Sukses

Pengaruh Infeksi Hepatitis pada Kesuburan Pria

Tak banyak yang mengetahui bahwa infeksi hepatitis ternyata memengaruhi kesuburan pria. Berikut ini fakta medisnya.

Klikdokter.com, Jakarta Hepatitis adalah suatu kondisi ketika organ hati atau liver mengalami infeksi yang hampir sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus. Perlu diketahui, infeksi hepatitis ini juga turut berkaitan dengan kesuburan pria.

Penyebab hepatitis dan gejalanya

Meski kerap disebabkan oleh infeksi virus, tak menutup kemungkinan hepatitis disebabkan infeksi lainnya. Beberapa kondisi yang memengaruhi antara lain hepatitis autoimun dan hepatitis yang terjadi akibat penggunaan obat tertentu, alkohol ataupun zat yang mengandung racun bagi tubuh.

Hepatitis yang disebabkan oleh virus diklasifikasikan sebagai hepatitis viral, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E.  Hepatitis A selalu muncul dalam keadaan akut jangka pendek, sedangkan hepatitis B, C, dan D kemungkinan besar akan berlanjut dalam keadaan kronis.

Beberapa gejala akut yang ditimbulkan saat seseorang terkena infeksi hepatitis adalah sebagai berikut:

  • Demam
  • Gejala kelelahan seperti flu
  • Nyeri otot
  • Urine berwarna gelap dan pekat seperti teh
  • Nyeri pada perut bagian kanan atas
  • Mual, muntah hingga kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan drastis tanpa sebab
  • Kulit, jari-jari, kuku dan mata nampak kuning.
1 dari 2 halaman

Pengaruh hepatitis terhadap kesuburan pria

Hepatitis B kronis yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B sangat memengaruhi fungsi hati. Hepatitis jenis ini adalah yang paling berbahaya dan 50 hingga 100 kali lebih menular daripada HIV (Human Immunodeficiency Virus).

Protein dari virus hepatitis B diketahui menurunkan kualitas sperma dan mengurangi tingkat pembuahan lebih dari 50 persen. Sehingga, individu dengan HBV 1,6 kali lebih mungkin mengalami infertilitas atau ketidaksuburan daripada orang yang tidak terinfeksi.

Meski diklaim tidak memiliki efek pada fungsi normal kelenjar ovarium atau rahim, virus ini berdampak negatif terhadap pembentukan sel sperma (spermatogenesis) pada pria.

Hal ini tentunya akan menyebabkan pengurangan kuantitas sperma, kadar hormonal testosteron, motilitas atau daya gerak sperma, kualitas, dan bentuk sperma yang juga turut memengaruhi kesuburan dan kemampuan sperma saat terjadi pembuahan.

Pentingnya ketahanan sel sperma

Pada dasarnya, ada korelasi antara fungsi mitokondria sperma yang buruk dan daya gerak sperma yang menurun dengan penurunan kesuburan. Sebab, potensi membran mitokondria mewakili keadaan sel sperma.

Karena mitokondria sperma menghasilkan energi untuk mendukung daya gerak sperma, keadaan potensial membran mitokondria sperma merupakan indikator penting pada sistem reproduksi. 

Terdeteksi bahwa meningkatnya konsentrasi antibodi spesifik Hepatitis (HBs) menyebabkan membran mitokondria sperma semakin kehilangan potensinya. Dengan demikian, ketahanan sel sperma untuk berjuang saat pembuahan pun menurun, sehingga kesuburan pria juga ikut menurun.

Dampak infeksi hepatitis lainnya pada kesuburan pria

Infeksi Hepatitis B dapat memengaruhi bentuk sel sperma, salah satunya akibat protein dan gen sperma yang dirusak oleh virus hepatitis. Mirisnya, bentuk sperma telah dirancang agar bisa bergerak dengan lincah dan bertahan hidup hingga pembuahan terjadi.

Namun, karena pelindung sel sperma tersebut mengalami kerusakan, hal ini tentu berdampak negatif pada kualitas sel sperma itu sendiri.

Beberapa penelitian mengklaim bahwa akibat negatif dari hepatitis B pada sistem reproduksi pria dapat menstimulasi sel sperma untuk menghancurkan atau merusak dirinya sendiri dan kemudian mengalami kematian sel.

Peneliti menyimpulkan hal ini terjadi karena virus hepatitis B membawa kandungan radikal bebas yang menyebabkan hancurnya sel sperma akibat mekanisme pertahanan tubuh yang kurang baik.

Infeksi virus tersebut akan berimbas pada matinya sel-sel sperma dan menurunnya jumlah sel sperma yang dihasilkan seorang pria ketika ejakulasi. Akibatnya, kemungkinan untuk terjadinya pembuahan dengan sel ovum wanita akan semakin berkurang.

Meski dapat memengaruhi kesuburan pria, Anda tidak perlu khawatir terhadap infeksi hepatitis, selama menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menjauhi perilaku seks bebas dan menghindari kebiasaan minum alkohol. Yang terpenting, bentengi tubuh dengan vaksin hepatitis A dan B sebagai tindakan pencegahan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar