Sukses

Pakai Kantong Pipis Saat Ibadah Haji, Perlukah?

Buang air kecil saat ibadah haji bisa jadi perkara besar untuk jemaah. Sebagai solusi, banyak yang pakai kantong pipis, khususnya para lansia.

Klikdokter.com, Jakarta Kantong pipis adalah salah satu perlengkapan yang diberikan pemerintah untuk dipakai jemaah saat ibadah haji. Bagi sebagian orang, mendengarnya bikin mengernyitkan dahi. Namun, ternyata kantong ini sangat memudahkan jemaah yang ingin kencing, khususnya jemaah lansia.

Kantong pipis adalah salah satu inovasi yang dikembangkan untuk mempermudah jemaah haji dalam melakukan aktivitas buang air kecil selama di Tanah Suci. Di dalam kantong pipis itu ada semacam tepung yang dapat mengubah kencing menjadi gel dan menetralisir baunya—yang klaimnya mengatakan tak akan bau meski jemaah habis melahap petai sekalipun.

Penggunaannya sangat praktis dan mudah. Pada jemaah pria, tinggal kencing di kantong tersebut, dan nantinya urine akan menggumpal. Kantong ini juga tersedia untuk jemaah haji wanita.

Perlukah pemakaian kantong kencing saat berhaji?

Soal apakah jemaah haji perlu kantong kencing, menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, tergantung kondisi si jemaah haji itu sendiri. Katanya, jika berdasarkan kondisi medis, ada orang-orang yang memang membutuhkannya.

"Jika jemaah haji itu sudah tua, ada masalah obesitas, kondisi-kondisi tertentu seperti diabetes melitus, neuropati bladder atau tidak bisa menahan pipis, bisa pakai kantong pipis," ujar dr. Sepriani.

"Namun kalau jemaah haji masih muda, kondisi tubuh sehat dan bugar, saya rasa tak perlu. Intinya, selama masih bisa antre ke kamar mandi, kantong pipis tidak diperlukan saat beribadah haji," tegasnya.

Tetap diperlukan agar buang air kecil jadi lebih praktis

Jika melihat jumlah jemaah yang tentunya tidak sebanding dengan banyaknya toilet, antrean bisa jadi perkara. Inilah kenapa penggunaan kantong pipis diperlukan. Sampai-sampai, pemerintah berinisiatif memberikannya kepada jemaah sebagai salah satu perlengkapan kesehatan.

Utamanya, kantong pipis ini bisa digunakan khususnya saat jemaah sedang wukuf di Arafah. Karena keterbatasan toilet, antrean bisa sangat panjang dan melelahkan bagi sebagian jemaah. Dengan kantong tersebut, jemaah tak perlu berlama-lama mencari toilet untuk antre buang air kecil. Satu kantong pipis bisa dipakai kurang lebih tiga kali.

1 dari 2 halaman

Meski aktivitas haji padat, jangan sampai keseringan menahan kencing

Selain praktis dan memudahkan urusan bolak-balik ke kamar kecil, kantong pipis juga membantu mencegah jemaah menahan kencing. Sesekali mungkin tak apa-apa, tapi kalau keseringan bisa berbahaya. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa terjadi jika terlalu sering menahan kencing.

• Nyeri

"Bila kerap mengabaikan keinginan untuk kencing, nyeri perut bawah atau nyeri pinggang bisa terjadi. Nyeri ini berasal dari kram otot-otot kandung kemih yang tetap berkontraksi meski urine telah dikeluarkan, sedangkan nyeri pinggang berasal dari gangguan ginjal. Nyeri juga bisa dirasakan saat sedang kencing," kata dr. Fiona Amelia, MPH, dari KlikDokter menjelaskan.

• Infeksi saluran kemih

Dalam kondisi normal, kandung kemih mengandung sejumlah bakteri yang bersifat protektif. Namun bila kondisi berubah, misalnya akibat menahan kencing terlalu lama, bakteri ini bisa tumbuh berlebihan dan memicu infeksi saluran kemih. Infeksi ini dapat menyebar ke ginjal dan menimbulkan kerusakan yang lebih luas.

• Batu ginjal

Bagi beberapa orang yang sangat rentan, menahan kencing dapat memicu penyakit batu ginjal. Ini terutama pada mereka yang sudah pernah mengalami batu ginjal atau kadar mineral dalam urinenya cenderung tinggi (yakni, kalsium, oksalat, sistin, dan asam urat).

"Namun, batu ginjal juga bisa terbentuk meski kadar mineral ini normal apabila jumlah urine yang diproduksi setiap harinya sedikit, yaitu bila Anda dehidrasi atau kurang minum," ungkap dr. Fiona.

• Mengompol

"Sering menahan kencing juga dapat merusak otot-otot dasar panggul, salah satunya otot berbentuk donat yang mengitari uretra (sfingter uretra). Otot ini membuat lubang saluran kemih tetap tertutup, sehingga urine tidak bocor atau merembes. Bila otot ini sampai rusak, maka Anda akan mengompol," papar dr. Fiona.

Jadi, apakah kantong pipis dibutuhkan oleh jemaah haji saat beribadah haji? Itu semua bergantung pada kondisi kesehatan jemaah dan juga sarana toilet di Tanah Suci. Jika jemaah yang sehat dan bugar menggunakannya juga tak masalah, khususnya jika penggunaannya dapat menunjang aktivitas ibadah selama berhaji.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar