Sukses

Jangan Sepelekan 5 Gigitan Serangga Ini

Gigitan serangga memang kerap dianggap bentol biasa dan disepelekan. Tapi, ada beberapa gigitan yang sangat berbahaya.

Klikdokter.com, Jakarta Beberapa jenis serangga bisa menimbulkan gangguan kesehatan ketika menggigit Anda. Reaksi yang ditimbulkan gigitan serangga pun beragam. Bisa saja hanya muncul bentol yang memerah, gatal, dan sedikit bengkak. Gigitan ringan seperti ini pada umumnya dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan.

Lebih dari itu, gigitan dapat menyebabkan reaksi alergi yang menimbulkan pembengkakan besar dan sesak napas yang parah. Jika hal ini terjadi pada Anda, segera periksa ke dokter.

Waspadai gigitan serangga ini

Jangan sepelekan gigitan serangga. Tidak semuanya ternyata “aman” bagi kesehatan Anda. Di bawah ini adalah beberapa jenis serangga yang patut diwaspadai:

  1. Kutu busuk 

Menurut Centers for Disease Control (CDC), bedbug atau kutu busuk lebih merupakan gangguan daripada ancaman bagi kesehatan Anda. Akan tetapi, tidak berarti Anda harus mengabaikannya. 

Selain menjadi sangat gatal, kutu di kasur akan membuat Anda terjaga di malam hari dan menyebabkan Anda kehilangan waktu tidur yang berharga. Gejala gigitan kutu busuk adalah benjolan kecil berwarna merah yang mirip dengan gigitan nyamuk.

Sering kali Anda akan melihat gejala itu dalam garis lurus di punggung, perut, atau kaki Anda. Anda dapat mengobati gigitan dengan obat anti-gatal. Meski bisa diobati, Anda harus segera mengeyahkan serangga itu dari kasur Anda.

  1. Sengatan lebah dan tawon

Lebah memang terkenal dengan daya sengatnya yang menyakitkan. Dalam kebanyakan kasus, sengatan lebah atau tawon akan berakhir dengan bilur merah yang menyakitkan.

Jika Anda disengat oleh lebah atau tawon, dr. Adeline Jaclyne dari KlikDokter menyarankan langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menyingkirkan sengat yang ditinggalkan oleh lebah dengan menggunakan benda tajam atau keras tipis seperti pisau, kartu kredit atau kuku jari.

"Keluarkan sengat yang tertinggal secara perlahan. Usahakan jangan sampai memeras kantong racun. Semakin cepat menyingkirkan sengat yang ada, akan mengurangi peredaran jumlah racun yang masuk ke dalam tubuh," ujar dr. Adeline.

Segera cari perawatan medis darurat jika tenggorokan Anda mulai membengkak dan Anda kesulitan bernapas. Jika Anda tidak alergi tapi Anda sering tersengat, Anda mungkin mengalami gejala seperti mual, muntah, demam, dan vertigo karena racun yang menumpuk di tubuh.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Skabies

Skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh kutu atau tungau (Sarcoptes scabei). Kutu ini berukuran sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop. Skabies ini juga mudah menular dari manusia ke manusia, dari hewan ke manusia, dan sebaliknya.

“Penyakit ini mudah menyebar baik secara langsung melalui sentuhan langsung dengan penderita maupun secara tak langsung melalui baju, seprei, handuk, bantal, air yang masih terdapat kutu Sarcoptes-nya," ujar dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter.

Skabies biasanya menyebabkan ruam yang sangat gatal dan bentuknya menyerupai jerawat. Menurut CDC, skabies bisa menyebar dengan mudah sehingga harus segera ditangani. Dokter Anda kemungkinan akan meresepkan losion untuk membunuh tungau dan telurnya. 

  1. Gigitan nyamuk

Gigitan nyamuk biasanya akan memunculkan benjolan merah yang terasa gatal. Meski sebagian besar tidak mengkhawatirkan, beberapa jenis nyamuk membawa beberapa penyakit, seperti demam berdarah dan malaria.

  1. Gigitan kutu

Jangan pernah anggap remeh gigitan kutu. Gigitan kutu bisa menyebabkan penyakit Lyme. Penyakit Lyme dapat ditularkan ke manusia melalui golongan bakteri Borrelia dan berbagai spesis kutu, tergantung pada wilayah masing-masing.

Orang yang tinggal atau menghabiskan lebih banyak waktu di daerah hutan, lebih mungkin untuk terkena penyakit ini. Begitu pula mereka yang hidup dengan hewan peliharaan.

Menurut CDC, Lyme memengaruhi sekitar 300 ribu orang setiap tahun. Bahkan, penyakit Lyme menyumbang 82 persen dari semua kasus penyakit yang berhubungan dengan bakteri pada rentang waktu 2004-2016.

Tahap awal gejala penyakit Lyme mirip dengan penyakit flu yang disertai demam, nyeri otot, kelelahan, dan sakit kepala. Mayoritas orang yang terkena penyakit ini juga mendapatkan ruam berbentuk peluru di tubuh mereka.

Meski terlihat tak terlalu parah, sebaiknya Anda tidak menganggapnya sepele. Sebab, semakin lama seseorang menderita penyakit Lyme tanpa perawatan, gejalanya akan menjadi semakin buruk. Misalnya, timbul rasa nyeri di tangan dan kaki, nyeri saraf, detak jantung yang tidak teratur, dan bahkan peradangan otak.

Meski kebanyakan tidak berbahaya, beberapa gigitan serangga dapat membawa masalah kesehatan. Untuk menghindarinya, Anda dapat menggunakan losion anti-serangga. Selain itu, jaga terus kebersihan perabot rumah, seperi kasur, bantal, sofa, dan karpet. Beberapa jenis serangga di atas dikenal gemar tinggal dan berkembang biar di perabotan rumah tersebut.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar