Sukses

Akropustulosis, Penyakit Apakah Itu?

Pernahkah Anda mendengar mengenai penyakit akropustulosis? Siapa sajakah yang dapat mengalami kondisi ini?

Klikdokter.com, Jakarta Si Kecil mengalami bintik-bintik merah dan gatal pada permukaan kulit? Hati-hati, jangan-jangan anak Anda terkena akropustulosis. Anda mungkin masih asing dengan penyakit kulit yang satu ini. Karena itu, simak penjelasannya di artikel ini.

Seputar Akropustulosis

Akropustulosis adalah penyakit kulit yang cukup jarang terjadi. Penyakit ini cenderung menyerang bayi, meski dapat juga terjadi pada orang dewasa. Penderita akropustulosis dapat mengalami benjolan atau bintik yang gatal pada kulit.

Akropustulosis yang terjadi pada bayi umumnya ditemui pada tahun-tahun pertama kehidupan. Namun, kondisi ini akan menghilang saat anak mencapai usia 3 tahun.

Sering kali, akropustulosis tidak menyebabkan komplikasi yang serius. Akan tetapi, bayi tetap dapat mengalami iritasi karena rasa gatal dan ketidaknyamanan yang dialami.

Pada awalnya, bintik-bintik yang timbul pada akropustulosis dapat berupa benjolan yang cenderung datar dan berwarna merah. Kemudian, benjolan dapat terisi oleh cairan seperti nanah.

Setelah itu, dapat diamati adanya perubahan warna menjadi kuning atau putih. Bintik-bintik itu biasanya timbul pada telapak tangan atau kaki, tapi juga dapat terjadi di pergelangan kaki, punggung tangan, kulit kepala, atau pergelangan tangan.

Dalam setiap “serangan”, bintik-bintik tersebut dapat menetap selama 7-14 hari. Bintik-bintik dapat kembali timbul setiap 2-4 minggu bila tidak mendapatkan penanganan.

Penyebab akropustulosis

Penyebab terjadinya akropustulosis pada bayi belum diketahui secara pasti. Pada sebagian kasus, kondisi ini didapatkan terjadi setelah infeksi scabies, yang merupakan penyakit kulit sangat menular akibat infeksi tungau Sarcoptes scabiei yang menggali ke dalam kulit.

Akropustulosis dapat terjadi sebagai akibat dari reaksi alergi terhadap tungau scabies. Akan tetapi, banyak pula kasus akropustulosis yang tidak berhubungan dengan infeksi scabies. Selain itu, juga penting untuk diingat bahwa akropustulosis bukan merupakan penyakit yang menular.

Untuk menegakkan diagnosis dari akropustulosis, dokter dapat memeriksa bintik-bintik yang ada. Dokter akan memastikan tidak terdapatnya tungau scabies atau terowongan-terowongan yang disebabkan oleh tungau scabies pada kulit.

Apabila dibutuhkan, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan laboratorium untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lainnya atau memeriksa adanya infeksi lain, seperti cacar air.

Terkadang, akropustulosis juga dapat menyerupai kelainan kulit lainnya, di antaranya adalah:

  1. Scabies, infeksi kulit yang sangat menular.
  2. Dyshidrotic eczema, kelainan kulit yang menyebabkan timbulnya gelembung kecil yang gatal pada jari, telapak tangan, dan telapak kaki.
  3. Hand, foot, and mouth disease (HFMD) atau penyakit tangan, kaki, dan mulut, yaitu suatu infeksi virus yang sering menyerang anak-anak dan menyebabkan rasa nyeri pada mulut serta ruam pada tangan, kaki, dan bokong.
  4. Impetigo, infeksi kulit menular yang sering terjadi dan menyebabkan kulit nyeri, kemerahan, dan berkerak pada bagian tubuh tertentu, seperti pada wajah, tangan, dan kaki.
  5. Transient neonatal pustular melanosis (TNPM), sebuah kondisi yang jarang dan dapat timbul bayi baru lahir, yang menyebabkan bintik-bintik pada bagian tubuh mana pun.

Tidak semua kasus akropustulosis membutuhkan penanganan. Sering kali, kondisi ini menghilang sebelum anak mencapai usia 3 tahun. Kaus kaki dan sarung tangan katun yang halus dapat digunakan untuk menurunkan risiko kerusakan kulit. Bila Anda menduga si Kecil mengalami kelainan tertentu pada kulit, segeralah berkonsultasi dengan dokter guna dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan penyebab dan penanganan yang sesuai.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar