Sukses

Hari Hepatitis Sedunia 2019, Mengenal Penyakit Hepatitis

Masih dalam rangka Hari Hepatitis Sedunia, mari bersama-sama mengenali jenis, tanda, dan gejala hepatitis lebih lanjut.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap tahunnya, World Hepatitis Day atau Hari Hepatitis Sedunia jatuh pada tanggal 28 Juli. Pemahaman tentang penyakit ini tentu saja jangan sampai berhenti hanya pada hari peringatannya hari Minggu (28/7) kemarin. Namun, seberapa jauh Anda mengenali jenis, tanda, dan gejala hepatitis, sehingga bisa melakukan pencegahan sejak dini.

Untuk peringatan 2019 ini, tema yang diangkat adalah “Invest in Eliminating Hepatitis” atau berinvestasi untuk mengeliminasi hepatitis. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memilih tema tersebut dengan harapan dapat mengeliminasi penularan hepatitis secara global pada 2030.

Hepatitis merupakan penyakit infeksi kedua tertinggi yang menyebabkan kematian setelah tuberkulosis. Berdasarkan data dari WHO, virus hepatitis B dan C telah menginfeksi 325 juta orang di seluruh dunia. Keduanya juga telah menyebabkan 1,4 juta kematian setiap tahunnya.

Selain itu, individu yang tertular hepatitis juga sembilan kali lebih banyak dibandingkan yang tertular virus HIV.

Jenis, tanda, dan gejala hepatitis

Untungnya, hepatitis dapat dicegah, ditangani, dan sebagian jenis juga dapat disembuhkan. Akan tetapi, lebih dari 80 persen penderitanya tidak mendapatkan pelayanan pencegahan, pemeriksaan, atau penanganan yang sesuai.

Hepatitis A, B, dan C merupakan tiga jenis hepatitis yang paling sering terjadi. Berikut adalah sekilas penjelasan untuk ketiga tipe tersebut:

1. Hepatitis A

Hepatitis A adalah penyakit virus yang menyerang hati dan dapat ditularkan melalui tertelannya makanan atau air yang terkontaminasi. Penyakit ini juga bisa menular lewat kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.

Risiko terinfeksi hepatitis A akan meningkat dengan kurangnya ketersediaan air bersih, sanitasi yang buruk, serta rendahnya perilaku dalam menjaga kebersihan diri seperti mencuci tangan.

Tanda dan gejala hepatitis A dapat beragam, mulai dari yang ringan hingga berat. Di antaranya adalah demam, penurunan nafsu makan, diare, mual, rasa tidak nyaman pada perut, warna air seni lebih gelap, dan jaundice (perubahan warna pada kulit dan bagian putih mata menjadi tampak lebih kuning).

Saat ini, sudah ada vaksin yang aman dan efektif untuk mencegah hepatitis A.  Ketersediaan air bersih, sistem keamanan makanan yang baik, sanitasi yang baik, perilaku mencuci tangan yang benar, serta vaksinasi merupakan beberapa cara yang dapat diterapkan untuk mencegah penularannya.

2. Hepatitis B

Hepatitis B juga merupakan penyakit virus yang menyerang hati dan dapat ditularkan oleh ibu kepada bayinya saat proses melahirkan. Selain itu, virus ini ditularkan melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, seperti pada jarum suntik, tato, dan tindikan yang tidak steril, atau melalui cairan tubuh, seperti darah menstruasi, cairan vagina, dan sperma.

Penularan hepatitis B melalui hubungan seksual juga banyak terjadi pada orang yang belum divaksinasi dan mempunyai pasangan seksual multipel.

Hepatitis B dapat menyebabkan infeksi kronis dan kematian akibat berkembangnya penyakit tersebut menjadi kanker hati dan sirosis hati. Gejala yang timbul antara lain adalah jaundice, air seni berwarna gelap, rasa kelelahan, mual, muntah, dan nyeri perut.

Hepatitis B dapat dicegah dengan vaksinasi yang dapat melindungi dari terjadinya kondisi tersebut hingga 98-100 persen. Pencegahannya sangat penting untuk menghindari terjadinya berbagai komplikasi kronis, seperti kanker hati.

3. Hepatitis C

Virus hepatitis C merupakan salah satu penyebab utama dari kanker hati. Virus tersebut ditularkan melalui paparan terhadap darah terinfeksi walau dalam jumlah kecil.

Penularan ini dapat terjadi melalui penyuntikan obat-obatan, praktik penggunaan suntikan yang tidak aman, praktik kesehatan yang tidak aman, transfusi darah yang belum diperiksa keamanannya. Selain itu dapat pula menular dari praktik seksual yang dapat menyebabkan adanya paparan terhadap darah.

Tanda dan gejala hepatitis C menyerupai gejala-gejala hepatitis lainnya, seperti demam, lelah, penurunan nafsu makan, mual, muntah, nyeri perut, air seni berwarna gelap, tinja berwarna abu-abu, nyeri sendi, dan jaundice. Hingga saat ini, belum tersedia vaksin khusus untuk hepatitis C.

Peringatan Hari Hepatitis Sedunia yang jatuh pada hari Minggu (28/7) kemarin, sudah seharusnya bisa menjadi momentum yang tepat bagi masyarakat dunia. Selain untuk lebih mengenal lebih jauh penyakit ini, juga untuk mencegahnya sejak dini. Jadi, tindakan nyata demi menekan kasus hepatitis harus terus berlanjut sepanjang waktu dan tidak terbatas saat perayaannya saja.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar