Sukses

Perlukah Mencukur Rambut Bayi?

Di beberapa daerah, mencukur rambut bayi biasa dilakukan. Tapi, apakah memang hal tersebut diperlukan?

Klikdokter.com, Jakarta Kehadiran seorang bayi di tengah keluarga merupakan suatu kebahagiaan tersendiri. Seluruh anggota keluarga akan ikut merasakan kegembiraan atas kehadiran si Kecil. Salah satu aktivitas yang kerap diselenggarakan saat menyambut kelahirannya adalah mencukur rambut bayi.

Kegiatan ini memiliki beragam persepsi. Beberapa orang menganggap mencukur rambut bayi berhubungan dengan kesehatan dan perkembangan bayi. Padahal, ada beberapa hal yang masih merupakan mitos kesehatan dan bukan fakta. 

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diluruskan:

  • Mencukur rambut bayi sebelum 1 tahun dapat membuat rambut lebat

Dari seluruh mitos kesehatan anak yang beredar, salah satunya adalah perlunya mencukur rambut bayi sebelum berusia 1 tahun agar rambutnya lebat. Selain itu, ada pula mitos yang menyebutkan bahwa rambut bayi harus dicukur segera setelah lahir, agar rambutnya tidak mudah rontok

Kepercayaan ini beredar begitu kuat dan luas, namun pada dasarnya tidak memberikan efek negatif terhadap kesehatan anak. Sehingga, banyak sekali orang tua yang membiarkan saja rambut bayinya dicukur.

Hal ini tentu saja tidak menjadi masalah. Namun, yang perlu dipahami adalah bahwa mencukur rambut bayi tidak menyebabkan rambut si Kecil bertumbuh lebih cepat ataupun menjadi lebih lebat.

Apa yang dilakukan pada permukaan luar kepala tidak berpengaruh terhadap folikel (akar) rambut yang memang sudah ada di pada permukaan kulit kepala.

Sebab, tekstur rambut dan kecepatan pertumbuhan rambut dipengaruhi oleh genetik, bukan dipengaruhi oleh apakah orang tua mencukur rambut bayi sebelum usianya mencapai 1 tahun.

Selain itu, nutrisi dan lingkungan juga turut mempengaruhi kesehatan rambut. Jadi, mencukur rambut bayi tidak merangsang pertumbuhan rambut bayi. Rambut dapat terlihat lebat setelah dicukur karena seluruh batang rambut tumbuh dalam waktu yang bersamaan setelah dicukur, sehingga ujung-ujung rambut secara keseluruhan tumbuh dalam waktu yang bersamaan.

Pada rambut yang tidak dicukur, masing-masing batang rambut tumbuh dengan siklus yang berbeda-beda. Sehingga, panjang masing-masing rambut berbeda dan rambut tampak tidak selebat jika seluruh batang rambut tumbuh bersamaan dan siklus yang sama.

  • Rambut bayi rontok jika tidak dicukur

Mitos kuat yang beredar juga menyebutkan bahwa rambut bayi yang tidak dicukur dapat menyebabkan rambut bayi lebih sering dan lebih cepat rontok. Sebenarnya, wajar bagi rambut bayi untuk rontok, terutama pada usia sekitar 3-4 bulan.

Bahkan, pada beberapa bayi, rambut baru yang kemudian keluar dapat sangat berbeda secara tekstur dan warna dengan rambut yang sebelumnya rontok. Hal ini tidak berhubungan dengan keputusan orang tua mencukur rambut si Kecil atau tidak, namun sangat bergantung dengan faktor keturunan dan genetik.

Jadi, bolehkah mencukur rambut bayi sebelum mencapai 1 tahun? Sebenarnya tidak ada masalah kesehatan yang dapat terjadi jika rambut bayi dicukur sebelum mencapai 1 tahun. Apabila rambut bayi tidak dicukur pun tidak ada masalah kesehatan yang dapat terjadi sehubungan hal ini.

Jika orang tua memaksakan untuk mencukur rambut si Kecil, maka kepala bayi akan terlihat botak. Namun, pertumbuhan rambut berikutnya akan terjadi bersamaan dan membuat rambut tampak lebih rapi. 

Selain itu, dalam perawatan rambut bayi, pastikan bahwa Anda tidak mencuci rambut si Kecil dengan sampo yang berlebihan. Menggosok rambut bayi dengan sampo bayi juga berisiko menyebabkan lapisan lemak yang melapisi rambut menjadi terlepas, sehingga dapat membuat rambut bayi menjadi kering.

Kebiasaan mencukur rambut bayi yang masih banyak dilakukan masyarakat, sering diwarnai dengan sejumlah mitos. Fakta medis di atas diharapkan bisa mencerahkan Anda mengenai tradisi tersebut.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar