Sukses

Bau Darah Haid Berbeda dengan Darah Biasa, Ini Sebabnya

Bukan sekadar bau besi, bau darah haid berbeda dengan darah biasa yang keluar saat Anda terluka. Kenapa bisa begitu?

Klikdokter.com, Jakarta Mengapa bau darah haid berbeda dengan darah biasa? Mungkin pertanyaan tersebut tidak akan terlontar dari seorang pria. Tapi bagi wanita awam, mungkin ini menjadi pertanyaan “abadi” yang akan selalu muncul tiap kali mereka datang bulan. 

Ya, jika Anda perhatikan, bau darah haid memang berbeda dengan darah yang biasa keluar bila tangan atau kaki terluka. Hal tersebut lantas membuat Anda penasaran dan berpikir, mengapa baunya begitu tajam padahal sama-sama darah? Bahkan, saking aromanya kurang sedap, beberapa wanita cenderung jijik dengan darah haidnya sendiri. 

Perbedaan bau darah haid dengan darah biasa tentu ada penjelasan medisnya. Menurut dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter, darah haid tidak langsung bersumber dari pembuluh darah, sedangkan darah yang keluar ketika tangan Anda terluka akibat sesuatu misalnya, itu langsung bersumber dari pembuluh darah. 

“Karena langsung dari pembuluh darah, maka baunya hanya seperti besi. Sedangkan darah haid itu karena peluruhan dinding rahim. Proses keluarnya pun lebih kompleks. Dia harus melewati vagina terlebih dulu. Lalu, bakteri dan asam (pH normal vagina) akan memengaruhi aroma darah tersebut dan jadilah baunya seperti itu,” jelas dr. Adeline. 

Bau darah haid pun ada jenisnya

Vagina sendiri memang tempat bagi berbagai jenis bakteri baik, termasuk Lactobacillus. Bakteri tersebut rupanya yang berperan dalam menghasilkan bau darah menstruasi menjadi unik. 

Beda halnya darah yang keluar dengan tidak mendapat campur tangan dari bakteri apa pun, maka bau yang dihasilkan pun tidak akan terlalu menyengat. 

Dilansir dari Medical News Today, bau darah haid pun masih bisa dibagi ke dalam beberapa jenis lagi, tergantung dari beberapa faktor kesehatan yang menyertai. Adapun beberapa jenis bau darah haid yang kerap timbul, antara lain:

  • Bau metalik (normal)

Darah menstruasi dapat menghasilkan bau logam yang cukup menyengat, seperti bau koin tembaga. Hal ini biasanya disebabkan oleh banyaknya zat besi dalam darah yang dikeluarkan dan sama sekali tidak perlu dikhawatirkan.

  • Bau busuk (cenderung tidak normal)

Seseorang mungkin akan mencium aroma busuk pada darah haidnya. Biasanya, kondisi tersebut disebabkan oleh benda asing, seperti pembalut atau tampon yang sudah terlalu lama tidak diganti. 

Jadi, agar bau darah haid Anda tidak berbau busuk, gantilah pembalut saat darah menstruasi sudah penuh atau setiap 3-4 jam sekali. Lagi pula, bila Anda tak sering mengganti pembalut, selain bisa menimbulkan bau busuk, kondisi vagina Anda bisa menjadi terlalu lembap. 

Ketika vagina terlalu lembap, maka virus, jamur, atau bakteri jahat akan mudah berkembang biak. Alhasil, gangguan pada vagina pun bisa terjadi. 

  • Bau darah yang seperti bau ketiak

Hal ini bisa dipicu oleh kelenjar keringat apokrin yang berada di area genital. Keringat apokrin bercampur dengan bakteri di kulit, sehingga darah haid justru berbau seperti bau badan atau bau ketiak.

  • Bau amis yang menusuk

Darah haid bau amis itu sebenarnya wajar, tetapi bila amisnya sudah terlalu menusuk, maka dikhawatirkan ada infeksi bakteri vaginosis pada vagina Anda. 

Bakterial vaginosis adalah infeksi vagina yang dipicu oleh pertumbuhan bakteri berlebih. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita yang sering berganti-ganti pasangan seksual. 

Saat tidak menstruasi, mereka yang terkena infeksi ini akan mengalami keputihan berwarna keabuan. Tetapi ketika mereka menstruasi, darahnya akan berbau sangat amis karena adanya peningkatan alkalinitas pada vagina.

Selain karena bakterial vaginosis, bau darah menstruasi yang super amis bisa juga disebabkan oleh infeksi menular seksual trikomoniasis. Biasanya, kondisi tersebut disertai pula dengan sensasi seperti terbakar, gatal, dan pegal di daerah vagina. 

Itulah penjelasan mengapa bau darah haid berbeda dengan darah biasa. Adanya proses pengeluaran yang lebih kompleks membuat bau darah haid cenderung lebih menyengat. Selama aromanya masih wajar seperti darah haid umumnya, Anda tidak perlu khawatir. Namun jika timbul bau yang sangat menganggu, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat, guna menghindari kemungkinan adanya infeksi.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar