Sukses

Sick Building Syndrome, Gangguan Kesehatan Apa Ini?

Sick building syndrome memang gangguan kesehatan yang jarang terdengar. Tapi, sebenarnya gangguan kesehatan apa itu?

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Anda sering mengalami pusing, lelah, iritasi mata, iritasi tenggorokan, dan iritasi kulit ketika beraktivitas di ruangan gedung tertentu, seperti di kantor, misalnya?. Bisa jadi, Anda mengalami sick building syndrome (SBS). Lalu, sebenarnya gangguan kesehatan apa ini?

Gangguan kesehatan ini cukup unik. Pasalnya, hal ini hanya bisa terjadi ketika Anda berada di ruangan gedung tertentu. Sebagai contoh, Anda mungkin bisa mengalami beberapa masalah kesehatan misalnya sinus atau sakit kepala, tetapi ketika sudah keluar dari kantor, tiba-tiba Anda akan sehat lagi.

Jika Anda mengalami kondisi ini, Anda tidak boleh menyepelekan gangguan kesehatan yang Anda alami.

Gejala dan penyebab sick building syndrome

SBS bisa dibilang merupakan gejala-gejala yang muncul di tempat tinggal atau kerja (kantor) tertentu tanpa alasan yang jelas. Semakin lama seseorang menghabiskan waktu di dalam bangunan tersebut, semakin parah gejala yang dialami.

Tapi sebaliknya, begitu seseorang menjauhi bangunan tersebut, gejala yang dialami mulai membaik atau bahkan menghilang seketika.

Beberapa gejala yang paling sering dilaporkan adalah sakit kepala, rasa lelah, mual, serta iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Di Indonesia sendiri, SBS lebih sering disebut sebagai sindrom bangunan sakit.

Sebenarnya, National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) lebih suka dengan istilah "Kualitas Udara Dalam Ruangan" dibanding SBS.

Sebuah bangunan dianggap sakit jika 20 persen dari jumlah total pekerja yang ada di sebuah gedung memiliki gejala mata berair, suara serak, sakit kepala, kulit kering, gatal, pusing, mual, palpitasi jantung, keguguran, sesak napas, mimisan, kelelahan kronis, kekaburan mental, tremor, pembengkakan kaki atau pergelangan kaki, dan kanker. Faktor jelasnya adalah jika gejalanya mereda saat pekerja di rumah atau berlibur.

"Ya, ini memang penyakit unik. Biasanya orang yang mengalaminya tidak akan merasakan gejala apa-apa ketika menjauhi bangunan yang menyebabkan dia mengalami sakit. Keluhan umum SBS biasanya memang pusing ketika masuk ke suatu gedung," ujar dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter.

Penyebab SBS sendiri cukup banyak. Menurut perhimpunan American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers, beberapa faktor pencemar termasuk pembakaran di dalam ruangan (pemanas dan aktivitas merokok), penumpukan karbon monoksida, dan partikel senyawa organik yang dapat terhirup seperti benzena, stirena, dan pelarut lainnya adalah penyebabnya.

Selain itu, alergen dan patogen di udara, seperti virus, bakteri, jamur, spora, dan protozoa juga turut andil. Terbaru, bahan bangunan seperti kayu lapis, lem karpet, dan kain permadani juga dianggap sebagai penyebab keluhan ini.

Apa yang dapat dilakukan karyawan?

The Building Owners and Managers Association International (BOMA), mendesak semua penyedia dan pengelola gedung untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, relatif bebas dari kontaminan, serta disesuaikan dengan suhu dan kelembapan.

Sementara itu, jika menduga bangunan tempat Anda bekerja mungkin berkontribusi pada gejala sakit Anda, ini yang bisa Anda lakukan:

  • Ambil gambar langit-langit atau perabotan yang berubah warna atau basah.
  • Masukkan keluhan Anda secara tertulis kepada perusahaan.
  • Jika telah mengalami masalah yang berkepanjangan, Anda mungkin berhak atas kompensasi. Anda bahkan dapat mencoba pensiun dini.
  • Meminta perusahaan untuk menyelidiki kualitas udara di dalam gedung kantor Anda jika lebih dari satu orang mengalaminya.
  • Cari pekerjaan lain jika Anda tidak bisa mendapatkan kepuasan. Kesehatan Anda terlalu penting daripada bertahan di gedung yang bermasalah.

Jadi, sick bulding syndrome memang aneh tapi nyata. Ancamannya cukup berbahaya jika Anda mendiamkan gejalanya. Langkah terakhir, Anda bisa mengajukan pengunduran diri jika merasa gedung kantor telah membuat Anda jadi tidak produktif karena mengalami beberapa masalah kesehatan.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar