Sukses

6 Manfaat Kolostrum untuk Bayi

Kolostrum memiliki manfaat yang luar biasa bagi bayi. Yuk, simak apa saja kelebihannya!

Klikdokter.com, Jakarta Manfaat kesehatan ASI atau air susu ibu bagi bayi terkait kandungan nutrisi dan zat imunitasnya telah lama diketahui. Selain itu, cairan yang mendahului keluarnya ASI – yaitu kolostrum – juga memiliki manfaat yang luar biasa bagi si Kecil.

Kolostrum ini biasanya dihasilkan dalam beberapa hari awal setelah melahirkan. Cairan bernutrisi ini bermanfaat demi tumbuh dan kembang bayi.

Kolostrum, cairan langka penuh manfaat

Kolostrum merupakan cairan berwarna agak kekuningan, relatif lengket, yang keluar sebelum ASI. Cairan ini diproduksi segera setelah melahirkan dan bisa dikatakan sebagai cairan yang mengandung hampir semua zat yang dibutuhkan bayi ketika baru dilahirkan.

Secara eksklusif, kolostrum hanya dihasilkan pada hari ke-2 sampai hari ke-5 setelah melahirkan. Setelah itu, ‘susu transisional’ akan dihasilkan, yang merupakan pencampuran antara kolostrum dengan ASI.

Kolostrum sangat kaya akan zat yang berkaitan dengan faktor imunitas, faktor pertumbuhan, dan perbaikan jaringan. Di dalamnya pun terkandung protein, immunoglobulin, laktoferin, lactalbumin, dan faktor pertumbuhan (growth factor).

Selain itu juga terdapat kandungan vitamin, mineral, lemak, karbohidrat, dan enzim pencernaan.

Uniknya, kolostrum tidak hanya dihasilkan oleh manusia, melainkan juga oleh seluruh mamalia. Bahkan, baru-baru ini kolostrum sapi (bovine colostrum) mulai tersedia di pasaran, untuk mengakomodasi kebutuhan akan manfaat kolostrum yang sangat banyak. Meski demikian, kolostrum manusia mengandung lebih banyak faktor pertumbuhan dibandingkan kolostrum sapi.

Berbagai manfaat kolostrum

Manfaat dari kolostrum sangat banyak bagi bayi karena berisi kandungan nutrisi yang penting bagi si Kecil. Berikut adalah beberapa diantaranya:

  1. Kolostrum mengandung laktalbumin dan laktoferin yang lebih banyak dibandingkan ASI, sehingga bermanfaat untuk menunjang sistem kekebalan tubuh.
  2. Faktor pertumbuhan (growth factor) yang ada di dalam kolostrum dapat menunjang proses tumbuh dan kembang bayi.
  3. Mengandung banyak komplemen dan antibodi, suatu agen antikuman alami yang bisa menstimulasi pematangan sistem imunitas bayi baru lahir.
  4. Kolostrum juga bisa bersifat sebagai laksatif, yang membantu bayi membuang mekonium, yakni feses pertama bayi yang berwarna hitam.
  5. Kandungan nutrisi makro dan mikronya bermanfaat untuk membantu perkembangan organ tubuh bayi, serta mencegah kadar gula darah rendah pada bayi baru lahir.
  6. Kolostrum mengandung penghambat tripsin yang bisa menjaga kesehatan sel-sel epitel organ cerna. Selain itu, kolostrum membentuk suatu pelapis di lambung dan usus bayi yang dapat mencegah penempelan kuman penyebab penyakit.

Dengan begitu, kolostrum bisa menjaga bayi baru lahir dari gangguan saluran cerna.

Berdasarkan manfaat-manfaat yang tertera di atas, bisa disimpulkan bahwa kolostrum mendukung kehidupan bayi baru lahir lewat dua cara utama. Pertama, banyaknya zat imunitas dan antikuman alami yang ada di dalamnya sangat menunjang sistem kekebalan tubuh bayi.

Kedua, faktor pertumbuhan yang ada di dalamnya dapat meningkatkan kesehatan umum bayi, bahkan bermanfaat untuk saluran cerna bayi.

Mengingat manfaat kolostrum begitu banyak bagi bayi Anda, maka jangan lewatkan kesempatan untuk memberikan asupan ini pada si Kecil.  Sebab, proses kelahiran tidak hanya memengaruhi fisik dan psikis ibu, tapi juga bayi baru lahir yang harus beradaptasi dengan lingkungan luar. Kolostrum akan menjadi salah satu bantuan awal terbaik yang bisa Anda berikan pada si Kecil.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar