Sukses

Benarkah Bayi Tak Perlu Tidur Menggunakan Bantal?

Tak seperti orang dewasa, bayi konon tak perlu tidur menggunakan bantal. Apa kata medis terkait hal ini?

Klikdokter.com, Jakarta Tidur dan bantal merupakan satu kesatuan yang sulit dipisahkan dalam rutinitas beristirahat. Namun pada bayi, bantal justru bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan bahkan malapetaka. Anggapan tersebut membuat sebagian orang enggan memberikan bantal pada bayi untuk digunakan sebagai alas kepala saat tidur.

Informasi mengenai bayi yang tidak perlu menggunakan bantal saat tidur sudah banyak beredar. Namun, bagaimana kebenaran medis di balik anggapan ini? 

Bantal untuk bayi saat tidur

Menurut pandangan medis, bayi ternyata tak direkomendasikan untuk menggunakan bantal di kepala saat tidur. Hal ini utamanya karena proporsi tubuh bayi yang berbeda dengan orang dewasa. 

Orang dewasa mungkin akan merasa lebih nyaman tidur dengan bantal untuk menyangga kepala. Namun hal tersebut tidak berlaku pada bayi. Ini karena bayi memiliki ukuran leher yang kecil, dengan ukuran kepala relatif lebih besar daripada tubuhnya. Jadi, meski tidak menggunakan bantal, bayi yang ditidurkan telentang sudah dalam posisi yang sangat sesuai. 

Di sisi lain, penggunaan bantal pada bayi – terutama yang masih sangat belia – dapat membawa beragam bahaya bagi kesehatannya. Beberapa bahaya yang dimaksud, antara lain:

  • SIDS atau Sudden Infant Death Syndrome

Ini adalah kematian pada bayi atau anak berusia di bawah 1 tahun tanpa sebab yang jelas. SIDS umumnya terjadi saat sedang tidur. Penggunaan bantal, terutama jika bayi tidur di ranjangnya sendiri, merupakan salah satu penyebab SIDS yang paling sering.

Bayi berusia muda masih sulit untuk membalik tubuhnya sendiri. Penggunaan bantal dapat semakin mempersulit perubahan posisi bayi, dan justru bisa mengganggu jalan napasnya. 

Misalnya, Anda menelungkupkan bayi dan mengganjalnya dengan bantal agar bayi tertidur lelap. Pada posisi ini bayi bisa tanpa sengaja membenamkan kepalanya ke bantal dan tidak mampu berganti posisi sehingga tidak bisa bernapas. 

  • Poros tidak natural

Anatomi tubuh bayi yang memiliki rasio kepala lebih besar daripada tubuh membuat penggunaan bantal di bawah kepala menjadi tidak sesuai dengan posisi natural yang membuatnya nyaman. 

Berbeda dengan orang dewasa yang terbantu dengan bantal agar poros kepala sejajar dengan tulang belakang, penggunaan bantal pada bayi justru akan membuat lengkung poros kepala-leher-tulang punggung alaminya terganggu. Penggunaan jenis bantal yang tidak tepat pada bayi bahkan dapat menyebabkan sindrom kepala datar atau flat head syndrome.

  • Meningkatkan risiko alergi

Penggunaan detergen, pelembut atau pewangi saat Anda mencuci bantal yang digunakan untuk bayi dapat memicu reaksi alergi. Di sisi lain, bantal yang tidak rutin dicuci juga dapat menjadi sarang kuman dan parasit sehingga bisa memicu reaksi peradangan dan alergi pada si Kecil. 

Bantal lebih rentan memicu alergi karena jaraknya yang lebih dekat ke mulut dan hidung, sehingga kotoran serta alergen yang menempel lebih mudah masuk ke dalam tubuh.

Posisi tidur bayi yang tepat

Ada beberapa hal yang mesti Anda perhatikan agar bayi bisa tidur dengan aman dan nyaman, yaitu:

  • Pastikan bayi tidur telentang dan tidak telungkup.
  • Hindari penggunaan bantal hingga usia 2 tahun.
  • Jika sudah waktunya menggunakan bantal, pilih bantal yang rata dengan tekstur yang sesuai alias tidak terlalu empuk atau terlalu keras. 
  • Ubah posisi bayi setiap 2 jam jika memungkinkan, untuk menghindari flat head syndrome.
  • Pastikan ranjang bayi dekat dengan orang tua dan berjarak aman dari pengatur suhu ruangan (pemanas maupun pendingin) atau barang elektronik lainnya.

Kini Anda sudah tahu bahwa penggunaan bantal pada bayi adalah hal yang sebaiknya tidak dilakukan, apalagi bila si Kecil masih berusia di bawah 2 tahun. Bukannya membuat si Kecil merasa nyaman saat tidur, penggunaan bantal pada bayi yang masih sangat belia justru bisa mengancam keselamatan jiwanya.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar