Sukses

Jangan Ambil 4 Makanan Ini di Restoran Prasmanan

Karena adanya kemungkinan kontaminasi serta sarang kuman dan bakteri penyebab penyakit, jangan ambil makanan ini restoran prasmanan.

Klikdokter.com, Jakarta Tak bermaksud menakuti, tetapi ada baiknya Anda melakukan antisipasi dengan tidak mengambil jenis makanan tertentu di restoran prasmanan. Pasalnya, karena begitu banyaknya sajian makanan dan tamu bisa mengambil sendiri makanannya (self-service) sepuasnya, konsep prasmanan alias buffet bisa menjadi lingkungan yang disukai bakteri dan kuman penyebab keracunan makanan.

Bukannya Anda tak boleh makan di rumah makan prasmanan atau menikmati aneka makanan di all-you-can-eat buffet, tetapi Anda juga perlu berhati-hati. Pasalnya, berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), 1 dari 6 warganya sakit tiap tahunnya akibat mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Jenis makanan yang sebaiknya dihindari di restoran prasmanan

Ingat, kuantitas makanan yang banyak sering kali tidak sebanding dengan kualitasnya. Supaya kunjungan Anda ke restoran prasmanan atau all-you-can-eat selanjutnya aman, ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari untuk mengurangi risiko Anda terpapar kuman penyakit.

  1. Penyajian prasmanan yang tidak sesuai standar

Satu hal yang perlu Anda lakukan sebelum mengisi piring dengan makanan adalah memastikan makanan dan lingkungan sekitar memenuhi standar—harus bersih, tiap sajian prasmanan memiliki sendok saji atau sendok capitnya masing-masing, dan kondisi restoran secara keseluruhan bersih.

Menurut Martin Bucknavage, pendidik keamanan pangan asal AS mengatakan kepada Insider, bahwa staf restoran harus selalu ada dan penuh perhatian.

“Staf harus menyingkirkan makanan sebelum terlihat kurang segar, memastikan pelanggan mematuhi aturan, membersihkan makanan yang tumpah atau sisa makanan, serta selalu cek suhu makanan,” kata Martin.

Yang tak boleh mereka lakukan adalah mengambil wadah atau pinggan yang makanannya hampir habis, misalnya capcai, lalu menuangnya ke batch capcai yang baru matang. Praktik tersebut bisa mengontaminasi makanan baru dan bisa bikin pelanggan berisiko sakit.

  1. Makanan sudah tak lagi terlihat segar

Pikir lagi ribuan kali sebelum mengambil sayuran untuk salad yang tampak layu, makanan yang tampak kering, atau terlihat adanya cairan di kontainer tempat makanan dituangkan. Kata Marvin, itu merupakan salah satu tanda bahwa makanan sudah dipajang terlalu lama dan mungkin sudah berubah menjadi tempat bakteri berkembang biak.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

  1. Makanan yang tidak disimpan dengan suhu yang tepat

Salah satu tugas penting staf rumah makan prasmanan adalah memastikan makanan yang disajikan panas tetap panas, dan makanan yang disajikan dingin tetap dingin.

“Perhatikan suhu makanan. Suhu antara 4-60 derajat Celsius dikenal sebagai zona berbahaya, karena  pada suhu tersebut bakteri bisa tumbuh dengan cepat,” terang dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter. Apalagi jika suhu makanan sampai mencapai sekitar suhu tubuh, yaitu 36 derajat Celsius.

Makanan yang disajikan dan dikonsumsi dingin harus dihidangkan seperti seharusnya, yaitu di atas es batu. Bukan di atas air dingin yang merupakan lelehan es batu.

Misalnya pada makanan seperti koktail udang (shrimp cocktail) yang sering disajikan prasmanan di hotel bintang lima. Jenis makanan ini harus disajikan dingin. Oleh karena itu harus didinginkan dulu sebelum diletakkan di sekitar es batu, bukannya baru didinginkan ketika disajikan di meja prasmanan.

  1. Makanan yang disajikan mentah

Umumnya karena tak mau rugi, pengunjung restoran mengambil sajian shabu-shabu – daging atau ikan mentah – sebanyak mungkin. Pasalnya, makanan mentah tidak melewati tahapan penting, yaitu tidak dimasak sehingga bakteri tidak terbunuh.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyatakan bahwa ikan yang disajikan mentah harus dibekukan dulu selama 12-24 jam untuk membunuh parasit potensial di dalamnya. Meski demikian, sulit untuk mengetahui apakah ikan mentah yang disajikan di restoran prasmanan dibekukan dulu atau tidak. Meski sudah, itu tidak mencegah bakteri dari luar—yang tidak dimatikan lewat proses memasak—mengontaminasi daging.

“Cara lain untuk menghindari dampak buruk sashimi serta penyimpanannya yang tidak benar adalah dengan hanya memakannya di restoran ternama, karena biasanya mereka punya teknik pengolahan khusus yang tidak asal-asalan, sehingga sajian mentah bebas dari kontaminan berbahaya,” ujar dr. Kartika Mayasari kepada KlikDokter.

Bukan hanya daging ikan mentah yang harus Anda waspadai, tetapi juga sayuran dan buah untuk salad. Pastikan bahan-bahan salad disimpan dalam temperatur yang tepat. Orang-orang yang punya gangguan sistem imun sebaiknya menghindari makanan mentah.

2 dari 3 halaman

Waspadai juga tamu “nakal”

Staf restoran mungkin sudah melakukan hal terbaik untuk menjaga kebersihan dan keamanan makanan, tetapi mereka tak bisa memonitor tiap makanan yang mereka hidangkan.

Misalnya, mungkin saja ada tamu yang menggunakan satu sendok untuk mengambil soto, lalu menggunakan sendok yang sama untuk mengambil makanan lain di sebelahnya, sehingga mengontaminasi kedua makanan tersebut.

Selain itu, waspadai juga tamu yang mengambil makanan dengan tangannya, menggunakan sendoknya sendiri untuk mengambil makanan di meja buffet, memakai ulang piring untuk mengambil lebih banyak makanan, serta tamu yang meletakkan kembali makanan ke tempat prasmanan setelah diambil.

Jika Anda mendapati beragam perilaku di atas, laporkanlah ke staf restoran. Jika mungkin, tegur langsung dan beri tahu baik-baik kesalahannya tanpa memancing keributan.

Apabila Anda melihat makanan di restoran prasmanan dengan ciri-ciri yang disebutkan di atas, amannya jangan diambil. Rumah makan prasmanan memang memungkinkan Anda puas makan dengan harga yang masuk akal, tetapi Anda tetap perlu teliti tentang kebersihan dan keamanan makanan maupun lingkungan restoran.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar