berolahraga secara teratur. Biasanya, beberapa jam setelah berolahraga akan terasa lapar, sehingga akan meningkatkan nafsu makan, yang berguna untuk menaikkan berat badan. Pilih jenis olahraga yang tidak terlalu sulit atau berat, seperti berjalan kaki selama 30 menit secara teratur.
  • Perbanyak minum air putih karena dapat memperbaiki metabolisme tubuh dan melancarkan pencernaan. Minum setidaknya 1,5-2 liter air mineral per hari.

Jadi, secara umum susu penambah berat badan memang aman dikonsumsi termasuk bagi ginjal Anda. Tapi, sebaiknya tetap konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya. Jika ingin menaikkan berat badan dengan cara yang lebih aman lagi, silakan coba cara di atas.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar