Sukses

Perlukah Tes Hepatitis Sebelum Menikah?

Sebelum menikah, setiap pasangan dihadapkan banyak sekali persiapan pernikahan, salah satunya adalah tes hepatitis. Seberapa penting tes ini?

Klikdokter.com, Jakarta Hepatitis merupakan salah satu penyakit yang ditakuti oleh banyak orang, tak terkecuali oleh pasangan yang akan menikah. Itu sebabnya setiap pasangan dianjurkan untuk melakukan tes hepatitis sebelum menikah. 

Hepatitis atau sering disebut dengan infeksi hati merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Secara garis besar, terdapat 5 jenis hepatitis, yaitu hepatitis A,B,C,D dan E. Dari kelima jenis tersebut, yang paling sering terjadi adalah hepatitis A,B dan C.

Hepatitis A merupakan bentuk infeksi hati yang bersifat paling ringan dan penderitanya bisa pulih kembali. Cara penularannya pun biasanya melalui mulut, di mana virus hepatitis A mengontaminasi air atau makanan yang tidak dimasak dengan baik.

Sedangkan hepatitis B dan C penularannya melalui hubungan seksual, transfusi darah, penggunaan jarum suntik yang bergantian, penularan dari ibu hamil ke kandungannya, maupun transplantasi organ. 

Tes hepatitis yang perlu dilakukan sebelum menikah

Pemeriksaan hepatitis yang umumnya dilakukan bagi pasangan yang akan menikah adalah tes hepatitis B. Biasanya pemeriksaan dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya virus hepatitis B (HBV) di dalam darah, baik yang sedang aktif sekarang maupun infeksi di masa lampau. 

Sama halnya dengan pemeriksaan darah pada umumnya, tes hepatitis B membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah tubuh. Pada pemeriksaan hepatitis B, yang dilihat adalah HBsAg dan anti HBs. 

HBsAg (Hepatitis B surface Antigen) adalah antigen atau penanda yang pertama kali muncul apabila seseorang terinfeksi virus HBV. Umumnya antigen ini akan muncul dalam 2-4 minggu setelah tubuh terinfeksi.

Sedangkan, anti HBs (hepatitis B surface antibody) adalah tes untuk melihat ada atau tidaknya antibodi dalam tubuh untuk melawan infeksi HBV. 

Seberapa perlu melakukan tes hepatitis?

Jawabannya adalah sangat perlu. Tes kesehatan sebelum menikah penting untuk dilakukan karena dapat memperkirakan kondisi kesehatan kedua belah pihak.

Selain itu, tes ini juga mendeteksi ada atau tidaknya penyakit menular, seperti hepatitis B dan HIV/AIDS yang dapat ditularkan ke pasangan maupun ke anaknya kelak. 

Jika salah satu pasangan memiliki hasil positif hepatitis B, maka sangat penting untuk melakukan pengobatan sesegera mungkin. Selain itu, pemberian vaksinasi hepatitis B pada pasangan yang tidak sakit juga sangat diperlukan untuk mencegah tertularnya infeksi HBV kelak. 

Pada fase akut, infeksi hepatitis B dapat sembuh apabila daya tahan tubuh penderita baik. Sedangkan, jika terlalu lama dibiarkan dan terlambat ditangani, maka kondisi organ hati pun dapat memburuk.

Kondisi inilah yang menyebabkan seseorang mengalami hepatitis B kronik dan dapat berisiko mengalami komplikasi seperti sirosis hati, gagal hati maupun kanker hati.

Pengobatan yang dilakukan pun dapat bersifat simptomatik, seperti memberikan obat–obatan penurun demam, anti mual,  maupun obat yang spesifik, yaitu antivirus.

Jika sudah diberikan obat antivirus, artinya seseorang harus mengonsumsinya seumur hidup untuk menekan pertumbuhan virus HBV dalam tubuh dan mencegah kompiikasi.

Lakukan tes hepatitis 

Anda tidak perlu pusing memikirkan di mana tes hepatitis dapat dilakukan. Pemeriksaan hepatitis, khususnya hepatitis B, dapat dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas maupun rumah sakit.

Jika ragu, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter dan dokter akan memberikan surat rujukan untuk pemeriksaan hepatitis.

Hepatitis adalah penyakit yang mudah sekali menular. Oleh sebab itu, penting sekali bagi setiap orang melakukan tes hepatitis, terutama sebelum menikah. Hal ini diperlukan sebagai bentuk pencegahan akan infeksi yang menular ini. 

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar