Sukses

Polusi Udara Jakarta Tinggi, Ini 5 Kiat Jaga Kesehatan Paru

Polusi udara Jakarta dalam tingkat membahayakan. Jagalah kesehatan paru dengan melakukan beberapa kiat ini.

Klikdokter.com, Jakarta Isu semakin memburuknya kualitas udara di Jakarta menguat beberapa hari belakangan ini. Bahkan, dalam beberapa foto yang tersebar di media sosial, polusi udara Jakarta menyebabkan jarak pandang menurun karena adanya “kabut”. Dalam kondisi udara seperti ini, tentu kesehatan paru-paru yang terancam.

Pada Senin (29/7), berdasarkan data AirVisual.com, udara Jakarta mencapai titik terendahnya, yakni dengan konsentrasi 117,3 ug/m3 berdasarkan US Air Quality Index (US AQI) atau indeks kualitas udara. Ketika menggunakan acuan US AQI, hasil analisis pencemaran udara untuk parameter PM2.5, nilai 117,3 ug/m3 masuk dalam kondisi berbahaya.

Kiat menjaga kesehatan paru

Data di atas tentu membuat Anda ketar-ketir. Akan tetapi, jangan cemas berlebihan. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan paru.  

1. Pakai masker

Pakai masker adalah salah satu cara pencegahan paling mudah untuk dilakukan, terutama bagi Anda yang sering mengendarai motor untuk beraktivitas. Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, pilihlah masker yang memang bisa menjaga kesehatan pernapasan Anda.

"Ada masker tertentu sebenarnya yang bisa menghalau polusi dengan maksimal, namanya masker N95. Seperti namanya, masker ini menyaring 95% partikel dari udara. N95 ini sebenarnya lebih sering dipakai oleh tenaga medis yang bersentuhan dengan orang-orang dengan masalah kesehatan penularan cepat, seperti SARS dan difteri," ujar dr. Sepri.

"Masker jenis ini tidak boleh dipakai secara rutin. Kalau dipakai rutin dalam jangka waktu lama, artinya oksigen yang kita hirup hanya sedikit. Jadi, ada risiko hipoksia atau kurang oksigen. Tapi ada juga di bawah N95, tapi tidak dijual bebas," dia melanjutkan.

Selain itu, dr. Sepriani juga menyarankan untuk memakai jenis masker yang sekali pakai dan tidak dipakai berulang. "Kalau bisa, pakai masker yang health graded, masker kesehatan bukan masker untuk naik motor ya," ujarnya.

2. Atur waktu keluar rumah

Mengatur waktu untuk beraktivitas di luar rumah atau luar ruangan juga penting untuk menghindari terpapar polusi. Pastikan Anda tidak keluar ruangan ketika polusi dalam tingkat tertinggi, mulai siang sampai sore hari.

"Kalau mau keluar rumah, atur waktu jam keluar dengan baik. Untuk di Jakarta, para pekerja sebenarnya diuntungkan karena berangkat pagi dan pulang agak malam. Tingkat polusi tertinggi itu biasanya siang hari sampai sore. Mestinya, orang-orang harus mengatur waktu untuk keluar rumah atau ruangan," kata dr. Sepriani.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

3. Bersihkan AC lebih sering

"Kalau di rumah pakai AC dan sehari-hari banyak aktivitas di rumah dengan AC menyala, sebaiknya lebih sering bersihkan. Kalau selama ini yang disarankan 3 bulan sekali, mungkin sekarang menjadi 1-2 bulan sekali untuk membersihkan AC," saran dr. Sepriani.

4. Menjaga kekebalan tubuh

Penting menjaga kekebalan tubuh Anda agar tubuh tak mudah sakit. Makan buah dan sayuran yang biasanya memiliki antioksidan tinggi untuk menangkal radikal bebas. Selain itu, pilih yang mengandung banyak vitamin C dan E.

"Jangan lupa juga makan buah dan sayur karena antioksidannya cukup tinggi. Kalau bisa, makan buah dan sayuran yang mengandung vitamin C dan E," ucap dr. Sepriani.

5. Memelihara tanaman di dalam ruangan

Kalau Anda biasa memelihara tanaman di luar rumah, mulai sekarang Anda bisa memeliharanya di dalam rumah. Tanaman pada umumnya bisa menyerap karbon dioksida berbahaya bagi paru-paru.

"Sifat tanaman itu kan menyerap CO2 dan ditukar dengan O2. Jadi, perbanyak tanaman indoor, baik di kantor atau rumah, supaya sirkulasi udara menjadi baik," tutur dr. Sepri.

Polusi udara Jakarta memang sudah masuk ke dalam taraf berbahaya. Karena itu, Anda mesti pintar-pintar mencari cara agar polusi itu tidak turut mencemari kesehatan paru-paru Anda. Dengan melakukan cara-cara di atas, Anda meminimalkan potensi polusi dan zat beracun lainnya masuk ke tubuh Anda.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar