Sukses

Nyeri Dada seperti Dialami Menteri Eko Sandjojo, Gejala Apa?

Menteri Eko Sandjojo sempat dilarikan ke rumah sakit karena nyeri dada dan lemas. Gejala penyakit apa yang dirasakannya itu?

Klikdokter.com, Jakarta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes-PDT), Eko Sandjojo sempat mengejutkan publik setelah dilarikan ke UGD sebuah rumah sakit karena mengalami nyeri dada. Rabu (24/7) kemarin lewat akun Instgram-nya, Menteri Eko Sandjojo mengaku mengalami nyeri dada sampai harus mendapatkan pemeriksaan jantung. Selain nyeri dada, mendadak badannya juga terasa lemas.

Kabar baiknya, ternyata Menteri Eko Sandjojo tidak mengalami masalah jantung. Kesimpulan itu didapat setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh pihak rumah sakit.

"Setelah dilakukan pemeriksaan jantung, ternyata hasil pemeriksaan jantung dan saluran pembuluh darah di kepala masih sangat baik. All the blood vesels are still clean like a baby. Hanya kelelahan, dan kurang tidur. That's it," tulis Eko Sandjojo.

"Setelah dikasih obat tidur dan pain killer, terasa segar dan enak sekali pagi ini. Siap tempur lagi. Baru sadar bahwa ternyata kita bukan mesin. Perlu istirahat dan tidur juga," dia menambahkan.

Nyeri di dada, gejala apa?

Saat mengalami nyeri dada – seperti yang dialami Menteri Eko Sandjojo – Anda  mungkin akan langsung mengaitkannya dengan serangan jantung. Apalagi jika nyeri terjadi di dada sebelah kiri. Hal itu pun dibenarkan dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter. 

Selain nyeri di dada sebelah kiri, gejala khas serangan jantung adalah:

  • Rasa nyeri akan menjalar hingga ke tangan kiri, leher, bahu, serta punggung belakang.
  • Gejala itu juga biasanya disertai dengan keringat dingin dan mual, dan pusing.
  • Nyeri seperti tubuh Anda seperti ditimpa benda berat, bukan seperti ditusuk-tusuk.

"Namun, bisa juga terjadi serangan jantung terjadi walaupun tidak ada gejala di atas. Misalnya karena penderita punya faktor risiko, seperti ada riwayat jantung sebelumnya, merokok, dan kolesterol tinggi," ucap dr. Dyan Mega.

Akan tetapi, ternyata bukan hanya sakit jantung. Nyeri di dada dapat pula pertanda adanya masalah kesehatan lain, yaitu:

  1. Masalah lambung

Refluks asam lambung atau GERD merupakan kondisi saat asam lambung naik hingga ke tenggorokan. Menurut dr. Dyan Mega, ketika mengalami hal ini, biasanya penderita akan merasakan sensasi rasa terbakar di dada yang mirip dengan nyeri dada pada serangan jantung.

Pada umumnya, saat Anda mengalami masalah asam lambung, akan disertai juga nyeri di ulu hati, lidah terasa pahit, sesak napas, dan biasanya terjadi pada mereka yang memiliki riwayat sakit mag. Pencetusnya adalah konsumsi makanan yang dapat meningkatkan produksi asam lambung, alkohol, merokok, dan kebiasaan makan sebelum tidur.

  1. Masalah otot

Nyeri otot merupakan keluhan nyeri di dada yang paling umum. Menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, nyeri ini dapat terjadi di seluruh bagian dada, mulai dari bagian kiri, kanan, tengah, atau seluruh bagian. Biasanya bersifat seperti ditusuk-tusuk, kemudian bertambah atau berkurang dengan perubahan posisi atau dipijat.

"Dapat terjadi setelah berolahraga, melakukan aktivitas fisik yang berat, atau karena posisi tidur yang salah. Rata-rata nyeri ini dapat diatasi dengan penggunaan salep nyeri otot, dipijat, atau istirahat," ujar dr. Theresia.

  1. Masalah paru-paru

Kebanyakan, nyeri dada akibat masalah paru berkaitan dengan infeksi pada paru. Nyeri ini bisa timbul saat tarikan napas, yang disertai keluhan-keluhan lain seperti demam, batuk, atau sesak.

Meski identik dengan penyakit jantung, nyeri dada – apalagi sebelah kiri – dapat juga jadi gejala penyakit lain. Agar diagnosisnya pasti, segera temui dokter saat Anda merasakan nyeri dada disertai badan lemas, seperti yang dilakukan Menteri Eko Sandjojo. Supaya terhindar dari kondisi ini, olahraga rutin dan istirahat cukup adalah kuncinya.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar