Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Anak Lebih Cerdas dan Bahagia dengan Stimulasi yang Benar

Anak Lebih Cerdas dan Bahagia dengan Stimulasi yang Benar

Menyambut Hari Anak Nasional, IDAI DKI Jakarta mengajak orang tua untuk mewujudkan kondisi anak yang cerdas, sehat dan bahagia.

Klikdokter.com, Jakarta Anak yang cerdas, sehat dan bahagia merupakan dambaan setiap orang tua. Anak yang memiliki kualitas semacam ini bisa menjadi generasi penerus untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Untuk mewujudkan kondisi anak dengan kualitas demikian orang tua perlu membekalinya dengan kasih sayang, nutrisi dan stimulasi yang tepat agar tumbuh kembang anak menjadi optimal.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli lalu, dan bertepatan dengan HUT-65 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), IDAI cabang DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan bagi para masyarakat. Dalam kesempatan ini IDAI bekerja sama dengan Suku Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu

Kegiatan-kegiatan edukasi tersebut meliputi talkshow seputar kesehatan anak mulai dari bayi sampai remaja. Selain itu digelar pula kegiatan mendongeng dan demo memasak MPASI untuk kelompok usia yang berbeda.

Ketua umum IDAI DKI Jakarta, Prof. DR. Dr. Rini Sekartini, Sp. A(K) mengatakan “Dengan adanya acara pada hari ini, kami berharap agar para orang tua lebih mengerti tentang pentingnya hak anak untuk menuju ke generasi yang lebih cerdas, sehat dan bahagia. Salah satu yang perlu diketahui orang tua adalah dengan memberikan stimulasi-stimulasi pada anak.”

1 dari 2 halaman

Dongeng untuk menstimulasi anak

Anak yang menerima stimulasi yang tepat akan mengalami fase perkembangan uang optimal. Dalam hal ini ada stimulasi untuk motorik kasar dan motorik halus. Salah satu kegiatan yang dapat menstimulasi anak agar tumbuh kembangnya menjadi lebih baik adalah dengan memberikan dongeng.

“Mendongeng merupakan salah satu kegiatan untuk menstimulasi motorik halus pada anak. Dengan mendongeng, anak jadi belajar untuk berbicara dan berkomunikasi. Lewat dongeng anak tidak hanya mendengar, tapi dia juga ikut bertanya dan berinteraksi,” ujar Prof. Rini.

Selain mendongeng, aktivitas lain yang digelar dalam perayaan Hari Anak Nasional dan perayaan HUT-65 IDAI untuk menstimulasi tumbuh kembang anak adalah menempel stiker.

“Dengan menempel stiker jari-jari anak jadi belajar membuka stiker. Diharapkan nantinya anak akan terbiasa memegang pensil untuk menulis. Lalu, dengan menempel stiker, imajinasi anak juga jadi berkembang karena mereka jadi berusaha untuk berpikir,” tambah Prof. Rini.

Selain dengan mendongeng atau menempel stiker, ada beberapa kegiatan lainnya yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk menstimulasi tumbuh kembang anaknya. Menurut dr. Dina Kusumawardhani dari KlikDokter, beragam aktivitas tersebut misalnya:

  • Mengeskplorasi alam

Ajaklah anak bermain di taman belakang rumah atau bertamasya ke kebun binatang atau wisata alam lainnya. Tunjukkan dan sebutkan berbagai nama binatang dan tanaman. Anda juga dapat mengajak anak untuk menanam tumbuhan atau memberi makanan untuk binatang peliharaan bersama-sama.

  • Biasakan sarapan pagi

Nutrisi memiliki peranan sangat penting dalam perkembangan otak anak. Biasakan anak untuk sarapan setiap hari. Melewatkan sarapan berbahaya bagi kesehatan anak, menurunkan konsentrasi, mengganggu kognitif, dan menurunkan antusiasme anak untuk bermain atau belajar.

  • Ajak anak berbicara

Sering mengajak anak bicara atau membacakan cerita akan menambah kosakata baru untuk anak dan membuat ia merasa diperhatikan.

  • Biarkan anak menonton televisi

Tidak semua tayangan di televisi memberikan efek yang negatif. Pilihkan tontonan yang edukatif untuk menstimulasi kecerdasan anak. Tapi selalu temani anak saat menonton televisi, hindari tontonan yang menunjukan kekerasan dan batasi waktu menonton anak setiap harinya.

  • Mendengarkan musik

Memperkenalkan beragam jenis musik pada anak juga termasuk cara untuk menstimulasi perkembangannya. Biarkan anak mendengarkan lagu dengan lantunan musik yang tenang dan menenangkan seperti jazz dan instrumen.

Membangun anak cerdas, sehat dan bahagia perlu dilakukan orang tua sejak dini. Beragam stimulasi untuk anak bisa dilakukan untuk membangun motorik kasar dan motorik halusnya. Jika keduanya sudah berkembang dengan baik, tentu anak akan tumbuh menjadi figur dan pribadi yang berkualitas.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar