Sukses

Kiat Mencegah Penularan Hepatitis A, B dan C

Kasus peradangan hati atau hepatitis sering ditemukan, terutama hepatitis A, B dan C. Bagaimana cara mencegah penularannya?

Klikdokter.com, Jakarta Hepatitis merupakan peradangan pada organ hati yang dapat disebabkan oleh berbagai macam virus, yang terdiri dari hepatitis A sampai E, hingga sub tipe lainnya. Virus hepatitis yang sering kali ditemukan pada manusia adalah virus hepatitis A, B, dan C yang akan menimbulkan gejala yang berbeda pada masing-masing tipe.

Terdapat berbagai cara untuk mencegah Anda terkena hepatitis, mulai dari mencuci tangan dengan baik dan benar hingga mendapatkan vaksinasi. Namun, secara spesifik juga terdapat beberapa cara untuk mencegah hepatitis berdasarkan tipe virusnya, karena cara penyebarannya pun berbeda.

Pencegahan penularan hepatitis A

Anda dapat tertular hepatitis A jika mengonsumsi makanan maupun minuman yang mengandung virus hepatitis A di dalamnya. Apalagi bila terdapat kontak fisik yang intens atau berhubungan intim dengan seseorang yang sedang tertular.

Cara terbaik untuk mencegah terjangkit hepatitis A adalah vaksinasi. Anak-anak sudah bisa mendapatkannya mulai usia 1 tahun, sebanyak 2 kali, dengan interval 6-12 bulan, berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Bagi orang dewasa yang sering bepergian ke luar negeri, khususnya negara berkembang, direkomendasikan untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis A. Demikian pula bagi mereka yang secara aktif menggunakan obat-obatan terlarang serta berhubungan intim dengan sesama jenis.

Selain itu, hindari makanan yang tidak dimasak dengan matang dan gunakan air kemasan untuk minum. Jika terpaksa menggunakan air mentah, Anda dapat menggunakannya setelah dipanaskan selama 1 menit. Terakhir, jangan lupa juga untuk mencuci tangan setelah pergi ke toilet.

Bagaimana dengan hepatitis B?

Virus ini menular dari kontak darah, air mani, maupun cairan tubuh lainnya dari seseorang yang terinfeksi virus hepatitis B. Sama seperti tipe hepatitis A, Anda dapat mencegahnya dengan vaksinasi.

Berdasarkan rekomendasi IDAI, vaksin hepatitis B pertama diberikan dalam waktu 12 jam setelah bayi lahir, lalu saat usia 1 dan 6 bulan.

Untuk orang dewasa, Centers for Disease and Control Prevention (CDC) merekomendasikan vaksinasi bagi orang yang memiliki penyakit ginjal maupun hati kronis, maupun yang terinfeksi HIV. Mereka yang memiliki banyak pasangan seksual atau aktif berhubungan intim dengan sesama jenis, juga perlu divaksin.

Para pengguna obat-obatan terlarang melalui jarum suntik dan mereka bekerja di fasilitas kesehatan, juga perlu vaksin ini. Dan yang tidak boleh dilupakan, mereka yang tinggal dengan seseorang yang mengidap hepatitis B, atau bepergian ke negara dengan wabah hepatitis B perlu menerima vaksin penyakit ini.

Selain vaksinasi, Anda dapat mencegah penularannya dengan:

  • Tidak berbagi sikat gigi maupun pisau cukur
  • Tidak berbagi jarum suntik
  • Hanya mendapatkan tato dan tindik dari tempat yang dapat mensterilisasikan peralatannya
  • Menggunakan kondom ketika berhubungan intim.

Meski penyakit ini bisa menular, namun Anda tidak dapat terinfeksi oleh hepatitis B dengan cara berciuman, berpelukan, batuk, bersin, maupun makan dan minum menggunakan peralatan yang sama.

Jika Anda merasa telah terinfeksi dengan hepatitis B dan belum pernah vaksinasi sebelumya, segera beritahu dokter agar virus masih dapat dicegah dengan injeksi immunoglobulin hepatitis B.

Namun apabila Anda tertular melalui hubungan seksual, dibutuhkan vaksinasi dalam kurun waktu 14 hari. Jika infeksi terjadi akibat sebab lainnya, Anda membutuhkan vaksinasi dalam kurun waktu 24 jam.

Lakukan ini agar hepatitis C tidak menular

Hingga kini masih belum terdapat vaksinasi untuk hepatitis C. Dan karena sebagian besar individu tidak mengetahui sedang mengidap gejala hepatitis C selama bertahun-tahun, banyak yang tidak mengetahui bahwa mereka telah terinfeksi.

Oleh sebab itu, lakukan beberapa kiat berikut agar Anda tidak tertular dari hepatitis C:

  • Jika Anda menggunakan obat-obatan terlarang, jangan berbagi penggunaan jarum.
  • Ketahui riwayat seksual pasangan Anda. Jika ada risiko untuk terinfeksi, lakukan pemeriksaan darah.
  • Gunakan kondom saat berhubungan intim.

Berbagai cara pencegahan penularan virus seperti hepatitis sering kali diabaikan karena terkesan sederhana. Biasanya tindakan pencegahan hanya sekadar mencuci tangan dengan baik dan benar, penggunaan kondom, hingga vaksinasi pada mereka yang berisiko tertular karena pekerjaan sehari-harinya.

Walaupun ada yang dapat sembuh sendiri seperti hepatitis A, tentu produktivitas akan terganggu karena diperlukan masa pemulihan. Dengan mengetahui kiat pencegahan penularan virus hepatitis yang tepat, Anda dapat melindungi diri serta keluarga dari salah satu penyakit kronis ini.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar