Sukses

Penyebab Sariawan pada Bayi yang Masih Menyusu

Sariawan pada bayi bisa membuat si Kecil rewel sepanjang hari. Ketahui berbagai penyebabnya agar Anda tahu bagaimana harus menghadapinya.

Klikdokter.com, Jakarta Pada bayi yang menyusu, masalah kesehatan yang kerap mengganggu adalah terkait dengan kesehatan rongga mulut dan gusi, serta gigi. Gangguan rongga mulut yang sering dikeluhkan oleh ibu adalah adanya sariawan pada bayi.

Mendeteksi sariawan pada mulut bayi

Mulut bayi yang masih kecil ukurannya sering kali membuat orang tua kesulitan untuk mengetahui adanya masalah pada rongga mulut, misalnya saat adanya sariawan. Ketika bayi mengalami sariawan, biasanya ibu mengetahui dari adanya perubahan pola menyusui pada si Kecil.

Jika biasanya si Kecil sangat giat untuk menyusui, ia bisa saja tiba-tiba jadi malas menyusui dan rewel. Jika hal ini terjadi, mungkin saja buah hati Anda tengah mengalami sariawan.

Sariawan merupakan suatu luka kecil berbentuk bulat atau oval yang terdapat pada rongga mulut atau bagian dalam pipi anak. Sariawan ini biasanya dapat sembuh sendiri dalam waktu 1 hingga 2 minggu, namun dapat menyebabkan gangguan pada saat menyusui.

Penyebab sariawan pada bayi

Sariawan sendiri dapat dipengaruhi faktor keturunan di dalam keluarga. Terdapat beberapa individu yang memang lebih rentan dan sering mengalami sariawan daripada orang lainnya. Hal ini biasanya dipicu stres dan menurunnya daya tahan tubuh karena kelelahan.

Berikut ini adalah beberapa penyebab yang mungkin menjadi pemicu terjadinya sariawan pada anak Anda, selain dari faktor riwayat keluarga:

  1. Reaksi terhadap kandungan makanan tertentu

Pada beberapa anak yang memiliki sensitivitas terhadap makanan tertentu, maka kandungan makanan tersebut dapat menyebabkan munculnya reaksi sariawan pada mulut bayi.

Jika hal ini terjadi secara berulang, maka orang tua dapat memperhatikan apa yang dimakan orang tua atau bayi (jika bayi sudah mulai mengonsumsi MPASI) untuk mengetahui bahan makanan yang menjadi pemicu munculnya sariawan.

  1. Trauma pada rongga mulut

Trauma pada rongga mulut dapat menyebabkan luka sariawan, misalnya karena penggunaan botol atau sendok yang terlalu keras, pada bayi yang masih menggunakan alat bantu untuk menyusu.

Atau pada bayi yang menyusu langsung, ketika tidak sengaja tergigit, maka luka sariawan dapat muncul karena efek trauma dari gusi atau gigi pada bayi yang sudah mengalami tumbuh gigi.

  1. Teknik membersihkan rongga mulut yang tidak tepat

Membersihkan rongga mulut merupakan hal yang wajib dilakukan untuk mencegah munculnya jamur atau mengendapnya susu pada lidah dan rongga mulut bayi. 

Membersihkan lidah, gusi, dan rongga mulut bayi ini merupakan hal yang perlu dilakukan secara rutin dan teliti sejak awal agar bayi juga terbiasa untuk menjaga dan membersihkan rongga mulutnya.

Namun, penggunaan pembersih mulut, lidah, gusi atau gigi untuk bayi terkadang dapat menyebabkan trauma pada rongga mulut bayi, sehingga dapat menyebabkan sariawan.

Jadi, pilih alat untuk membersihkan mulut yang berbahan lembut. Kemudian, saat membersihkan rongga mulut, lakukan secara perlahan dan hati-hati, agar tidak terjadi luka.

  1. Infeksi virus

Sariawan pada mulut bayi juga dapat disebabkan oleh infeksi virus yang kemudian disebut dengan Hand Foot and Mouth Disease (HFMD). Bila si Kecil mengalaminya, periksakan segera ke dokter, ya!

Pada dasarnya, sariawan pada bayi akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika cukup mengganggu, maka orang tua dapat membawa si Kecil ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Berikan juga susu yang dingin untuk membantu meringankan rasa tidak nyaman yang dialami bayi. 

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar