Sukses

Kiat Lindungi Anak dari Pelecehan Seksual

Khawatir dengan sering terjadinya pelecehan seksual pada anak? Inilah kiat untuk melindungi anak dari perbuatan keji tersebut!

Klikdokter.com, Jakarta Mendengar kata pelecehan seksual tentu akan menimbulkan kecemasan dan keresahan  terhadap orang tua, apalagi jika anak-anak yang menjadi korbannya. Oleh sebab itu, simak beberapa kiat melindungi anak dari pelecehan seksual di bawah ini.

Pelecehan seksual pada anak sendiri adalah semua kegiatan yang melibatkan anak dalam kegiatan seksual pada dirinya. Padahal, mereka belum sepenuhnya memahami apa yang terjadi dan tidak mampu menyampaikan pendapatnya. 

Tindakan-tindakan yang termasuk pelecehan seksual pada anak antara lain adalah memaksa anak untuk memperlihatkan area kemaluannya, melihat kegiatan seksual atau pornografi, melibatkan dalam prostitusi, serta kegiatan lain yang tujuannya untuk memberikan kepuasan pada pelaku.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut bahwa lebih dari 200 ribu anak dilaporkan mengalami kekerasan seksual setiap tahunnya. Untuk itu, penting bagi Anda sebagai orang tua untuk mengetahui beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melindungi anak dari kejahatan atau pelecehan seksual.

Pentingnya pendidikan seksual sejak dini

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, salah satu cara yang paling bisa Anda lakukan agar si Kecil terhindar dari kasus pelecehan seksual adalah dengan memberikannya sex education atau pendidikan seksual sejak dini. 

“Kenapa banyak anak yang menjadi korban pelecehan seksual? Karena kurang atau minimnya sex education atau pendidikan seksual pada anak. Anak-anak zaman sekarang kan sudah berkembang lebih baik melalui teknologi dan informasi yang beredar. Oleh sebab itu, jangan sampai mereka tahu lebih dulu dari orang lain  tentang pengajaran seksual yang belum tentu benar adanya. Di sini peran orang tua sangat dibutuhkan dalam memberikan pendidikan seksual yang benar pada anak,” ujar dr. Karin.

Sayangnya, pendidikan seksual masih dianggap tabu oleh banyak orang, dan dr. Karin menegaskan bahwa hal inilah yang pada akhirnya membuat anak jadi lebih rentan terhadap pelecehan seksual. 

“Pendidikan seksual masih dipandang tabu untuk sebagian besar orang, tapi itulah yang menyebabkan anak-anak jadi tidak mengerti dan menjadi korban. Seharusnya sejak awal mereka diajarkan tentang bagian-bagian penting pada tubuh. Misalnya, anak perempuan harus diberi tahu bahwa vaginanya tidak boleh disentuh oleh orang lain, begitu juga dengan payudaranya. Sementara untuk laki-laki, sama, organ intimnya juga tidak boleh disentuh oleh orang lain, ” tegas dr. Karin. 

Selain memberikan pendidikan seksual sejak dini, ada beberapa hal lain yang bisa Anda lakukan oleh agar si Kecil terhindar dari kasus pelecehan seksual. Berikut di antaranya:

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  • Ajari anak tentang anggota tubuhnya

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri dari KlikDokter, ketika anak sudah mulai lancar bicara (biasanya mulai usia dua tahun), ajarkan padanya mengenai nama anggota tubuh dengan benar. Hal ini termasuk nama-nama organ intim, seperti penis dan vagina. 

Selain itu, biasakan agar si Kecil tidak merasa segan atau tidak enak untuk menyebut nama tersebut. Hal ini penting, agar seandainya suatu hari si Kecil mengalami kekerasan seksual, ia tidak akan segan untuk menyebutkan dan membicarakannya pada Anda. 

  • Ajari anak tentang bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain

Ajarkan pada si Kecil bahwa ada beberapa bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Misalnya, jika ada orang lain yang menyentuh bagian payudara, kemaluan, atau bokong, maka si Kecil harus berani menolak, berteriak, mencari pertolongan, atau langsung melaporkan pada orang tua. 

  • Kenali tanda pelecehan seksual pada anak 

Hingga saat ini, sebagian besar kasus pelecehan seksual pada anak sering terlambat untuk diketahui dan ditangani. Oleh karenanya, orang tua perlu waspada dan mengetahui tanda-tanda pelecehan seksual pada anak. 

“Tanda pelecehan seksual pada anak, di antaranya muncul luka atau memar yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya. Anak juga jadi sering mengalami mimpi buruk, sering mengeluh sakit, mengompol saat sebelumnya sudah tidak, dan jadi tidak nafsu makan, ” tulis dr. Resthie. 

  • Punya hubungan yang dekat dengan anak 

Memiliki hubungan yang akrab dengan si Kecil, bisa menjauhkan mereka dari kasus pelecehan seksual. Biasakan menstimulasi si Kecil untuk dapat menceritakan kesehariannya pada orang tua. 

Ini penting agar si Kecil merasa nyaman untuk menceritakan segalanya pada orang tua. Sehingga, apabila si Kecil mengalami kekerasan atau pelecehan seksual, ia akan berani menyampaikanya. 

Perlu diketahui bahwa pelecehan seksual pada anak bisa menyebabkan masalah kesehatan dan gangguan psikologis yang sangat merugikannya di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Oleh karena itu, Anda wajib selalu waspada dan memberikan perlindungan penuh pada si Kecil. 

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar