Sukses

Kenali Penyebab Bayi Tidur Mendengkur

Bayi Anda sering tidur mendengkur? Mungkin beberapa hal di bawah ini adalah penyebabnya.

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Anda atau orang di sekitar ada yang tidur mendengkur? Bagi orang dewasa, tidur mendengkur dianggap hal biasa dan sering kali bukan sesuatu yang membahayakan. Sedangkan jika bayi tidur mendengkur bisa jadi kondisi yang normal, namun bisa juga disebabkan adanya penyakit tertentu.

Menurut penelitian, sekitar 1 dari 10 bayi mendengkur saat tidur. Anda perlu mengetahui penyebabnya agar bisa lebih waspada.

Bayi yang mendengkur saat tidur

Dengkuran merupakan suara yang terjadi saat bayi tidur, yaitu ketika bayi menghirup udara dan ada hambatan udara yang masuk melalui bagian belakang mulutnya. Pembukaan dan penutupan jalan udara ini menyebabkan terjadinya getaran pada jaringan di tenggorokan.

Keras atau pelannya dengkuran disebabkan oleh jumlah udara yang lewat dan seberapa cepat jaringan tenggorokan bergetar. Pada anak yang lebih besar (di atas 3 tahun), cenderung akan mendengkur saat fase tidur yang dalam. 

Frekuensi tidur mendengkur dengan suara keras yang terjadi hampir setiap hari, bisa jadi tanda adanya infeksi saluran napas, seperti flu atau alergi. Mengenai hal ini, The American Academy of Pediatrics menganjurkan semua anak sebaiknya dilakukan skrining jika tidur mendengkur.

Hasilnya, ditemukan sekitar 1-3 persen anak tak hanya tidur mendengkur tetapi juga mengalami gangguan bernapas saat tidur. Jika mendengkur disertai dengan henti napas sesaat, bisa jadi bayi mengalami OSAS (obstructive sleep apnea syndrome).

OSAS merupakan suatu kondisi di mana terjadinya henti napas sesaat saat tidur. Normalnya, aliran udara akan mengalir dari hidung dan mulut ke dalam paru-paru. Pada kondisi OSAS, aliran udara dapat terhenti karena adanya sumbatan di jalan napas yang menyebabkan terjadinya dengkuran saat tidur. 

Apa saja penyebabnya?

Menurut studi yang dipublikasikan di the Indian Journal of Otolaryngology and Head & Neck Surgery, disebutkan bahwa pada bayi baru lahir, 20 persen penyebab dengkuran pada bayi adalah karena adanya deviasi septum (ada kelainan pada tulang hidung).

Penyebab lainnya bisa karena obesitas atau berat badan berlebih, alergi, asma, GERD (gastroesophageal reflux disease), adanya kelainan struktur wajah atau rahang atau gangguan pada sistem saraf. Pada bayi yang usianya lebih besar, penyebab lain tidur mendengkur adalah amandel yang besar atau meradang. 

Amandel yang bengkak dapat menyumbat jalan napas, sehingga anak menjadi sulit bernapas dan tidur mendengkur. Menurut the National Center for Health Statistics, sekitar 263,000 anak di Amerika Serikat menjalani operasi pengangkatan amandel setiap tahunnya dengan keluhan awal tidur mendengkur. 

Penyebab lain tidur mendengkur pada bayi bisa jadi karena kondisi laryngomalacia, yakni perlunakan laring atau jaringan pita suara. Akibat adanya gangguan pada struktur pita suara, maka dapat menyebabkan jaringan yang lunak tersebut jatuh dan menutup jalan napas hingga menimbulkan dengkuran saat tidur.

Namun demikian, sekitar 90 persen anak akan sembuh dengan sendirinya dan tidak membutuhkan penanganan medis. Kondisi ini biasanya akan hilang dengan sendirinya saat bayi menginjak usia 18 - 20 bulan.

Bahaya yang terjadi bila tak segera ditangani

Tidur mendengkur yang tidak diketahui penyebabnya dan tidak mendapatkan penanganan medis dapat menyebabkan anak cenderung mengantuk di siang hari, bahkan mengalami gangguan perilaku seperti sulit menangkap pelajaran di sekolah. 

Menurut penelitian yang dipresentasikan di the American College of Chest Physicians, disebutkan bahwa anak yang mendengkur keras saat tidur berisiko 2 kali lebih tinggi mengalami gangguan belajar di sekolah.

Kualitas tidur anak pun dapat menurun, sehingga anak cenderung lebih hiperaktif dan sulit memusatkan perhatian. Bahkan, pada bayi yang tidur mendengkur cenderung mengalami susah makan yang kemungkinan disebabkan oleh adanya masalah pada mulut, tenggorokan, paru atau jantung. 

Ketika orang tua mendapati bayi tidur mendengkur sebaiknya segera dicari penyebabnya. Terlebih jika kondisi tersebut berlangsung setiap hari dan dengkuran cukup keras. Jika tidak ditangani, maka dapat berdampak bagi kesehatan si Kecil.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar