Sukses

Efek Samping Cuci Darah Bisa Diatasi dengan Cara Ini

Penderita gangguan ginjal berat bisa alami efek samping cuci darah. Tapi jangan khawatir, ada cara untuk mengatasi kondisi itu.

Klikdokter.com, Jakarta Ketika ginjal tidak lagi mampu bekerja secara normal, penderita gangguan ginjal berat membutuhkan tindakan cuci darah. Cuci darah sendiri pada prinsipnya bertujuan menggantikan kerja ginjal dalam menyaring dan membuang sisa-sisa metabolisme, kelebihan cairan, membantu menyeimbangkan unsur kimiawi dalam tubuh, hingga menjaga tekanan darah. Sayangnya, efek samping cuci darah dapat dialami penderitanya.

Efek samping cuci darah yang kerap timbul

Proses hemodialis atau cuci darah memang tergolong metode yang cukup rumit. Baik penderita gagal ginjal maupun keluarganya perlu selalu memonitor kondisi pasien yang menjalani terapi cuci darah.

Beberapa efek samping yang kerap dialami penderita gangguan ginjal kronis setelah cuci darah, antara lain tekanan darah yang menurun, kulit terasa gatal, kram otot, rasa lemas, mulut kering,  hingga rasa haus berlebih. 

Rasa haus, badan lemas, dan menurunnya tekanan darah dipicu oleh menurunnya kadar cairan dalam tubuh selama proses cuci darah. Adapun rasa gatal timbul dipicu oleh penumpukan fosfor. 

Lalu, bagaimana dengan kram otot? Untuk efek samping yang satu itu, belum diketahui penyebab pastinya. 

Tak cuma penderita sakit ginjal yang cuci darah

Cuci darah sebenarnya tak cuma diperuntukkan bagi penderita gangguan ginjal yang sudah parah. Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid dari KlikDokter, ada beberapa kondisi yang juga membutuhkan pengobatan cuci darah. 

Beberapa kondisi lain yang membutuhkan tindakan ini misalnya keracunan berat, penumpukan cairan di paru-paru (edema paru), tingginya kadar kalium dalam darah, dan beberapa kondisi medis lainnya. 

Cuci darah memang dapat memberikan efek samping yang membuat penderitanya kurang nyaman. Namun, bukan berarti Anda bisa “membolos” beberapa kali dari treatment tersebut. 

Pasalnya, jika cuci darah tidak dilakukan secara rutin, toksin akan menumpuk di ginjal. Hal ini tentu rentan menimbulkan berbagai komplikasi berbahaya pada otak, jantung, paru, dan organ lainnya. 

1 dari 2 halaman

Meminimalkan efek samping cuci darah

Para penderita gagal ginjal kronis memang perlu menjalani tindakan cuci darah secara rutin. Tidak perlu terlalu khawatir dengan efek sampingnya. Sebab, efek samping cuci darah sebenarnya dapat diatasi.

Berikut adalah beberapa cara mudah yang bisa Anda lakukan: 

  • Rencanakan konsumsi cairan dalam sehari. Sebagai contoh, batas asupan cairan Anda adalah 1.000 ml/hari. Bagilah pengonsumsian cairan itu sebanyak 6 kali, yakni 150 ml saat sarapan, 100 ml saat makan snack pagi menjelang siang, 250 ml saat makan siang, 100 ml saat makan snack sore, 150 ml saat makan malam, dan 100 ml saat snack malam. Nah, sisa 150 ml-nya lagi dapat Anda dapatkan dari makanan yang mengandung air, seperti buah atau menu makan sup. 
  • Konsumsilah buah dan sayur sesuai dengan anjuran yang sudah ditentukan oleh dokter dalam perencanaan diet harian. Pasalnya, orang yang cuci darah dengan kadar kalium tinggi mesti mendapatkan asupan sayur dan buah yang takarannya pas. 
  • Pasien cuci darah lebih baik mengonsumsi cairan yang dingin untuk memberikan sensasi segar dan sejuk dalam mulut serta tenggorokan. 
  • Jika mulut terasa sangat kering usai cuci darah, Anda dapat berkumur-kumur dengan air dingin yang sudah dicampur dengan daun mint. 
  • Mintalah petunjuk dokter terkait pola makan khusus agar kulit tidak terus-menerus gatal akibat penumpukan fosfor. 
  • Aplikasikan kompres hangat di area yang mengalami kram otot. 

Sama halnya dengan metode pengobatan lain, cuci darah pun ada efeknya pada sebagian orang. Namun demikian Anda yang perlu menjalani tindakan ini, tidak perlu khawatir.

Efek samping cuci darah bisa Anda minimalkan dengan menerapkan langkah-langkah di atas. Namun bila muncul efek samping yang lebih parah, dibutuhkan penanganan medis dari dokter. 

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar